Arsitektur adalah keputusan tentang menaruh kode di mana, dan keputusan itu menentukan biaya perubahan di masa depan. Section ini membahas prinsip penyusunan aplikasi PHP: separation of concerns, layered architecture, pola controller-service-repository, hingga dependency injection sebagai teknik penyambungan antar lapisan. Kita juga membahas domain modeling, DTO, manajemen konfigurasi, dan proses bootstrap aplikasi, ditutup panduan memilih arsitektur sesuai skala.
Pelajari cara memisahkan penanganan input, logika bisnis, dan output agar aplikasi PHP yang terus berkembang tetap mudah dirawat.
Buka → # Layered ArchitecturePelajari cara menyusun aplikasi PHP menjadi lapisan presentation, application, domain, dan data dengan arah dependensi satu arah.
Buka → # Controller-Service-RepositoryPelajari cara menerapkan layered architecture sebagai trio praktis controller, service, dan repository yang teruji tanpa HTTP.
Buka → # Dependency InjectionPelajari cara menyuntikkan dependency dari luar class agar kode PHP Anda longgar, mudah diuji, dan mudah diganti.
Buka → # Dependency InversionPelajari cara membalik arah dependensi agar modul tingkat tinggi berdiri di atas abstraksi, bukan di atas detail implementasi.
Buka → # Interfaces dan AbstractionsPelajari cara merancang kontrak yang tepat sempit, dimiliki konsumen, dan stabil agar implementasi bisa berganti tanpa guncangan.
Buka → # Domain ModelingPelajari cara memodelkan konsep bisnis sebagai entity, value object, dan aggregate yang membawa perilakunya sendiri.
Buka → # Data Transfer ObjectsPelajari cara mengemas data lintas lapisan dengan DTO readonly, mapper fromArray, dan penempatan validasi yang tepat.
Buka → # Configuration ManagementPelajari cara mengelola konfigurasi aplikasi PHP mulai dari array, environment variable, berkas .env, hingga objek konfigurasi bertipe.
Buka → # Application BootstrapPelajari cara menyusun proses bootstrap aplikasi PHP dari front controller hingga fungsi boot yang eksplisit dan booting malas.
Buka → # Memilih ArsitekturPelajari cara memilih arsitektur yang tepat sesuai ukuran proyek, faktor tim, dan sinyal evolusi agar tidak over- maupun under-engineering.
Buka →