Chapter Menggunakan MongoDB Atlas pada bagian Persiapan membuat cluster M0 dengan menekan tombol-tombol paling cepat. Untuk kebutuhan produksi, setiap pilihan pada formulir pembuatan cluster punya konsekuensi: tier menentukan biaya dan sumber daya, region menentukan latensi, dan nama cluster menjadi bagian permanen dari hostname. Chapter ini menelusuri alur pembuatan cluster secara sengaja dan hati-hati, lalu menutup dengan jalur alternatif lewat Atlas CLI.
Alur Organization, Project, dan Cluster #
Atlas menata sumber dayanya berjenjang: Organization membungkus Project, dan Project membungkus cluster beserta pengaturan keamanannya. Organization pertama otomatis tersedia saat kita mendaftar; langkah pertama yang perlu dilakukan adalah membuat Project baru, misalnya tokobuku, melalui menu + New Project. Database user dan IP access list dibuat per project, bukan per cluster — semua cluster dalam satu project berbagi daftar pengguna dan aturan jaringan yang sama.
Setelah project terbentuk, tombol besar + Create (berlabel Build a Database) di halaman project membuka pilihan jenis deployment: M0 (Free), Flex, atau Dedicated. Ketiganya sudah kita bandingkan pada Chapter MongoDB Atlas Overview.
Mengisi Formulir Cluster #
Formulir pembuatan cluster meminta empat keputusan utama. Kita isi secara berurutan:
- Tier — pilih kartu M0 untuk latihan, atau Dedicated M10 ke atas untuk produksi. Formulir menampilkan perkiraan biaya per jam untuk tier berbayar.
- Cloud provider dan region — AWS, Google Cloud, atau Azure, lalu region dari daftar yang tersedia. Untuk pengguna di Indonesia, Singapura adalah pilihan aman; Jakarta tersedia pada penyedia tertentu dengan syarat tier yang berbeda.
- Cluster name — misalnya
tokobuku-prod. Nama ini menjadi bagian hostname cluster, jadi gunakan nama yang menjelaskan lingkupnya. - Additional settings — panel lanjutan berisi pilihan versi MongoDB, auto-scaling storage, backup, dan pengaturan lainnya.
Dua pengaturan lanjutan yang penting untuk produksi:
- Continuous backup — hanya tersedia untuk tier Dedicated (M10+). Aktifkan di sini agar snapshot terjadwal tersedia sejak hari pertama.
- Termination Protection — nonaktif secara bawaan; jika diaktifkan, cluster tidak bisa dihapus tanpa menonaktifkan pelindung ini lebih dulu. Sangat berguna untuk cluster produksi agar terhindar dari klik hapus yang tidak disengaja.
Setelah formulir lengkap, tombol Create Deployment memulai provisioning. Atlas kemudian menampilkan Security Quickstart yang menawarkan pembuatan database user dan IP access list — kedua topik ini dibahas tuntas pada dua Chapter berikutnya, jadi kita bisa melewati wizard ini dan mengaturnya secara manual.
Menunggu Provisioning dan UI Utama #
Provisioning M0 biasanya selesai dalam tiga sampai lima menit; cluster Dedicated dengan replika tiga anggota membutuhkan waktu lebih lama. Halaman Database Deployments menampilkan kartu cluster dengan status Creating, lalu berubah menjadi siap ketika proses selesai — indikatornya adalah tombol Connect yang aktif kembali.
UI utama cluster memuat beberapa tab penting: Collections untuk menjelajah data, Metrics untuk grafik operasi dan koneksi, Search untuk konfigurasi Atlas Search, serta tombol Connect yang menjadi gerbang mengambil connection string.
Membuat Cluster lewat Atlas CLI #
Klik-klik di peramban sulit diulang dengan konsisten. Atlas CLI menyediakan jalur skrip untuk seluruh proses di atas — berguna untuk environment yang sering dibuat dan dihapus:
atlas auth login # masuk dengan akun Atlas
atlas projects list # ambil Project ID tujuan
atlas clusters create tokobuku-prod \
--projectId PROJECT_ID_ANDA \
--provider AWS \
--region AP_SOUTHEAST_1 \
--tier M10 \
--tag env=prod
atlas clusters watch tokobuku-prod --projectId PROJECT_ID_ANDAPerintah create menerima parameter yang sama dengan formulir UI: --tier menentukan ukuran, --provider dan --region menentukan lokasi, sedangkan --tag memberi label untuk pelacakan biaya. Perintah watch menahan terminal sampai status cluster siap. Perintah-perintah ini membutuhkan akun Atlas aktif sehingga tidak diuji otomatis di Course ini; rujukan lengkap parameternya ada di halaman atlas clusters create pada dokumentasi Atlas CLI.
Anatomi Hostname Atlas #
Setiap cluster mendapat hostname di domain mongodb.net. Cluster replica set memakai format <nama-cluster>.<kode-project>.mongodb.net, sedangkan cluster sharded memakai pola yang menyertakan nomor shard dan nomor anggota:
const host = "tokobuku-shard-00-01.ab12cd34.mongodb.net"
const pola = /^(?<cluster>[a-z0-9]+)-shard-(?<shard>\d+)-(?<node>\d+)\.(?<kode>[a-z0-9]+)\.mongodb\.net$/
printjson(host.match(pola).groups)Output yang Dihasilkan:
[Object: null prototype] {
cluster: 'tokobuku',
shard: '00',
node: '01',
kode: 'ab12cd34'
}Pola regex di atas memecah hostname menjadi empat bagian: nama cluster, nomor shard, nomor anggota replica set dalam shard tersebut, dan kode unik project. Awalan [Object: null prototype] muncul karena hasil groups adalah objek khusus JavaScript tanpa prototype bawaan — isinya tetap empat pasangan kunci-nilai yang kita harapkan. Kode project tetap sama untuk seluruh host dalam satu cluster — inilah yang memungkinkan mongodb+srv:// menemukan seluruh anggota cluster lewat satu alamat. Bagaimana connection string SRV bekerja dibahas pada Chapter Application Connection.
Rangkuman #
- Alur pembuatan: Organization → Project (
tokobuku) → Build a Database → pilih tier → provider dan region → nama cluster → Create Deployment. - Dua pengaturan lanjutan penting produksi: Continuous backup (khusus M10+) dan Termination Protection (nonaktif bawaan).
- Atlas CLI membuat proses berulang:
atlas clusters createdengan--tier,--provider,--region,--tag, laluatlas clusters watchmenunggu cluster siap. - Hostname sharded memuat nama cluster, nomor shard, nomor anggota, dan kode project; seluruh host berbagi kode project yang sama.