psql sangat kuat, tetapi bukan semua orang nyaman bekerja sepenuhnya di terminal. Menjelajahi struktur database, mengedit data baris demi baris, atau membedah rencana eksekusi query terasa lebih cepat dilakukan lewat antarmuka grafis. Untuk itu komunitas PostgreSQL merawat pgAdmin — alat administrasi grafis yang paling banyak dipakai untuk PostgreSQL. Pada chapter ini kita mengenal cara memasangnya, menyambungkannya ke server, dan memakai dua fitur intinya: Object Browser dan Query Tool.

Apa itu pgAdmin #

pgAdmin adalah alat administrasi PostgreSQL berbasis web yang dikembangkan oleh komunitas yang sama dengan PostgreSQL. Versi yang dipakai saat ini adalah pgAdmin 4, penerus pgAdmin III yang berbasis aplikasi desktop murni. Meski tampilannya dijalankan lewat browser, pgAdmin dapat dipasang dalam dua mode: desktop mode, yang berjalan sebagai aplikasi biasa di komputer kita untuk keperluan pribadi, dan server mode, yang dipasang di satu server lalu diakses bersama oleh satu tim.

Karena pgAdmin tidak terpasang di lingkungan pengujian materi ini, chapter ini berbentuk panduan konsep berdasarkan dokumentasi resmi pgAdmin — tanpa tangkapan layar dan tanpa contoh output antarmuka. Struktur menu dan detail visualnya bisa sedikit berbeda mengikuti versi pgAdmin yang Anda unduh, tetapi alur kerjanya stabil dari tahun ke tahun.

Memasang pgAdmin #

Langkah-langkah berikut memasang pgAdmin dalam mode desktop:

  1. Buka halaman resmi pgAdmin di www.pgadmin.org lalu masuk ke bagian unduhan.
  2. Pilih paket sesuai sistem operasi: installer untuk Windows dan macOS, paket apt untuk distribusi Linux berbasis Debian, paket rpm untuk yang berbasis Red Hat, atau image container untuk Docker.
  3. Jalankan installer dan ikuti langkahnya; di Windows dan macOS prosesnya seperti memasang aplikasi biasa, sedangkan di Linux cukup lewat manajer paket.
  4. Jalankan pgAdmin. Saat pertama dibuka, pgAdmin meminta kita membuat kata sandi master — kata sandi ini melindungi kredensial koneksi yang pgAdmin simpan di komputer kita.

Installer Windows dari EDB (yang kita pakai di chapter instalasi) bahkan sudah menyertakan pgAdmin sebagai salah satu komponen yang bisa dipilih, jadi pengguna Windows bisa mendapatkannya sekalian saat memasang PostgreSQL.

Menyambungkan pgAdmin ke Server #

Setelah dibuka, pgAdmin belum terhubung ke server mana pun — kita mendaftarkan server yang ingin dikelola. Caranya sebagai berikut:

  1. Di panel kiri (Object Browser), klik kanan pada simpul Servers lalu pilih Register → Server.
  2. Di tab General, beri nama bebas untuk server ini, misalnya Server Latihan — nama ini hanya label di pgAdmin.
  3. Di tab Connection, isi parameter koneksi: Hostname (localhost untuk server di komputer sendiri), Port (bawaannya 5432), Maintenance database (postgres), Username (misalnya postgres), dan Password untuk user tersebut.
  4. Di tab SSL, pilih mode SSL bila server mengharuskannya; untuk server latihan lokal, mode prefer sudah cukup.
  5. Klik Save. pgAdmin mencoba langsung tersambung; bila berhasil, server muncul di Object Browser dengan ikon hijau.

Kelima parameter di tab Connection adalah parameter koneksi yang sama yang kita bahas tuntas di chapter Koneksi ke Database Server — pgAdmin hanyalah satu dari banyak client yang mengisi parameter tersebut lewat form alih-alih flag terminal. Opsi Save password membuat pgAdmin menyimpan kata sandi terenkripsi dengan kata sandi master, sehingga kita tidak perlu mengetiknya setiap kali membuka pgAdmin.

Menjelajahi Object Browser #

Object Browser adalah pohon navigasi di panel kiri yang memetakan seluruh struktur server. Hierarkinya mengikuti struktur logis PostgreSQL: simpul server menampung daftar database, setiap database menampung Schemas, di dalamnya ada public dengan tabel-tabel kita, dan setiap tabel bisa dibuka lagi untuk memperlihatkan Columns, Constraints, Indexes, dan sebagainya.

