Bab 1 Pengenalan MongoDB
Kenali MongoDB, document database berbasis BSON, dan cara menyimpan data secara fleksibel.
Buka → # Database NoSQLPahami ragam database NoSQL dan posisi MongoDB di dalam keluarganya.
Buka → # MongoDB dan Database RelasionalBandingkan konsep MongoDB dengan tabel, baris, dan join pada database relasional.
Buka → # Use Case MongoDBPelajari skenario yang paling cocok untuk MongoDB beserta contoh penerapannya.
Buka → # Arsitektur MongoDBTelusuri komponen utama MongoDB: mongod, storage engine WiredTiger, dan interface klien.
Buka → # MongoDB Editions dan Deployment OptionsBandingkan Community, Enterprise, dan Atlas beserta opsi deployment self-managed.
Buka → # MongoDB dan EkosistemnyaPetakan tools resmi di sekitar MongoDB, dari mongosh dan Compass hingga drivers.
Buka →Bab 2 Persiapan Lingkungan
Pasang MongoDB Community Server di Linux, macOS, dan Windows lalu jalankan mongod.
Buka → # Menggunakan MongoDB AtlasBuat cluster gratis di MongoDB Atlas sebagai alternatif instalasi lokal.
Buka → # Instalasi mongoshPasang MongoDB Shell (mongosh) untuk berinteraksi dengan server MongoDB.
Buka → # MongoDB CompassKenali GUI resmi MongoDB untuk menjelajahi data tanpa menulis perintah.
Buka → # Menghubungkan ke ServerSambungkan mongosh ke server lokal maupun cluster Atlas.
Buka → # Connection StringBaca dan susun connection string URI MongoDB komponen per komponen.
Buka → # Verifikasi InstalasiPastikan server, shell, dan koneksi bekerja dengan pemeriksaan sederhana.
Buka →Bab 3 Dasar MongoDB
Pahami hierarki penyimpanan MongoDB dan cara database serta collection dibuat.
Buka → # Documents dan BSONKenali format dokumen BSON yang menjadi dasar penyimpanan data MongoDB.
Buka → # Struktur DocumentBedah anatomi document: pasangan field-value, nested documents, dan arrays.
Buka → # Field dan ValuePelajari aturan penamaan field dan ragam nilai yang dapat disimpan.
Buka → # ObjectIdPahami field _id default MongoDB, struktur ObjectId, dan cara membuat identifier sendiri.
Buka → # Nested DocumentsSusun dokumen bersarang untuk merepresentasikan data hierarkis.
Buka → # ArraysSimpan daftar nilai dan dokumen dalam field array beserta cara mengaksesnya.
Buka → # BSON TypesJelajahi tipe data BSON dari string dan number hingga Date, Decimal128, dan BinData.
Buka →Bab 4 MongoDB Shell
Kenali antarmuka mongosh, prompt, dan mode eksekusi perintah.
Buka → # Memilih DatabaseGunakan use untuk berpindah database dan pahami lazy creation di MongoDB.
Buka → # Melihat Database dan CollectionsTampilkan daftar database dan collection dengan show dan helper lainnya.
Buka → # Menjalankan PerintahTulis perintah satu baris dan multi-baris di mongosh lalu baca hasilnya.
Buka → # Menggunakan VariabelSimpan hasil query dalam variabel JavaScript untuk dipakai ulang.
Buka → # Helper MethodsPercepat pekerjaan dengan helper seperti pretty(), it, dan method bawaan collection.
Buka → # Shell Best PracticesTerapkan kebiasaan aman dan produktif saat bekerja di mongosh.
Buka →Bab 5 Operasi CRUD
Simpan satu document ke collection dengan insertOne dan baca hasil tulisnya.
Buka → # insertMany()Simpan banyak document sekaligus dan atur perilaku saat ada data yang gagal.
Buka → # find()Ambil banyak document dengan find() dan pelajari bentuk output cursor-nya.
Buka → # findOne()Ambil satu document pertama yang cocok dengan filter.
Buka → # Query FiltersSusun filter pencarian document berdasarkan kesamaan field dan nilai.
Buka → # Comparison OperatorsBandingkan nilai dengan $eq, $gt, $lt, $gte, $lte, $ne, $in, dan $nin.
Buka → # Logical OperatorsGabungkan kondisi dengan $and, $or, $nor, dan $not.
Buka → # Array Query OperatorsQuery elemen array dengan $all, $elemMatch, dan $size.
