Setiap array NumPy membawa metadata yang menjelaskan bentuk, jumlah dimensi, dan tipe datanya. Section ini membedah atribut-atribut tersebut satu per satu, kemudian menelusuri tipe data numerik, boolean, string, dan object beserta cara konversinya. Di bagian akhir, kita merangkum kaidah praktis memilih tipe data agar program tetap akurat sekaligus hemat memori.
Membaca dan mengubah pemahaman bentuk array lewat atribut shape yang menyimpan panjang setiap dimensinya.
Buka → # Atribut ndimMenghitung jumlah dimensi array dengan atribut ndim dan mengenali hubungannya dengan panjang tuple shape.
Buka → # Atribut sizeMenghitung jumlah total elemen array dengan atribut size dan hubungannya dengan hasil perkalian shape.
Buka → # Atribut dtypeMemeriksa tipe data elemen array lewat atribut dtype dan memahami notasi nama tipe NumPy seperti int64 dan float64.
Buka → # Atribut itemsize dan nbytesMengukur konsumsi memori array per elemen dan total menggunakan atribut itemsize dan nbytes.
Buka → # Tipe Data NumerikMengenal keluarga tipe numerik NumPy: bilangan bulat berbeda lebar, floating point, dan complex beserta rentang nilainya.
Buka → # Tipe Data BooleanMenggunakan tipe bool NumPy pada array, pemicu konversi otomatis dari angka, dan perannya dalam boolean indexing.
Buka → # Tipe Data String dan ObjectMemahami dtype <U untuk string Unicode dan object untuk data campuran beserta konsekuensi performanya.
Buka → # Konversi Tipe DataMengubah tipe data array dengan astype dan parameter dtype, termasuk perilaku saat nilai tidak dapat dikonversi.
Buka → # Memilih Tipe Data yang TepatMerangkum kaidah memilih dtype: kecukupan rentang, kebutuhan presisi, konsumsi memori, dan kompatibilitas operasi.
Buka → # Bilangan KompleksBekerja dengan complex64 dan complex128 beserta real, imag, conj, angle, dan emath untuk perhitungan bilangan kompleks.
Buka → # Aturan Promosi TipeMemprediksi dtype hasil operasi dengan result_type, promote_types, dan can_cast sesuai kaidah promosi tipe NumPy 2.x.
Buka →