Perintah python3 ternyata punya beberapa wajah. Tanpa argument apa pun, perintah tersebut membuka mode interaktif; dengan opsi -c, perintah tersebut mengeksekusi satu baris kode; dengan opsi -m, perintah tersebut menjalankan sebuah module sebagai program. Memahami ketiganya membuat kita bisa memilih alat yang tepat untuk pekerjaan yang tepat. Pada Chapter ini kita coba ketiganya secara bergantian.
Memulai Mode Interaktif #
Ketik python3 di terminal tanpa argument apa pun:
python3Output yang Dihasilkan:
Python 3.12.15 (main, Oct 9 2026, 15:22:32) [Clang 22.1.3 ] on linux
Type "help", "copyright", "credits" or "license" for more information.
>>>Baris-baris tersebut menandakan kita berada di dalam mode interaktif — sering disebut REPL (Read-Eval-Print-Loop). Prompt >>> menunggu kita mengetik kode, dan interpreter mengeksekusinya begitu tombol Enter ditekan. Angka versi dan tanggal build pada baris pertama mengikuti rilis yang terpasang di mesin masing-masing. Untuk keluar dari mode ini, gunakan salah satu dari tiga cara:
| Cara | Platform |
|---|---|
Mengetik exit() lalu Enter | Semua platform |
Menekan Ctrl+D | Linux, macOS |
Menekan Ctrl+Z lalu Enter | Windows |
Penjelajahan mendalam mode interaktif ini kita lakukan pada Chapter Menggunakan Python REPL; sekarang kita lanjut ke dua mode lainnya.
Mode Satu Baris dengan Opsi -c #
Opsi -c (command) meminta interpreter mengeksekusi string kode yang kita berikan langsung dari terminal, tanpa membuat file:
python3 -c 'print("Halo, Python!")'Output yang Dihasilkan:
Halo, Python!Mode ini cocok untuk pekerjaan cepat: mengecek sebuah perhitungan, mengonversi format data, atau memastikan sebuah module terpasang. Sebagai contoh nyata, perintah verifikasi versi yang kita pakai di Chapter sebelumnya — python3 -c "import sys; print(sys.version)" — adalah penggunaan opsi -c.
Ada satu kebiasaan praktis yang perlu dikuasai: perhatikan penggunaan tanda kutip. Kode di atas dibungkus kutip tunggal sehingga kutip ganda di dalamnya tetap utuh. Bila kita perlu kutip tunggal di dalam kode, balik urutannya: bungkus perintah dengan kutip ganda.
Menjalankan Module dengan Opsi -m #
Opsi -m menjalankan sebuah module dari standard library seolah-olah module tersebut adalah program. Formatnya: python3 -m <nama_module> — dan beberapa module menerima argument tambahan.
Contoh yang menyenangkan sekaligus nyata: module calendar yang mampu mencetak kalender bulanan ke terminal:
python3 -m calendar 2025 6Output yang Dihasilkan:
June 2025
Mo Tu We Th Fr Sa Su
1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30Perintah di atas menjalankan module calendar dengan dua argument: tahun 2025 dan bulan 6. Interpreter mencari module bernama calendar di lokasi pencarian module (mekanisme sys.path yang kita bedah di Chapter Memahami PYTHONPATH), menemukannya di standard library, lalu mengeksekusinya.
Dua module lain yang sering dipakai lewat opsi -m seiring berjalannya course ini: pip untuk mengelola package dan pytest untuk menjalankan test — keduanya nanti muncul di section masing-masing.
Ringkasan Mode dan Opsi #
| Perintah | Perilaku | Cocok untuk |
|---|---|---|
python3 | Membuka mode interaktif (REPL) | Eksperimen dan belajar |
python3 nama_file.py | Menjalankan file program | Program sungguhan (Chapter Menjalankan File Python) |
python3 -c '<kode>' | Mengeksekusi satu baris kode | Tugas cepat satu baris |
python3 -m <module> | Menjalankan module sebagai program | Tool bawaan seperti calendar, pip |
python3 --version | Menampilkan versi interpreter | Verifikasi instalasi |
python3 --help | Menampilkan daftar seluruh opsi | Menjelajah kemampuan interpreter |
Ketiga mode di atas memakai satu program yang sama. Perbedaannya hanya pada bagaimana kita menyerahkan kode ke interpreter: diketik langsung, diselipkan sebagai satu baris, atau diambil dari sebuah module. Mode pertama — REPL — adalah tempat kita paling sering berada di awal belajar, jadi Chapter berikutnya membedahnya sampai ke sela-sela kelakuannya.