Hampir semua materi course ini berpuncak pada satu perintah yang diketik di terminal: python3 nama_file.py. Bagi yang belum akrab, layar hitam berkedip itu terasa seperti alat dari dunia lain — padahal hanya butuh segelintir perintah kecil untuk menjadi lancar. Pada Chapter ini kita pelajari terminal secukupnya: mengenali namanya di tiap sistem operasi, menavigasi direktori, dan menjalankan program dari sana.

Terminal dan Shell #

Dua istilah ini sering tertukar. Terminal adalah jendela yang menampilkan teks dan menerima ketikan — aplikasi visualnya. Shell adalah program di dalam terminal yang membaca perintah kita dan mengeksekusinya (bash dan zsh di dunia Unix, PowerShell dan cmd di Windows). Perintah yang kita pelajari di sini adalah perintah shell yang berlaku umum.

Cara membuka terminal di tiap platform:

PlatformCara membuka
WindowsStart menu, ketik “PowerShell” atau “Command Prompt”
macOSApplications, Utilities, Terminal (atau pencarian Spotlight: “Terminal”)
LinuxAplikasi terminal bawaan distribusi (GNOME Terminal, Konsole, dan lainnya)

Perintah Dasar untuk Kerja Sehari-hari #

TugasWindows (PowerShell/cmd)macOS / LinuxKeterangan
Melihat isi direktoridir atau lslsMenampilkan daftar file dan folder
Mengetahui posisi saat inicd (tanpa argument)pwdMencetak direktori kerja saat ini
Berpindah direktoricd latihancd latihanMasuk ke folder latihan
Naik satu tingkatcd ..cd ..Kembali ke folder induk
Membuat folder barumkdir project-belajarmkdir project-belajarMembuat folder di posisi saat ini
Membersihkan layarclsclearMenghapus riwayat tampilan

Perhatikan pola di balik tiga perintah pertama; semuanya berputar di satu konsep: direktori kerja. Terminal selalu “berdiri” di satu folder, dan setiap perintah mencari file relatif dari titik tersebut. Berikut sesi contoh yang menggabungkan seluruhnya (teks setelah tanda $ adalah yang kita ketik):

bash
$ mkdir project-belajar
$ cd project-belajar
$ mkdir latihan
$ ls
latihan
$ cd latihan
$ pwd
/home/budi/project-belajar/latihan

Sesi di atas: folder project-belajar dibuat, kita masuk ke dalamnya, membuat subfolder latihan, memastikan isinya, lalu berpindah ke sana. Output pwd akan menampilkan jalur sesungguhnya di mesin masing-masing — /home/budi/... pada Linux, /Users/budi/... pada macOS, atau C:\Users\budi\... pada Windows.

Menjalankan Python dari Terminal #

Inilah tujuan sebenarnya. Masih dari folder latihan pada sesi di atas, buat file halo.py (dengan editor pilihan kita dari Chapter Memilih Code Editor) berisi:

python
print("Halo dari latihan!")

Lalu jalankan dari terminal:

bash
$ python3 halo.py
Halo dari latihan!
$ ls
halo.py

Perhatikan urutannya: perintah python3 halo.py membaca file dari direktori kerja saat ini, interpreter mengeksekusinya, hasil cetakan muncul di baris berikutnya, lalu shell kembali menunggu perintah baru. Di Windows, ganti python3 dengan py — tabel lengkapnya ada di Chapter Menginstal Python.

Trik Keyboard yang Menghemat Waktu #

Beberapa kebiasaan kecil membuat terminal terasa jauh lebih ramah:

  • Tombol Tab melengkapi nama. Ketik python3 ha lalu tekan Tab — shell melengkapinya menjadi halo.py. Bila hasilnya ambigu, tekan Tab dua kali untuk melihat kandidatnya.
  • Panah atas mengulang sejarah. Setiap perintah yang pernah diketik dapat dipanggil ulang dengan panah atas, lalu diedit sebelum Enter.
  • Ctrl+C membatalkan program yang berjalan. Bila sebuah program Python terasa menggantung, Ctrl+C menghentikannya dan mengembalikan prompt.
  • Seret file ke jendela terminal. Menyeret file dari file manager ke terminal menempelkan jalurnya — tipuan lama untuk mengetik jalur panjang tanpa salah.

Terminal kini berada dalam genggaman kita: navigasi direktori, perintah dasar, dan cara memanggil interpreter. Selanjutnya kita membuka salah satu mekanisme di balik layar yang sering membuat pemula kebingungan — bagaimana Python menemukan module yang kita import — pada Chapter Memahami PYTHONPATH.