Ketika aplikasi berperilaku aneh, kemampuan menelusuri akar masalah lebih berharga daripada tebakan cepat. Section ini membekali Anda dengan alat observabilitas: membaca stack trace dengan teliti, debugging interaktif dengan Xdebug, serta logging terstruktur dengan level dan konteks. Bagian lanjutan membahas konfigurasi error reporting, application metrics, distributed tracing, dan diagnosis sistem di lingkungan produksi.
Pelajari cara membaca anatomi stack trace PHP untuk menelusuri akar masalah hingga ke baris sumbernya.
Buka → # Debugging dengan XdebugPelajari cara memasang dan mengonfigurasi Xdebug untuk step debugging, profil, dan output diagnostik yang lebih kaya.
Buka → # Breakpoints dan Watch ExpressionsPelajari cara menghentikan eksekusi di titik yang tepat dengan breakpoint dan mengawasi nilai dengan watch expressions.
Buka → # LoggingPelajari cara membangun logging aplikasi PHP yang persisten, mulai dari logger berkas sederhana hingga format JSON lines.
Buka → # Structured LoggingPelajari cara menerapkan structured logging dengan field bernama, correlation ID, dan parsing grep/jq untuk log yang benar-benar bisa ditelusuri.
Buka → # Log Levels dan ContextPelajari cara memilih level log yang tepat dan menyertakan context terstruktur agar setiap kejadian mudah ditelusuri.
Buka → # Error Reporting ConfigurationPelajari cara mengonfigurasi error reporting untuk development, staging, dan production agar error selalu tercatat tanpa membocorkan detail.
Buka → # Application MetricsPelajari cara mengukur kesehatan aplikasi lewat metrics counter, gauge, dan histogram dengan format ekspor Prometheus.
Buka → # TracingPelajari cara mengikuti perjalanan satu request lintas layanan menggunakan trace, span, dan korelasi log.
Buka → # Production DiagnosticsPelajari cara mendiagnosis insiden produksi berbasis bukti: membaca log dengan aman, membandingkan canary, dan menulis postmortem.
Buka →