Buka → # updateOne()Ubah satu document yang cocok dengan filter menggunakan update operators.
Buka → # updateMany()Ubah banyak document sekaligus dengan satu perintah update.
Buka → # Update OperatorsKuasai $set, $unset, $inc, $push, $pull, dan operator update lainnya.
Buka → # replaceOne()Ganti seluruh isi document dengan dokumen baru melalui replaceOne.
Buka → # deleteOne()Hapus satu document yang cocok dengan filter.
Buka → # deleteMany()Hapus banyak document sekaligus dan pahami risikonya.
Buka → # UpsertGabungkan logika insert dan update dalam satu operasi dengan opsi upsert.
Buka → # Write Concern dan Write ResultsBaca WriteResult dan kendalikan jaminan persistensi lewat writeConcern.
Buka →Bab 6 Query Lanjutan
Batasi field yang dikembalikan query agar payload lebih ringan.
Buka → # SortingUrutkan hasil query dengan sort() dan pahami urutan antar tipe BSON.
Buka → # limit() dan skip()Batasi jumlah hasil dan lompati document untuk kebutuhan paging sederhana.
Buka → # Counting DocumentsHitung document dengan countDocuments() dan estimatedDocumentCount().
Buka → # Distinct ValuesAmbil nilai unik dari satu field di seluruh collection.
Buka → # Querying Nested FieldsAkses field di dalam nested document dengan dot notation.
Buka → # Querying ArraysQuery array secara keseluruhan maupun per elemennya.
Buka → # $elemMatchCocokkan beberapa kondisi pada elemen array yang sama dengan $elemMatch.
Buka → # Regular Expression QueriesCari pola teks dengan $regex dan ketahui dampaknya ke performa.
Buka → # Null dan Missing FieldsBedakan nilai null, field yang hilang, dan $exists saat menyusun query.
Buka → # Dasar Performa QueryKenali biaya COLLSCAN versus IXSCAN sebelum masuk lebih jauh ke indexing.
Buka →Bab 7 Data Modeling
Rancang skema mengikuti pola akses aplikasi, bukan meniru tabel relasional.
Buka → # Embedding vs ReferencingPilih antara menyematkan data terkait atau merujuknya lewat referensi.
Buka → # Relasi One-to-OneModelkan relasi satu-ke-satu dengan embed maupun document terpisah.
Buka → # Relasi One-to-ManyModelkan relasi satu-ke-banyak dengan array embed maupun references.
Buka → # Relasi Many-to-ManyModelkan relasi banyak-ke-banyak dengan array references dua arah.
Buka → # Duplikasi DataKelola redundansi data secara sadar demi kecepatan baca.
Buka → # Document GrowthAntisipasi pertumbuhan document agar tidak menabrak batas 16 MB.
Buka → # Schema Design PatternsKenali rangkaian pola desain skema MongoDB yang teruji di lapangan.
Buka → # Polymorphic PatternSimpan variasi entitas dalam satu collection dengan field pembeda.
Buka → # Subset PatternSimpan subset data paling sering diakses untuk mengendalikan ukuran document.
Buka → # Bucket PatternKelompokkan data deret waktu ke dalam bucket demi efisiensi storage.
Buka → # Outlier PatternTangani entitas ekstrem tanpa merusak skema populasi umum.
Buka → # Computed PatternSimpan hasil perhitungan yang mahal ketika dibaca berulang kali.
Buka → # Memilih Data ModelSusun kerangka keputusan saat memilih strategi pemodelan data.
Buka →Bab 8 Schema Validation
Pahami sifat skema fleksibel MongoDB dan konsekuensinya bagi konsistensi data.
Buka → # Schema Validation OverviewKenali mekanisme validator di level collection untuk menjaga bentuk document.
Buka → # JSON Schema ValidationTulis aturan validasi berstandar JSON Schema dan uji perilakunya.
Buka → # Tipe BSON dalam ValidasiBatasi tipe data field dengan bsonType dari string hingga objectId.
Buka → # Required FieldsWajibkan field tertentu hadir pada setiap document yang ditulis.
Buka → # Aturan Validasi LanjutanGabungkan minimum, maximum, pattern, enum, dan properti bersyarat.
Buka → # Validation LevelsKendalikan seberapa ketat validasi diterapkan dengan validationLevel.
Buka → # Validation ActionsPilih antara menolak document tidak valid atau hanya mencatat peringatan.
