Sintaks adalah tata bahasa sebuah bahasa pemrograman: aturan tentang bagaimana simbol boleh disusun agar interpreter dapat memahaminya. Berbeda dengan bahasa manusia yang toleran terhadap kesalahan, aturan Python bersifat tegas — satu tanda kutip yang kurang membuat seluruh program menolak berjalan. Kabar baiknya, aturan dasar Python tidak banyak jumlahnya. Chapter ini memetakan empat aturan yang dipakai oleh semua program Python: urutan eksekusi, sensitivitas kapitalisasi, kata kunci yang dilindungi, dan format satu statement per baris.
Python Mengeksekusi Statement Berurutan #
Interpreter membaca file dari atas ke bawah dan menjalankan statement satu per satu sesuai urutan penulisannya. Urutan ini menentukan hasil akhir program:
print("Baris pertama dijalankan")
print("Baris kedua dijalankan")
print("Baris ketiga dijalankan")Output yang Dihasilkan:
Baris pertama dijalankan
Baris kedua dijalankan
Baris ketiga dijalankanKalau kita menukar posisi dua baris, output ikut berubah urutan. Dua pengecualian kecil yang tetap menjaga urutan ini tetap berlaku: baris kosong diabaikan interpreter, dan komentar yang diawali # tidak pernah dieksekusi — keduanya hanya membantu manusia membaca kode. Alat pengubah urutan seperti perulangan dan percabangan akan kita bahas pada Section Control Flow.
Huruf Besar dan Kecil Dibedakan #
Python bersifat case-sensitive: nama, Nama, dan NAMA adalah tiga pengenal yang berbeda. Kesalahan kapitalisasi adalah sumber error yang sangat umum bagi pemula. Perhatikan program berikut:
nama = "Budi"
print(nama)
print(Nama)Output yang Dihasilkan:
Budi
Traceback (most recent call last):
File "sapa.py", line 3, in <module>
print(Nama)
^^^^
NameError: name 'Nama' is not defined. Did you mean: 'nama'?Baris kedua berhasil mencetak Budi, lalu baris ketiga menghentikan program. Interpreter mencari nama Nama, tidak menemukannya, dan mengangkat NameError. Pesan ini sekaligus memperlihatkan fitur yang menghemat waktu: saran Did you mean: 'nama'? — Python mendeteksi kemiripan ejaan dan menebak maksud kita.
Kata Kunci yang Dilindungi Python #
Python menyimpan sejumlah kata sebagai keyword — kata yang maknanya sudah ditetapkan bahasa dan tidak boleh dipakai sebagai nama variabel, function, atau apapun. Daftarnya dapat kita lihat langsung dengan module keyword:
import keyword
print("Jumlah keyword Python:", len(keyword.kwlist))
print("Contoh keyword:", keyword.kwlist[:8])Output yang Dihasilkan:
Jumlah keyword Python: 35
Contoh keyword: ['False', 'None', 'True', 'and', 'as', 'assert', 'async', 'await']Python 3.12 memiliki 35 keyword, dari False sampai while. Jika kita memaksa salah satunya sebagai nama variabel, interpreter menolak sebelum program berjalan:
class = 5Output yang Dihasilkan:
File "kelas.py", line 1
class = 5
^
SyntaxError: invalid syntaxKeyword class memang disiapkan untuk mendefinisikan class pada pemrograman berorientasi objek, sehingga Python menolaknya dipakai sebagai nama variabel. Nama seperti kelas atau kategori adalah pengganti yang aman.
Satu Statement per Baris #
Python mengakhiri sebuah statement di akhir baris — tidak ada titik koma wajib seperti di PHP atau C. Kebiasaan komunitas Python, tercatat dalam dokumen gaya PEP 8, adalah satu statement per baris:
print("Satu"); print("Dua")Output yang Dihasilkan:
Satu
DuaContoh di atas tetap sah: titik koma memang boleh memisahkan dua statement dalam satu baris. Namun gaya seperti ini membuat kode sulit dibaca dan di-debug, jadi PEP 8 menyarankan untuk tidak memakainya. Pengecualian yang sah adalah statement panjang yang perlu dipecah ke beberapa baris dengan tanda kurung — teknik yang akan sering kita pakai pada Section Struktur Data Dasar.
Dengan empat aturan ini — eksekusi berurutan, kapitalisasi berarti, keyword terlindungi, satu statement per baris — kita sudah memegang kerangka dasar penulisan kode Python. Aturan berikutnya adalah yang paling khas sekaligus paling sering menjebak pemula: indentasi sebagai penentu blok kode.