Statistika adalah cara kita membuat keputusan di tengah ketidakpastian: dari menilai rata-rata nilai ujian satu kelas sampai membaca tren harga komoditas. Course ini menyusun materi secara bertahap — mulai dari pengenalan, matematika dasar, pengumpulan data, statistika deskriptif, visualisasi, probabilitas, distribusi, estimasi, pengujian hipotesis, korelasi dan regresi, hingga analisis deret waktu.

Seluruh contoh perhitungan dirancang dengan angka yang bisa diikuti tanpa kalkulator, dan setiap contoh kode Python telah diuji pada Python 3.12 dengan NumPy, SciPy, pandas, matplotlib, statsmodels, dan seaborn. Bagian lanjutan memperdalam inferensia: confidence interval untuk proporsi dan selisih dua mean, galat standar robust, bootstrap resampling, uji nonparametrik, two-way ANOVA dan interaksi, regresi logistik, exponential smoothing Holt dan Holt-Winters, uji autokorelasi residual, hingga statistika Bayesian. Tiga proyek penutup menggabungkan seluruh materi ke dalam alur analisis data yang utuh.

Bab 4 Statistika Deskriptif

# Tabel Frekuensi

Rapikan data mentah menjadi tabel frekuensi absolut, relatif, dan kumulatif, baik untuk data kategorik maupun data numerik yang dikelompokkan ke dalam interval kelas.

Buka →
# Mean

Hitung rata-rata (mean) dengan rumus Σx/n, buktikan sifat jumlah deviasi nol dan sensitivitasnya terhadap outlier, lalu terapkan weighted mean untuk nilai berbobot.

Buka →
# Median

Temukan nilai tengah data dengan rumus posisi (n+1)/2, hitung median untuk data ganjil dan genap, serta lihat mengapa median lebih tahan terhadap outlier dan lebih tepat untuk data miring.

Buka →
# Modus

Kenali modus sebagai nilai atau kategori yang paling sering muncul, bedakan data unimodal, bimodal, dan tanpa modus, serta pilih ukuran pemusatan yang tepat menurut skala data.

Buka →
# Kuartil dan Persentil

Bagi data menjadi empat bagian dengan kuartil Q1, Q2, Q3 dan kenali persentil P_k, lengkap dengan rumus posisi, interpolasi, dan pemahaman jujur atas perbedaan antar metode perhitungan.

Buka →
# Rentang dan Interquartile Range

Ukur penyebaran data dengan rentang dan interquartile range (IQR), bandingkan ketahanan keduanya terhadap outlier, lalu terapkan aturan 1.5×IQR untuk mendeteksi outlier secara sistematis.

Buka →
# Varians

Pahami varians sebagai rata-rata kuadrat deviasi terhadap mean, bedakan rumus populasi σ² dan sampel s², serta pahami alasan intuitif pembagi n-1 pada data sampel.

Buka →
# Standar Deviasi

Kembalikan satuan penyebaran dengan standar deviasi s = √s², interpretasikan sebarannya lewat empirical rule, bandingkan antar data dengan coefficient of variation, dan kenali z-score.

Buka →

Bab 5 Visualisasi Data

# Tabel Statistik

Kenali tabel sebagai bentuk visualisasi paling sederhana: rekap tabel frekuensi, tabel ringkasan statistik, tabel satu arah, tabel silang, dan tabel pivot, lengkap dengan kebiasaan penyajian yang membuat tabel mudah dibaca.

Buka →
# Diagram Batang

Bangun diagram batang untuk data kategorik, pilih urutan kategori dan orientasi batang yang tepat, kenali perbedaan mendasarnya dengan histogram, lalu hindari jebakan sumbu-y terpotong.

Buka →
# Histogram

Ubah tabel frekuensi menjadi histogram dengan batang yang menyatu, baca bentuk distribusi dari puncak dan ekornya, lalu pilih jumlah kelas yang tidak menyembunyikan maupun memecah bentuk data.

Buka →
# Box Plot

Baca anatomi box plot dari kuartil, garis median, whisker 1.5×IQR, hingga titik outlier, hitungnya dengan metode inclusive, lalu bandingkan sebaran beberapa kelompok dalam satu gambar.

Buka →
# Scatter Plot

Sebar dua variabel numerik sebagai titik observasi pada satu bidang, baca arah dan kekuatan hubungannya, waspadai outlier serta jebakan skala sumbu, dan kenali bubble chart untuk variabel ketiga.

