Linux adalah sistem operasi yang paling ramah bagi pengembang PHP: hampir seluruh server produksi menjalankan Linux, dan package manager bawaannya membuat instalasi PHP menjadi urusan satu perintah. Pada chapter ini kita akan memasang PHP beserta ekstensi umum di tiga keluarga distribusi terbesar — Debian/Ubuntu, Fedora, dan Arch Linux — lalu memverifikasi hasilnya dari terminal.

Cara Instalasi Bekerja di Linux #

Setiap keluarga distribusi Linux memiliki package manager sendiri: apt untuk Ubuntu dan Debian, dnf untuk Fedora, serta pacman untuk Arch Linux. Package manager mengunduh berkas paket dari repository resmi, menempatkan program php ke direktori sistem seperti /usr/bin, dan otomatis mendaftarkannya ke PATH sehingga perintah php langsung dikenali dari semua direktori. Konsekuensinya, pembaruan keamanan PHP juga datang bersama pembaruan sistem secara rutin.

Perintah instalasi di bawah memakai sudo karena memasang paket sistem membutuhkan hak administratif. Pastikan akun Anda terdaftar sebagai pengguna dengan hak sudo sebelum mulai.

1. Ubuntu / Debian #

Ubuntu dan Debian memakai apt. Perintah berikut memperbarui daftar paket terlebih dahulu, lalu memasang PHP CLI beserta ekstensi yang akan sering kita pakai:

bash
sudo apt update
sudo apt install php php-cli php-mbstring php-xml php-curl php-sqlite3

Mari kita bedah fungsi setiap paket pada perintah tersebut:

  1. php: paket induk yang menarik PHP versi standar distribusi beserta dependensi intinya.
  2. php-cli: antarmuka baris perintah — program php yang kita panggil dari terminal.
  3. php-mbstring: ekstensi pengolahan string multibyte, wajib untuk teks UTF-8 seperti Bahasa Indonesia dan emoji.
  4. php-xml: ekstensi DOM, SimpleXML, dan XMLReader untuk membaca berkas XML dan HTML.
  5. php-curl: ekstensi untuk melakukan permintaan HTTP ke API eksternal.
  6. php-sqlite3: driver SQLite untuk PDO dan kelas SQLite3 — basis data ringan yang kita pakai di banyak contoh course ini.

Paket-paket di atas cukup untuk seluruh latihan course ini karena semuanya berjalan lewat terminal. Berkas konfigurasi PHP CLI di Ubuntu umumnya berada di /etc/php/8.4/cli/php.ini (angka versi menyesuaikan versi yang dibawa rilis Ubuntu Anda), dan kita akan membahasnya tuntas pada Chapter php.ini .

2. Fedora #

Fedora memakai dnf dan selalu membawa PHP versi terbaru di repository resminya. Jalankan perintah berikut:

bash
sudo dnf install php php-cli php-mbstring php-xml php-curl php-pdo

Paket php-pdo membawa ekstensi PDO beserta driver SQLite-nya — basis data ringan yang kita pakai di banyak contoh course ini. Untuk database MySQL dan PostgreSQL, tersedia paket php-mysqlnd dan php-pgsql yang dapat ditambahkan belakangan saat dibutuhkan. Berkas konfigurasi utama Fedora berada di /etc/php.ini, dengan direktori tambahan /etc/php.d untuk berkas ekstensi.

3. Arch Linux #

Arch Linux memakai pacman dan mengikuti rilis PHP hampir secara langsung:

bash
sudo pacman -S php

Paket php di Arch sudah menyertakan banyak modul sebagai berkas terpisah di /usr/lib/php/modules — di antaranya curl, gd, mbstring, dan sqlite3 — yang cukup diaktifkan lewat berkas php.ini (lihat Chapter Mengaktifkan PHP Extensions ). Ekstensi yang membutuhkan pustaka tambahan, seperti php-intl untuk internationalization, tersedia sebagai paket php-intl yang dipasang terpisah.

Verifikasi Instalasi #

Baik apt, dnf, maupun pacman menempatkan php di /usr/bin/php, jadi verifikasi dari terminal mana pun akan berhasil. Jalankan:

bash
php -v

Output yang Dihasilkan:

text
PHP 8.4.23 (cli) (built: Jul  7 2026 05:22:53) (NTS gcc 14.2.0)
Copyright (c) The PHP Group
Built by static-php-cli 2.8.6
Zend Engine v4.4.23, Copyright (c) Zend Technologies

Keluaran di atas berasal dari komputer tempat materi ini ditulis, jadi tanggal built dan baris penyusun akan berbeda di instalasi Anda — versi paket dari apt misalnya menampilkan versi seperti PHP 8.4.5 dengan baris tambahan Zend OPcache. Angka yang penting Anda perhatikan adalah versi besarnya: pastikan 8.4 atau lebih tinggi.

Selanjutnya, pastikan ekstensi yang kita pasang benar-benar aktif:

bash
php -m | grep -i mbstring

Output yang Dihasilkan:

text
mbstring

Perintah php -m mencetak seluruh ekstensi aktif, satu baris per nama; grep -i mbstring menyaringnya menjadi baris yang memuat kata mbstring saja. Keluaran mbstring di atas membuktikan ekstensi tersebut berhasil dimuat. Bila keluarannya kosong, ekstensi belum aktif — kembali ke perintah instalasi dan periksa apakah ada pesan galat yang terlewat.

Catatan untuk Kebutuhan Web #

Semua contoh course ini berjalan melalui PHP CLI dan server web bawaan, sehingga Anda tidak perlu mengonfigurasi Apache atau Nginx. Bila suatu saat Anda ingin melayani aplikasi PHP di web server sungguhan, pasang php-fpm (sudo apt install php-fpm di Ubuntu) lalu hubungkan dengan Nginx atau Apache. Ingat bahwa PHP CLI dan PHP-FPM membaca berkas php.ini yang berbeda, sehingga perubahan konfigurasi di satu sisi tidak otomatis berlaku di sisi lainnya.

Ringkasan #

Instalasi PHP di Linux berlangsung singkat berkat package manager: satu atau dua perintah menghasilkan php siap pakai beserta ekstensi umum. Ubuntu dan Debian memakai apt, Fedora memakai dnf, dan Arch memakai pacman — semuanya menempatkan interpreter di /usr/bin/php dan mendaftarkannya ke PATH. Pembaca Windows tidak perlu iri; pada chapter berikutnya kita akan membahas instalasi PHP di Windows secara setara.