Lingkungan sudah siap, terminal sudah bisa dipakai, dan sekarang tibalah momen yang sebenarnya: menulis program Python yang bisa dijalankan. Setiap programmer memulai dari program yang sama, yaitu “Halo, dunia!” — program satu baris yang terlihat sepele, tetapi membuktikan bahwa seluruh rantai peralatan bekerja: editor menulis file, terminal menjalankan interpreter, dan interpreter menghasilkan output. Pada Chapter ini kita akan membuat file hello.py, menjalankannya, lalu memodifikasinya sedikit demi sedikit supaya terbiasa dengan siklus edit–jalankan–lihat hasil.

Buat sebuah folder latihan, misalnya latihan-python, lalu buka folder tersebut di code editor dan buat file baru bernama hello.py. Tulis dua baris berikut di dalam file:

python
print("Halo, dunia!")
print("Saya sedang belajar Python.")

Kedua baris di atas adalah dua statement. Setiap statement memanggil function print() dengan satu argument berupa teks string. Interpreter Python akan menjalankan kedua statement tersebut satu per satu, dan setiap pemanggilan print() menampilkan teks ke terminal.

Menjalankan Program di Terminal #

Buka terminal, pindah ke folder tempat file berada, lalu jalankan interpreter Python dengan nama file sebagai argument:

bash
python3 hello.py

Output yang Dihasilkan:

text
Halo, dunia!
Saya sedang belajar Python.

Perintah python3 hello.py menyuruh interpreter Python membaca file hello.py, menerjemahkan seluruh isinya menjadi bytecode, lalu mengeksekusinya. Detail perjalanan kode sumber menjadi aksi sudah kita bahas pada Chapter Bagaimana Python Bekerja; yang penting sekarang adalah siklus kerjanya: ubah file, jalankan ulang, lihat hasil baru.

Memodifikasi Program Pertama #

Program pertama akan lebih hidup jika menyimpan teks di dalam variabel terlebih dahulu. Ubah isi hello.py menjadi seperti berikut:

python
nama = "Budi"

print("Halo, dunia!")
print("Nama saya", nama)
print("Saya sedang belajar Python.")

Output yang Dihasilkan:

text
Halo, dunia!
Nama saya Budi
Saya sedang belajar Python.

Mari kita telaah apa yang terjadi pada baris-baris kode di atas:

  1. Baris 1 (nama = "Budi"): interpreter membuat sebuah variabel bernama nama, lalu mengisi variabel tersebut dengan string "Budi". Pembahasan mendalam tentang variabel ada pada Chapter Variabel dan Assignment.
  2. Baris 3–5 (print(...)): setiap statement memanggil function print(). Pada baris 4, print() menerima dua argument yang dipisah tanda koma; print() menampilkan keduanya dalam satu baris dengan pemisah satu spasi.
  3. Tanda kutip ganda pada "Budi": interpreter memperlakukan semua karakter di antara tanda kutip sebagai teks literal, bukan sebagai perintah.

Perhatikan output baris kedua: teks Nama saya dan isi variabel nama tersambung dengan satu spasi tanpa kita menambahkan spasi manual. Perilaku print() yang menerima banyak argument ini akan kita bedah tuntas pada Chapter Menggunakan print().

Bereksperimen dengan Aman #

Coba ubah isi teks di dalam hello.py, simpan, lalu jalankan kembali. Jangan takut melakukan kesalahan: jika ada tanda kutip yang kurang atau huruf yang salah kapital, interpreter akan menampilkan pesan error yang justru menjadi bahan belajar berharga. Cara membaca pesan error tersebut adalah materi Chapter Memahami SyntaxError.

Saat ini kita sudah memiliki siklus kerja lengkap: menulis file .py, menjalankannya dengan python3, dan membaca output di terminal. Chapter berikutnya membahas anatomi file Python yang lebih besar — dari ekstensi file sampai konvensi penamaannya — supaya file latihan Anda tumbuh rapi sejak awal.