Buka →
# Line Chart

Lacak pergerakan nilai sepanjang waktu dengan line chart, kelola dua seri data dengan legend, lalu hindari jebakan terlalu banyak garis, interval waktu tidak seragam, dan sumbu-y yang memotong rentang data.

Buka →
# Memilih Visualisasi

Terapkan kerangka keputusan 'pertanyaan dulu, data kedua, chart terakhir' untuk memilih bentuk visualisasi yang tepat, dari diagram batang hingga pie chart, lengkap dengan checklist sebelum chart dipublikasikan.

Buka →

Bab 7 Dasar Probabilitas

# Konsep Probabilitas

Kenali probabilitas sebagai ukuran ketidakpastian bernilai 0 sampai 1, tiga pendekatan untuk menentukannya, properti dasar komplemen, beda peluang dan odds, serta perannya dalam mengambil keputusan.

Buka →
# Ruang Sampel dan Kejadian

Bangun ruang sampel sebagai daftar lengkap semua hasil yang mungkin, definisikan kejadian sebagai himpunan bagiannya, lalu hitung probabilitas lewat tabel dua dadu serta operasi gabungan, irisan, dan komplemen.

Buka →
# Aturan Penjumlahan

Hitung peluang kejadian 'A atau B' dengan aturan penjumlahan: kurangi irisan yang terhitung dua kali, tangani kasus saling lepas sebagai kasus khusus, lalu perluas ke inklusi-eksklusi tiga kejadian.

Buka →
# Aturan Perkalian

Kalikan probabilitas kejadian bebas untuk menjawab 'A dan B', bedakan pengambilan kartu dengan dan tanpa pengembalian, rantai proses bertahap lewat diagram pohon, serta pisahkan tegas konsep bebas dari saling lepas.

Buka →
# Probabilitas Bersyarat

Sempitkan ruang sampel dengan informasi baru lewat probabilitas bersyarat P(A|B), bedakan dua arah pengondisian yang tidak bisa saling ditukar, perluas aturan perkalian, lalu rumuskan ulang kebebasan kejadian secara presisi.

Buka →
# Teorema Bayes

Balik arah pengondisian dengan teorema Bayes: dari P(B|A) menuju P(A|B) lewat peluang total, terapkan pada tes penyaring untuk memahami base rate fallacy, lalu lihat kaitannya dengan inferensia statistik.

Buka →
# Statistika Bayesian Dasar

Bangun estimasi Bayesian dari teorema Bayes: prior, likelihood, dan posterior pada grid diskret yang dihitung tangan, pembaruan berurutan, pintasan conjugate Beta-Binomial, credible interval, serta batas tafsirnya dibanding confidence interval.

Buka →

Bab 8 Variabel Acak dan Distribusi

# Variabel Acak

Kenali variabel acak sebagai fungsi yang memetakan hasil eksperimen acak ke angka, bedakan bentuk diskret dan kontinu, lalu baca PMF, PDF, dan CDF lewat contoh jumlah mata dua dadu.

Buka →
# Expected Value

Hitung expected value sebagai rata-rata jangka panjang dari distribusi peluang, pelajari sifat linearitas dan variansnya, lalu gunakan untuk menilai keuntungan warung dan keadilan permainan lotre.

Buka →
# Distribusi Bernoulli

Pahami distribusi Bernoulli untuk satu percobaan dengan dua hasil sukses atau gagal, turunkan mean p dan varians p(1-p) dari definisi expected value, dan lihat perannya sebagai bata distribusi binomial.

Buka →
# Distribusi Binomial

Hitung jumlah sukses dari n percobaan Bernoulli dengan distribusi binomial: empat syarat wajib, rumus PMF dengan kombinasi, mean dan varians, serta contoh siswa dan kendali kualitas.

Buka →
# Distribusi Poisson

Modelkan jumlah kejadian per satuan waktu atau ruang dengan distribusi Poisson: syaratnya, rumus PMF dengan laju λ, mean dan varians yang sama, serta kaitannya dengan binomial pada kejadian langka.

Buka →
# Distribusi Normal

Kenali distribusi normal berbentuk lonceng: parameter μ dan σ, aturan empiris 68-95-99.7, standarisasi ke z-score, kuantil terbalik, serta contoh menghitung peluang tinggi badan siswa.

