Setelah membangun framework mini, kini saatnya menilik framework nyata yang menopang sebagian besar proyek PHP dunia. Section ini mengenalkan Laravel dan Symfony sebagai dua raksasa ekosistem — routing, Eloquent, validation, authentication, components — serta Slim sebagai framework mikro yang ringan. Kita menutup dengan kerangka berpikir memilih framework: menimbang kebutuhan proyek, ekosistem, dan kemampuan tim.
Pelajari alasan framework PHP ada, apa yang mereka standarisasi, dan peta lanskap Laravel, Symfony, hingga Slim.
Buka → # Laravel FundamentalsPelajari cara memasang Laravel, membaca struktur proyeknya, dan memakai Artisan, file .env, serta facade untuk memulai pengembangan dengan cepat.
Buka → # Laravel RoutingPelajari cara mendefinisikan route, parameter, named route, grouping, hingga rate limiting di Laravel untuk mengatur seluruh pintu masuk aplikasi.
Buka → # Laravel EloquentPelajari cara memakai Eloquent untuk memetakan tabel database ke model, relasi, query, dan eager loading tanpa menulis SQL manual.
Buka → # Laravel ValidationPelajari cara memvalidasi input di Laravel mulai dari aturan bawaan, Form Request, hingga Rule Object untuk menjaga kualitas data aplikasi.
Buka → # Laravel AuthenticationPelajari cara membangun sistem login Laravel lengkap dari starter kit, guard, middleware auth, policy, hingga token API Sanctum.
Buka → # Symfony FundamentalsPelajari cara membangun aplikasi dengan Symfony: filosofi komponen, routing, controller, services, autowiring, hingga siklus rilis LTS.
Buka → # Symfony ComponentsPelajari cara memakai komponen Symfony secara mandiri melalui Composer untuk memperkuat aplikasi PHP apa pun.
Buka → # Slim FrameworkPelajari cara membangun API ringan dengan Slim Framework di atas standar PSR-7 dan middleware PSR-15.
Buka → # Memilih Framework PHPPelajari cara menimbang faktor tim, proyek, dan ekosistem untuk memilih framework PHP secara rasional.
Buka →