Klik kanan pada objek apa pun membuka menu aksi yang relevan untuk objek itu: membuat tabel baru di sebuah schema, mengganti nama kolom, membuka View/Edit Data untuk melihat isi tabel dalam bentuk grid yang bisa diedit langsung, atau membuka Scripts yang menampilkan definisi objek dalam bentuk SQL. Menu konteks inilah daya tarik utama pgAdmin: pekerjaan DDL yang di terminal harus diketik dari nol, di sini sering bisa dilakukan lewat dialog berisi form — dan pgAdmin menuliskan SQL-nya untuk kita.

Query Tool #

Query Tool adalah editor SQL pgAdmin, dibuka dengan klik kanan pada database lalu memilih Query Tool. Alur kerjanya:

  1. Ketik perintah SQL pada panel editor — pewarnaan sintaks dan pelengkapan nama tabel dan kolom tersedia otomatis.
  2. Jalankan seluruh teks dengan tombol Execute/Play atau tombol F5; teks yang diblok akan dijalankan terpisah dari sisanya.
  3. Hasil query muncul di panel Data Output dalam bentuk grid; pesan error dan jumlah baris yang terpengaruh tampil di panel Messages.
  4. Panel Explain menampilkan rencana eksekusi query dalam bentuk visual, dan History menyimpan daftar perintah yang pernah dijalankan pada sesi tersebut.

Perintah yang dijalankan di Query Tool dikirim langsung ke server sebagai SQL murni. Meta-command psql seperti \dt atau \d pelanggan tidak dikenal di sini — perintah-perintah itu milik psql, bukan bagian dari bahasa SQL. Sebagai gantinya, informasi setara bisa didapat dari pohon Object Browser: struktur tabel dari simpul Columns, daftar database dari pohon server.

Contoh Query untuk Query Tool #

SQL yang kita ketik di Query Tool sama persis dengan SQL yang kita jalankan lewat psql, jadi semua contoh di course ini bisa langsung ditempel ke editor pgAdmin. Sebagai latihan, file berikut membuat tabel kecil, mengisinya, lalu membaca isinya — tempel isinya ke Query Tool pada database latihan Anda, blok seluruh teksnya, lalu tekan F5:

sql demo-query.sql
CREATE TABLE pelanggan (
    id    integer PRIMARY KEY,
    nama  text NOT NULL,
    email text NOT NULL
);

INSERT INTO pelanggan (id, nama, email) VALUES
    (1, 'Budi Santoso', '[email protected]'),
    (2, 'Siti Rahayu', '[email protected]');

SELECT id, nama, email
FROM pelanggan
ORDER BY id;

Output yang Dihasilkan:

text
CREATE TABLE
INSERT 0 2
 id |     nama     |      email       
----+--------------+------------------
  1 | Budi Santoso | [email protected]
  2 | Siti Rahayu  | [email protected]
(2 rows)

Tiga perintah itu menghasilkan keluaran berbeda-beda: CREATE TABLE dan INSERT melaporkan keberhasilan lewat panel Messages, sedangkan SELECT menampilkan barisnya di panel Data Output — dengan isi yang sama seperti hasil di psql karena server yang memprosesnya memang server yang sama.

pgAdmin atau psql #

Keduanya bukan pesaing melainkan pelengkap. Tabel berikut membantu memilih sesuai pekerjaan:

AspekpsqlpgAdmin
MediaTerminalAplikasi grafis / browser
Mengetik SQLInti alat kerjanyaQuery Tool dengan pelengkapan kode
Menjelajahi strukturMeta-command (\dt, \d)Klik pohon Object Browser
Mengedit data barisUPDATE manualGrid View/Edit Data
Menjalankan file skripFlag -f, meta-command \iDialog Open File di Query Tool
Tersedia di server produksiHampir selaluPerlu dipasang dan diamankan khusus
Cocok untuk otomatisasiYa, mudah dibungkus skrip shellTidak dirancang untuk itu

Kebiasaan yang sehat: gunakan pgAdmin untuk eksplorasi dan pekerjaan visual, gunakan psql untuk segala hal yang harus bisa diulang secara otomatis. Ke dua alat itu berbicara ke server yang sama dengan parameter koneksi yang sama — dan memahami parameter koneksi itulah topik chapter berikutnya: Koneksi ke Database Server.

Referensi #

Berkas Sumber

Berkas pendukung halaman ini dapat diunduh dan dijalankan langsung sesuai penjelasan di atas.

demo-query.sql

Unduh berkas
sql
CREATE TABLE pelanggan (
    id    integer PRIMARY KEY,
    nama  text NOT NULL,
    email text NOT NULL
);

INSERT INTO pelanggan (id, nama, email) VALUES
    (1, 'Budi Santoso', '[email protected]'),
    (2, 'Siti Rahayu', '[email protected]');

SELECT id, nama, email
FROM pelanggan
ORDER BY id;