Buka →
# Distribusi t-Student

Gunakan distribusi t-Student ketika simpangan baku populasi tidak diketahui: derajat kebebasan, ekor yang lebih tebal dari normal, aturan memilih t atau z, dan contoh menghitung statistik t.

Buka →
# Memilih Distribusi

Petakan jenis data dan pertanyaan analisis ke distribusi yang tepat melalui tabel ringkasan, diagram alur keputusan, pertanyaan diagnostik, serta daftar jebakan umum pemodelan.

Buka →

Bab 9 Sampling dan Estimasi

# Distribusi Sampling

Bangun distribusi sampling dari populasi enam siswa: hitung seluruh 15 rata-rata sampel berukuran 2, buktikan mean distribusi sampling sama dengan μ, dan lihat sebaran x̄ yang lebih sempit dari populasi.

Buka →
# Central Limit Theorem

Lihat Central Limit Theorem bekerja lewat simulasi: populasi eksponensial yang miring menghasilkan distribusi rata-rata sampel berbentuk lonceng, lengkap dengan pedoman ukuran sampel dan implikasi bagi inferensi.

Buka →
# Standard Error

Kuasai standard error SE = σ/√n sebagai simpangan baku distribusi sampling: bedakan SE dari standard deviation, pahami hukum akar-n, dan hitung SE untuk mean serta proporsi.

Buka →
# Point Estimation

Formalkan penaksiran dengan konsep estimator dan taksiran: sifat tak-bias, konsistensi, dan efisiensi dibuktikan lewat angka, ditutup method of moments dan sekilas maximum likelihood.

Buka →
# Confidence Interval

Bangun confidence interval mean dan proporsi dengan z dan t: contoh lengkap sembilan siswa menghasilkan CI 95% [76.10, 90.56], dilengkapi interpretasi yang benar dan tabel nilai kritis.

Buka →
# Menentukan Ukuran Sampel

Balik rumus confidence interval menjadi rumus ukuran sampel n = (z·σ/E)²: hitung kebutuhan untuk mean dan proporsi, sesuaikan nonresponse dan faktor koreksi, dan susun langkah perancangan survei.

Buka →
# Confidence Interval untuk Proporsi

Perdalam confidence interval untuk proporsi: syarat keberhasilan-kegagalan yang membuat interval Wald keluar dari rentang [0, 1], Wilson score interval untuk kasus 8 dari 10, dan interval selisih dua proporsi.

Buka →
# Confidence Interval untuk Selisih Dua Mean

Taksir selisih dua mean dengan confidence interval: variance gabungan pada data kelas A vs kelas B menghasilkan CI 95% [-1.64, 9.64], dilengkapi versi Welch, desain berpasangan, dan jebakan membaca dua CI yang bertumpang tindih.

Buka →
# Galat Standar Robust

Bangun taksiran yang tahan outlier: median, trimmed mean, IQR, dan MAD dengan konstanta 1.4826 diuji pada data pendapatan tujuh pedagang, lalu sandwich estimator Huber-White (HC1) mengoreksi standard error regresi saat varians residual tidak konstan.

Buka →
# Bootstrap Resampling

Taksir standard error dan confidence interval tanpa rumus lewat resampling dengan penggantian: bootstrap B = 10.000 pada data sembilan siswa menghasilkan SE mean 2.9580 serta SE dan CI persentil untuk median dan trimmed mean, disertai aturan praktik dan batasannya.

Buka →

Bab 10 Pengujian Hipotesis

# Konsep Hipotesis Statistik

Pahami mengapa klaim tentang populasi memerlukan pengujian formal, definisi hipotesis sebagai pernyataan yang dapat diuji, alur keputusan lima langkah, analogi pengadilan, serta pilihan uji satu arah atau dua arah.

Buka →
# Null dan Alternative Hypothesis

Rumuskan hipotesis nol sebagai status quo dan hipotesis alternatif sebagai tujuan bukti, kuasai notasi tiga kasus arah, pahami pembobotan bukti yang menempatkan beban pada H1, dan hindari bahasa keliru bahwa H0 terbukti.

Buka →
# Significance Level

Tetapkan significance level α sebagai ambang risiko galat Tipe I sebelum data dilihat, pahami maknanya sebagai luas daerah kritis pada distribusi, nilai lazim 0.05/0.01/0.10 beserta konteksnya, serta bedakan α dari p-value.