Buka → # Evolusi Document SchemaKelola perubahan bentuk document dari waktu ke waktu tanpa migrasi besar-besaran.
Buka →Bab 9 Aggregation
Pahami mengapa aggregation ada ketika find() tidak lagi cukup.
Buka → # Aggregation PipelineSusun pipeline tahap demi tahap yang mengalirkan document sebagai input dan output.
Buka → # $matchSaring document di awal pipeline dengan sintaks yang sama seperti query find().
Buka → # $projectBentuk ulang document: pilih field, hitung field baru, dan atur _id.
Buka → # $set dan $addFieldsTambahkan atau perbarui field tanpa membuang field yang sudah ada.
Buka → # $groupKelompokkan document berdasarkan kunci dan hitung agregat seperti total dan rata-rata.
Buka → # $sortUrutkan document di dalam pipeline sebelum atau sesudah tahap lain.
Buka → # $limit dan $skipBatasi jumlah document yang diproses pipeline pada tahap tertentu.
Buka → # $unwindPecah array menjadi satu document per elemen agar dapat dianalisis.
Buka → # $countHitung jumlah document yang lolos dari tahap pipeline sebelumnya.
Buka → # $lookupGabungkan document dari collection lain sebagai alternatif join.
Buka → # $facetJalankan beberapa pipeline cabang dalam satu eksekusi untuk kebutuhan dashboard.
Buka → # $bucket dan $bucketAutoKelompokkan document ke dalam rentang nilai secara manual maupun otomatis.
Buka → # $replaceRoot dan $replaceWithPromosikan nested document menjadi document utama hasil pipeline.
Buka → # Conditional ExpressionsBentuk logika if-then-else di dalam pipeline dengan $cond dan $switch.
Buka → # Operator TanggalUraikan dan bentuk ulang tanggal dengan $year, $month, dan $dateToString.
Buka → # Operator ArrayOlah array di pipeline dengan $size, $map, $filter, dan $reduce.
Buka → # Operator StringRangkai dan ubah teks dengan $concat, $toUpper, $trim, dan $split.
Buka → # Operator AritmatikaHitung di pipeline dengan $add, $multiply, $divide, $mod, dan $abs.
Buka → # Window FunctionsHitung nilai lintas document tetangga dengan $setWindowFields.
Buka → # $merge dan $outTulis hasil pipeline kembali ke collection untuk dipakai ulang.
Buka → # Performa AggregationOptimalkan pipeline dengan urutan tahap, allowDiskUse, dan index yang tepat.
Buka →Bab 10 Indexing
Ukur dampak collection scan dan lihat bagaimana index mempercepat query.
Buka → # Single Field IndexBuat index satu field dan pahami struktur B-tree di baliknya.
Buka → # Compound IndexBangun index multi-field dan pahami aturan prefix-nya.
Buka → # Multikey IndexIndex elemen array secara otomatis dengan multikey index.
Buka → # Text IndexCari teks bebas dalam berbagai bahasa dengan text index dan $text.
Buka → # Geospatial IndexSiapkan 2d dan 2dsphere index untuk query berbasis lokasi.
Buka → # TTL IndexHapus document otomatis setelah batas waktu dengan TTL index.
Buka → # Unique IndexJamin nilai unik per field dengan unique index.
Buka → # Partial IndexIndex hanya document yang memenuhi kondisi demi efisiensi ruang.
Buka → # Sparse IndexIndex hanya document yang memiliki field tertentu.
Buka → # Wildcard IndexIndex field dinamis tanpa harus menyebutkan namanya satu per satu.
Buka → # Index PropertiesAtur nama index, partialFilterExpression, dan properti lainnya.
Buka → # Index SelectivityUkur seberapa baik index memangkas kandidat hasil query.
Buka → # Index OrderingManfaatkan urutan index untuk memenuhi sort() tanpa langkah tambahan.
Buka → # Covered QueriesPenuhi query sepenuhnya dari index tanpa menyentuh document aslinya.
Buka → # Explain Query PlansBaca query plan dengan explain() untuk memahami strategi eksekusi.
Buka → # Index MaintenancePantau, bangun ulang, dan hapus index dengan aman.
Buka →Bab 11 Relationships dan Consistency
Hubungkan document satu sama lain dengan menyimpan identifier.
Buka → # Manual ReferencesTerapkan pola referensi manual dua langkah: simpan _id lalu query ulang.
