Memasang server sendiri di Chapter sebelumnya memberi kita kendali penuh, tetapi tidak semua orang bisa atau ingin mengelola instalasi lokal: kapasitas komputer terbatas, sistem operasi tidak didukung, atau kita hanya butuh database cepat untuk latihan. MongoDB Atlas adalah layanan database resmi MongoDB di cloud — kita membuat cluster lewat peramban, dan urusan server, pembaruan, serta cadangan data ditangani pihak MongoDB. Chapter ini memandu kita membuat cluster gratis tier M0 dari nol sampai mendapatkan connection string yang siap dipakai.
Kapan Memakai Atlas #
Atlas dan instalasi lokal menyelesaikan kebutuhan yang berbeda. Perbandingan singkatnya:
| Aspek | Server Lokal | MongoDB Atlas |
|---|---|---|
| Biaya | Gratis (listrik & RAM kita) | Tier M0 gratis; tier lebih besar berbayar |
| Persiapan | Instalasi + konfigurasi | Hanya akun dan peramban |
| Perawatan | Kita sendiri restart & update | Otomatis oleh MongoDB |
| Koneksi | localhost, tanpa TLS | Internet, wajib TLS dan autentikasi |
| Cocok untuk | Belajar instalasi, kerja luring | Latihan cepat, prototipe, produksi |
Tier M0 adalah cluster gratis selamanya dengan sumber daya bersama. Kapasitasnya cukup untuk belajar: sekitar 512 MB penyimpanan, CPU dan RAM yang dibagi dengan penyewa lain, serta batas jumlah koneksi dan operasi per detik. Angka pasti batas tersebut dapat berubah; halaman Atlas Free and Shared Cluster Limitations pada dokumentasi resmi memuat nilai terkini.
Membuat Akun dan Project #
Seluruh proses dilakukan dari cloud.mongodb.com . Klik Try Free, lalu daftar memakai akun Google, GitHub, atau alamat email. Setelah masuk, Atlas menempatkan kita pada sebuah Organization, dan di dalamnya kita membuat Project — wadah pengelompokan cluster, pengguna, dan konfigurasi jaringan.
Hubungan ketiganya berjenjang:
Diagram di atas memperlihatkan bahwa Organization membungkus Project, Project membungkus cluster beserta pengaturan keamanannya, dan hasil akhir yang kita ambil adalah connection string. Buat project pertama bernama latihan — nama bebas, yang penting mudah dikenali.
Membuat Cluster M0 #
Dari halaman project, klik Build a Database. Atlas menampilkan pilihan beberapa deployment; kita pilih yang bertanda M0 Free. Selanjutnya tentukan tiga hal pada formulir:
- Provider — AWS, Google Cloud, atau Microsoft Azure. Ketiganya setara untuk keperluan belajar.
- Region — pilih region terdekat, misalnya Singapura, agar latensi koneksi kecil.
- Cluster Name — nama bawaan
Cluster0sudah cukup.
Klik Create Deployment dan tunggu beberapa menit sampai status cluster menjadi siap. Proses ini menyiapkan sebuah replika set tiga node di belakang layar — itulah sebabnya connection string Atlas nanti berawalan mongodb+srv://, bukan mongodb://.
Database User dan Network Access #
Sebelum cluster bisa diakses, Atlas menghadirkan Security Quickstart yang meminta dua pengaturan:
Database User. Buat pengguna, misalnya budi, dengan kata sandi yang kuat (pada contoh Course ini ditulis YOUR_PASSWORD). Pengguna database ini berbeda dari akun Atlas kita: pengguna database dipakai oleh mongosh, Compass, dan aplikasi untuk melakukan koneksi, dan biasanya dibuat pada database admin.
Network Access. Atlas secara bawaan menolak semua alamat IP. Klik Add IP Address, lalu pilih My Local IP agar hanya jaringan kita saat ini yang diizinkan.
Kedua pengaturan ini bisa diubah kapan saja lewat menu Database Access dan Network Access di sisi kiri halaman Atlas.
Mengambil Connection String #
Cluster siap dan pengaman beres — saatnya mengambil alamat koneksi. Klik tombol Connect pada halaman cluster, pilih Drivers, lalu salin connection string yang tampil. Bentuknya seperti berikut:
mongodb+srv://budi:[email protected]/?retryWrites=true&w=majorityTiga hal penting dari satu baris tersebut: ganti YOUR_PASSWORD dengan kata sandi database user, awalan mongodb+srv:// memakai DNS untuk menemukan seluruh anggota cluster secara otomatis, dan seluruh parameternya (retryWrites, w) sudah diatur Atlas sebagai nilai yang disarankan. Anatomi lengkap connection string kita bedah pada Chapter khusus.
Simpan string tersebut, lalu uji dengan perintah yang sama seperti server lokal:
mongosh "mongodb+srv://budi:[email protected]/"// mdtest: skip — memerlukan cluster Atlas aktif beserta kredensialnya
db.adminCommand({ ping: 1 })Blok di atas sengaja dilewati pengujian otomatis karena membutuhkan akun dan cluster nyata. Setelah terhubung, perintah db.adminCommand({ ping: 1 }) mengembalikan ok: 1 persis seperti pada server lokal di Chapter Instalasi MongoDB Community — bukti bahwa cluster Atlas hanyalah server MongoDB yang dikelola orang lain.
Rangkuman #
- MongoDB Atlas menyiapkan cluster lewat peramban tanpa instalasi apa pun; hierarkinya Organization → Project → Cluster.
- Tier M0 gratis selamanya: sekitar 512 MB penyimpanan dan sumber daya bersama — cukup untuk seluruh latihan Course ini.
- Dua gerbang keamanan wajib: database user (untuk autentikasi) dan network access IP whitelist (untuk pembatasan alamat).
- Connection string Atlas berawalan
mongodb+srv://dan diambil lewat tombol Connect → Drivers. - Galat koneksi ke Atlas hampir selalu berasal dari kata sandi yang salah atau IP yang belum masuk whitelist.