Buka →
# P-Value

Definisikan p-value secara presisi sebagai peluang data setara atau lebih ekstrem bila H0 benar, baca kedua kasus sekolah secara numerik, bongkar miskonsepsi populer, dan pahami mengapa p = 0.05 bukan ambang mutlak.

Buka →
# Type I dan Type II Errors

Bangun matriks keputusan 2x2 yang memetakan galat Tipe I dan Tipe II beserta konsekuensinya pada diagnosis medis dan quality control, definisikan power = 1 - beta, dan hitung kedua galat secara numerik pada contoh penuh.

Buka →
# Z-Test dan T-Test

Terapkan uji mean dengan z-test saat σ diketahui dan t-test saat σ ditaksir dari sampel: worked example lima langkah, versi dua sampel independen dengan variance gabungan, sentuhan paired t-test, dan implementasi scipy.

Buka →
# Chi-Square Test

Uji data kategorik dengan chi-square: goodness-of-fit untuk membandingkan hitungan amatan dengan hitungan harapan, uji kemandirian untuk tabel silang, syarat expected count minimal 5, dan pilihan chi-square versus t-test.

Buka →
# ANOVA

Bandingkan tiga mean atau lebih dengan Analysis of Variance: uraikan varians antar kelompok versus di dalam kelompok ke dalam statistik F, kerjakan contoh tiga metode belajar lengkap dengan tabel ANOVA, pelajari asumsinya, dan kenali uji post-hoc.

Buka →
# Interpretasi Hasil Pengujian

Rangkai seluruh section menjadi keterampilan interpretasi: bedah anatomi keluaran software, rumuskan kalimat kesimpulan yang tepat, bedakan significance statistik dari bermakna praktik, laporkan effect size dan confidence interval, serta hindari p-hacking dan HARKing.

Buka →
# Mann-Whitney U Test

Bandingkan dua sampel independen tanpa mensyaratkan normalitas lewat peringkat: kuasai mekanik rank dan statistik U dengan mean serta standard error-nya, kerjakan contoh manual sampel kecil, lalu uji ulang data kelas A dan kelas B dari chapter Z-Test dan T-Test.

Buka →
# Wilcoxon Signed-Rank Test

Uji data berpasangan dengan peringkat bertanda: hitung selisih tiap pasangan, ranking nilai mutlaknya, jumlahkan menjadi statistik W, kerjakan contoh program bimbingan tujuh siswa hingga keputusan akhir, dan bandingkan kekuatannya dengan paired t-test.

Buka →
# Kruskal-Wallis Test

Perluas uji peringkat ke tiga kelompok independen atau lebih dengan statistik H: pahami masalah pengujian berganda, kerjakan ulang data tiga metode belajar dari chapter ANOVA sampai tabel peringkat, lalu lakukan analisis lanjutan dengan pairwise Mann-Whitney dan α terkoreksi.

Buka →
# Two-Way ANOVA

Perluas ANOVA ke dua faktor sekaligus: kuasai kosakata desain faktorial, uraikan SS total menjadi komponen efek utama dan interaksi, kerjakan contoh 2×2 metode belajar × durasi latihan dari data mentah sampai tiga uji F, lalu verifikasi tabel ANOVA-nya dengan statsmodels.

Buka →
# Interaksi Antar Faktor

Bedah konsep interaksi dua faktor: baca pola mean sel dan sisa non-aditif, kenali garis sejajar versus merenggang pada interaction plot, uji simple effect satu faktor pada tiap level faktor lain dengan F dan statsmodels, terapkan prinsip hierarki, serta pahami kapan interaksi diharapkan dan batas kekuatan ujinya.

Buka →

Bab 11 Korelasi dan Regresi

# Kovarians

Ukur arah hubungan linear dua variabel dengan kovarians: rumus sampel dan populasi, hitungan manual tabel kerja pada data enam siswa, makna tanda positif dan negatif, serta dua kelemahan besar yang melahirkan korelasi.

Buka →
# Korelasi

Normalisasi kovarians menghasilkan koefisien korelasi Pearson yang bebas satuan pada rentang -1 sampai +1: pelajari rumusnya, hitungan manual pada data enam siswa, pedoman besaran, kebalannya terhadap transformasi linear, uji signifikansi r, dan kapan Spearman lebih tepat.