Buka → # $lookup untuk JoinGabungkan data dari dua collection dalam satu operasi baca.
Buka → # Atomicity Per DocumentPahami jaminan atomic MongoDB pada level document.
Buka → # Write AtomicityLihat jaminan atomic untuk operasi tulis tunggal di MongoDB.
Buka → # Optimistic ConcurrencyKendalikan update bersamaan dengan filter versi pada document.
Buka → # Transactions OverviewKenali transaksi multi-document dan kapan transaksi benar-benar dibutuhkan.
Buka → # Multi-Document TransactionsJalankan transaksi ACID lintas document dengan session dan API transaksi.
Buka → # Transaction BoundariesRancang batas transaksi yang kecil, cepat, dan tidak saling menunggu.
Buka → # Perancangan KonsistensiPilih kombinasi read concern dan write concern sesuai kebutuhan aplikasi.
Buka →Bab 12 Performance dan Optimization
Pahami cara MongoDB memilih query plan dari kandidat index.
Buka → # Explain Execution StatsBaca statistik eksekusi explain() untuk menemukan sumber kelambatan.
Buka → # Membaca Query PlansTafsirkan output explain: stage, IXSCAN, COLLSCAN, dan FETCH.
Buka → # Analisis Penggunaan IndexTemukan index yang tidak terpakai dengan $indexStats.
Buka → # Analisis Slow QueryTangkap query lambat lewat database profiler.
Buka → # Projection dan Ukuran PayloadKurangi data yang ditransfer dengan projection yang tepat.
Buka → # Strategi PaginationBandingkan skip-based dan range-based pagination untuk data besar.
Buka → # Cursor-Based PaginationTerapkan pagination stabil menggunakan kunci terurut, bukan skip.
Buka → # Connection PoolingKelola pool koneksi aplikasi agar server tidak kelebihan beban.
Buka → # Working Set dan MemoryPahami hubungan working set, cache WiredTiger, dan performa baca.
Buka → # Batas Ukuran DocumentKelola batas 16 MB dan dampaknya terhadap desain skema.
Buka → # Monitoring PerformaPantau metrik kunci server dengan db.serverStatus() dan tool bawaan.
Buka →Bab 13 Keamanan
Bangun fondasi keamanan MongoDB: confidentiality, integrity, dan availability.
Buka → # AuthenticationVerifikasi identitas klien dengan SCRAM dan mekanisme autentikasi lainnya.
Buka → # Database UsersKelola user database: membuat, mengubah password, dan menghapus.
Buka → # Role-Based Access ControlBerikan hak akses berbasis role bawaan maupun role kustom.
Buka → # Least PrivilegeTerapkan prinsip hak minimum pada setiap user aplikasi.
Buka → # Network Access ControlBatasi jangkauan server dengan bindIp dan firewall.
Buka → # TLS dan EnkripsiAktifkan TLS agar lalu lintas klien-server terlindungi.
Buka → # Encryption at RestLindungi data di penyimpanan disk dengan enkripsi at-rest.
Buka → # Encryption in TransitAmankan perpindahan data antar komponen MongoDB.
Buka → # Credential ManagementSimpan dan rotasi kredensial dengan aman lewat environment variable.
Buka → # AuditingCatat aktivitas penting server untuk kebutuhan audit keamanan.
Buka → # Injection AttacksCegah query injection dengan filter berbentuk objek, bukan string.
Buka → # Konfigurasi Koneksi AmanSusun connection string yang aman untuk aplikasi produksi.
Buka → # Security ChecklistAudit konfigurasi MongoDB Anda dengan daftar periksa keamanan.
Buka →Bab 14 Backup dan Recovery
Pilih strategi backup sesuai RPO, RTO, dan arsitektur deployment.
Buka → # mongodump dan mongorestoreBackup dan restore logical dengan pasangan Database Tools klasik.
Buka → # mongoexport dan mongoimportPertukaran data JSON dan CSV — dan harga yang dibayar pada tipe BSON.
Buka → # Atlas BackupsBackup terkelola di MongoDB Atlas: snapshot cloud, jadwal, retensi, dan point-in-time restore.
Buka → # Filesystem SnapshotsBackup level blok yang cepat untuk data besar — dengan syarat konsistensi WiredTiger.
Buka → # Restore TestingBackup yang tak pernah diuji pemulihannya bukan backup — uji berkala dengan checklist nyata.
