HTTP bersifat stateless: setiap request dianggap datang dari orang asing. Session dan cookie adalah dua mekanisme yang membuat aplikasi tetap mengingat pengguna. Section ini membahas keduanya dari mekanisme dasarnya, opsi keamanan cookie, konfigurasi session, sampai pola penting seperti session regeneration, flash messages, dan remember-me. Kita menutup dengan perbandingan aplikasi stateless dan stateful sebagai bekal merancang arsitektur.
Pelajari cara HTTP yang stateless bekerja dan mengapa cookies serta sessions diperlukan untuk mengingat pengguna.
Buka → # CookiesPelajari cara membuat, membaca, dan menghapus cookie dengan setcookie() untuk mengingat data pengguna di sisi browser.
Buka → # Cookie OptionsPelajari cara mengatur opsi secure, httponly, dan samesite pada cookie untuk memblokir berbagai serangan.
Buka → # SessionsPelajari cara menyimpan data pengguna di server dengan session_start() dan $_SESSION agar status login bertahan antar-request.
Buka → # Session ConfigurationPelajari cara membaca dan mengubah direktif php.ini untuk session agar sesuai kebutuhan produksi.
Buka → # Session RegenerationPelajari cara mengganti ID session dengan session_regenerate_id() untuk menangkal serangan session fixation.
Buka → # Flash MessagesPelajari cara menampilkan pesan sekali-pakai yang selamat dari redirect dengan pola flash messages berbasis session.
Buka → # Remember-Me PatternsPelajari cara menjaga login tetap aktif berminggu-minggu dengan token selector-validator yang aman di cookie dan database.
Buka → # Session SecurityPelajari cara mengamankan session dari fixation dan pencurian dengan cookie flags, timeout, dan minimisasi data.
Buka → # Stateless vs Stateful ApplicationsPelajari perbedaan aplikasi stateless dan stateful beserta konsekuensinya saat PHP harus dinaikkan skalanya secara horizontal.
Buka →