Buka →
# Correlation vs Causation

Korelasi kuat bukan bukti sebab-akibat: pahami tiga penjelasan alternatif — kebetulan, variabel pengacau, dan arah terbalik — lihat demonstrasi confounder pada data sintetis, kenali syarat klaim kausalitas lewat eksperimen terkontrol, dan latih daftar pertanyaan skeptis.

Buka →
# Simple Linear Regression

Modelkan hubungan dua variabel dengan garis ŷ = b0 + b1·x: pahami metode least squares, hitung koefisien manual pada data enam siswa, baca arti slope dan intercept, prediksi nilai baru, dan kenali bahaya ekstrapolasi.

Buka →
# Multiple Linear Regression

Perluas model linear ke banyak prediktor: pahami arti koefisien saat variabel lain ditahan konstan, hitung model dua prediktor dengan numpy, kenali jebakan multikolinearitas, dan singgung adjusted R².

Buka →
# Regression Assumptions

Empat asumsi OLS — linearitas, independensi, normalitas, homoskedastisitas — beserta cara memeriksa dan dampak pelanggarannya, lalu demonstrasi numerik bagaimana satu outlier dan leverage point membalikkan slope garis regresi.

Buka →
# Evaluasi Model Regresi

Ukur kecocokan model regresi: dekomposisi SST = SSR + SSE, makna R² dan adjusted R², galat tipikal lewat RMSE, RSE, dan MAE, uji signifikansi F, serta konsep evaluasi out-of-sample dengan train/test split.

Buka →
# Regresi Logistik

Modelkan respons biner dengan kurva berbentuk S: pahami mengapa OLS gagal pada data 0/1, kerjakan transformasi logit dan odds ratio, lalu fit model pada data 20 siswa program remedial dan ukur akurasi klasifikasinya.

Buka →
# Uji Autokorelasi Residual (Durbin-Watson)

Uji asumsi independensi residual pada data berurutan: turunkan statistik Durbin-Watson, kerjakan contoh hitung tangan enam minggu penjualan, terapkan pada residual regresi tren harga beras, lalu petakan penanganan dan batas ujinya.

Buka →

Bab 12 Analisis Deret Waktu

# Pengenalan Time Series

Kenali anatomi data yang terurut waktu, bedakan time series dari data cross-sectional yang observasinya independen, lihat empat komponen penyusunnya, dan pahami arti mean yang berpindah pada deret tidak stasioner.

Buka →
# Tren dan Musiman

Pisahkan tren jangka panjang dari pola musiman: pasang regresi linear pada sumbu waktu untuk mengukur kenaikan harga beras, hitung rata-rata dan seasonal index tiap kuartal pada penjualan es krim, dan bedakan musiman dari siklus.

Buka →
# Moving Average

Perhalus deret harga beras dengan moving average: hitung MA(3) dan MA(5) secara lengkap, pahami pertukaran antara kehalusan dan lag di ujung data, dan lihat arah pengembangan menuju exponential smoothing.

Buka →
# Time Series Decomposition

Pecah deret menjadi tiga komponen dengan dekomposisi klasik: pilih model additive atau multiplicative, jalankan empat langkah MA(4) terpusat pada penjualan es krim, dan kenali STL sebagai alternatif modern.

Buka →
# Evaluasi Forecast

Ukur kualitas prediksi dengan MAE, MSE, RMSE, dan MAPE: bagi deret secara kronologis tanpa pengacakan, lawan naive forecast dengan model mean dan tren, dan jaga diri dari overfitting dengan evaluasi out-of-sample.

Buka →
# Simple Exponential Smoothing

Kuasai simple exponential smoothing untuk deret tanpa tren dan musiman: kerjakan rekursi bobot eksponensial dengan tangan pada penjualan kopi warung, atur alpha antara kehalusan dan kecepatan respons, lalu uji batas jujurnya pada harga beras yang bertren.

Buka →
# Holt dan Holt-Winters

Perluas exponential smoothing dengan komponen tren dan musiman: kerjakan rekursi level-slope Holt dengan tangan pada pesanan nasi kotak katering, prediksi harga beras bulan ke-13 sambil mengujinya melawan tiga baseline, lalu jalankan Holt-Winters additive pada penjualan es krim dan pilih metode perata sesuai pola data.

Buka →

Bab 13 Statistika dengan Python

# Persiapan Python

Siapkan lingkungan kerja Python untuk analisis statistika: instalasi Python, virtual environment, empat pustaka utama, serta dataset nilai sepuluh siswa yang dipakai di sepanjang section ini.

Buka →
# Statistik dengan Python Standar

Hitung mean, median, modus, simpangan baku, kuartil, korelasi, dan peluang normal hanya dengan module statistics bawaan Python, lalu rangkum semuanya menjadi satu skrip laporan.

Buka →
# Statistik dengan NumPy

Pindahkan perhitungan statistika ke array NumPy: vektorisasi tanpa loop, percentile, perbedaan penting ddof, operasi per axis, korelasi, dan penanganan NaN.

Buka →
# Analisis Data dengan pandas

Kelola data berlabel dengan pandas: membuat DataFrame, membaca file CSV, menyaring dan mengurut baris, agregasi dengan groupby, serta menangani data hilang dengan isna, dropna, dan fillna.

Buka →
# Visualisasi dengan matplotlib

Gambar sendiri lima grafik inti dengan matplotlib — histogram, diagram batang, line chart, scatter plot, dan box plot — dengan dua gaya penulisan kode, backend tanpa layar, serta kebiasaan label dan judul yang disiplin.

Buka →
# Distribusi dengan SciPy

Pakai objek scipy.stats sebagai kalkulator distribusi: pmf dan cdf binomial, Poisson, normal, dan t-Student, kuantil terbalik ppf, distribusi beku, serta sampel acak yang dapat direproduksi dengan seed.

Buka →
# Pengujian Hipotesis dengan SciPy

Jalankan lima langkah pengujian dengan scipy.stats: ttest_1samp, ttest_ind, chi2_contingency, f_oneway, dan pearsonr pada data Section Pengujian Hipotesis, lalu baca statistik dan p-value dari objek hasilnya.

Buka →
# Regresi dengan Python

Bangun regresi dengan tiga lapis alat — statistics.linear_regression, scipy.stats.linregress, dan numpy.polyfit — lanjut regresi berganda dengan np.linalg.lstsq dan statsmodels OLS, lengkap dengan prediksi, residual, R², dan grafik garis.

Buka →
# Visualisasi dengan seaborn

Gambar ulang histogram, box plot, dan scatter plot course ini dengan seaborn sebagai lapisan statistik di atas matplotlib, lalu tambahkan countplot, heatmap matriks korelasi, dan pemetaan kelompok lewat hue — semuanya dari DataFrame dalam satu baris kode.

Buka →

Bab 14 Interpretasi dan Etika

# Membaca Hasil Statistik

Kerangka membaca laporan statistik dan survei milik orang lain: telusuri siapa pengumpul data, ukuran dan cara pengambilan sampel, definisi variabel, serta interval versus angka titik — lengkap dengan delapan pertanyaan skeptis sebelum memercayai sebuah angka.

Buka →
# Statistical vs Practical Significance

Signifikansi statistik hanya menyatakan bukti bahwa efek ada, bukan bahwa efek cukup besar untuk bermakna: pahami mekanisme sampel besar yang menurunkan ambang, peran effect size seperti Cohen's d, lebar confidence interval, dan pertimbangan biaya-manfaat dalam keputusan praktis.

Buka →
# Kesalahan Interpretasi Statistik

Katalog tujuh kesalahan interpretasi yang paling sering muncul — dari rata-rata dari rata-rata, pengabaian base rate, kekeliruan persentase poin, hingga ekstrapolasi linier — masing-masing dilengkapi contoh angka dan koreksi membacanya.

Buka →
# Misleading Statistics

Kenali teknik penyajian data yang menyesatkan: sumbu-y terpotong, jarak waktu tidak seragam, skala ganda dua sumbu, persentase tanpa dasar sampel, perbandingan tidak sebanding, hingga Simpson's paradox pada data penerimaan mahasiswa — ditutup checklist memeriksa grafik.

Buka →
# Correlation vs Causation

Perluas kewaspadaan korelasi-kausalitas ke ranah jurnalistik dan kebijakan: kenali hierarki bukti dari RCT hingga studi ekologi, bedah contoh confounder dan arah terbalik pada pemberitaan, lalu susun panduan melaporkan dan menilai klaim kausalitas secara bertanggung jawab.

Buka →
# Etika dan Privasi Data

Statistik tidak pernah netral: pahami kerahasiaan data sensus, prinsip persetujuan dan minimisasi, perbedaan anonimisasi dan pseudonimisasi, risiko re-identification, regulasi GDPR dan UU PDP, serta checklist etika sebelum mempublikasikan analisis.

Buka →