Buka → # Point-in-Time RecoveryPulihkan database ke menit tepat sebelum kesalahan terjadi dengan snapshot plus replay oplog.
Buka → # Disaster RecoveryDari kehilangan node sampai kesalahan manusia — skenario, peran failover vs backup, dan runbook tim.
Buka → # Backup RetentionKebijakan retensi 3-2-1, rotasi GFS, retensi hukum, biaya penyimpanan, dan enkripsi backup.
Buka →Bab 15 Administration
Kenali file konfigurasi mongod dan parameter pentingnya.
Buka → # Proses Server DatabaseKelola siklus hidup proses mongod dan mongos.
Buka → # Database LogsBaca dan atur log MongoDB untuk diagnosis masalah.
Buka → # Monitoring ServerPantau kesehatan server dengan serverStatus dan currentOp.
Buka → # Storage ManagementKelola dbPath, ukuran data, dan kompresi WiredTiger.
Buka → # Resource UtilizationAwasi CPU, memori, dan I/O yang dikonsumsi MongoDB.
Buka → # Database MaintenanceJalankan compact dan validasi struktur data secara rutin.
Buka → # Status Replica SetPeriksa kesehatan replikasi dengan rs.status() dan rs.printReplicationInfo().
Buka → # Upgrade MongoDBRencanakan peningkatan versi MongoDB dengan aman.
Buka → # Operational ChecklistJalankan daftar periksa operasional harian dan mingguan.
Buka →Bab 16 Replication
Pahami mengapa replikasi penting untuk ketersediaan dan ketahanan data.
Buka → # Arsitektur Replica SetKenali komponen replica set dan mekanisme quorum di baliknya.
Buka → # Primary dan SecondaryBedakan peran node primary dan secondary dalam melayani operasi tulis.
Buka → # OplogTelusuri operation log, jantung sinkronisasi antar anggota replica set.
Buka → # Konfigurasi ReplicationBangun dan ubah konfigurasi replica set dengan rs.initiate() dan rs.reconfig().
Buka → # Elections dan FailoverPahami pemilihan primary baru saat terjadi kegagalan node.
Buka → # Read PreferenceArahkan operasi baca ke primary atau secondary sesuai kebutuhan.
Buka → # Write ConcernTentukan jumlah anggota yang harus mengakui tulisan sebelum dianggap sukses.
Buka → # Read ConcernPilih tingkat konsistensi dan isolasi data yang dibaca.
Buka → # Replication LagUkur dan kurangi jeda replikasi antar anggota replica set.
Buka → # Troubleshooting Replica SetDiagnosis masalah umum replica set dan langkah pemulihannya.
Buka →Bab 17 Sharding
Pahami horizontal scaling dengan memecah data ke banyak shard.
Buka → # Arsitektur Sharded ClusterKenali peran shard, config server, dan mongos dalam satu cluster.
Buka → # Shards, Config Servers, dan mongosBedah tiga komponen utama sharded cluster beserta komunikasinya.
Buka → # Shard KeysPilih shard key yang menentukan distribusi dan rute query.
Buka → # Ranged vs Hashed ShardingBandingkan dua strategi sharding beserta konsekuensinya.
Buka → # Memilih Shard KeyNilai kandidat shard key dari cardinality, frequency, dan monotonicity.
Buka → # Chunk DistributionPahami bagaimana range data dibagi dan berpindah antar shard.
Buka → # BalancingPantau dan kendalikan balancer agar data tersebar merata.
Buka → # Query di Sharded CollectionsLihat perbedaan query targeted dan scatter-gather di cluster.
Buka → # ZonesArahkan range data ke shard tertentu berdasarkan zona geografis atau beban.
Buka → # Troubleshooting ShardingAtasi masalah umum sharded cluster seperti hotspot dan imbalance.
Buka →Bab 18 Search dan Geospatial
Cari kata dan frasa di field teks dengan $text dan $search.
Buka → # Keterbatasan Text IndexKenali batasan text index dan kapan beralih ke Atlas Search.
Buka → # Atlas Search OverviewKenali search engine berbasis Lucene yang terintegrasi di MongoDB Atlas.
Buka → # Data GeospatialSimpan koordinat sebagai legacy coordinate pairs maupun GeoJSON.
Buka → # GeoJSONModelkan point, line, dan polygon dengan format GeoJSON.
Buka → # Geospatial IndexesBangun 2d dan 2dsphere index untuk query geospatial.
Buka → # Query $nearCari lokasi terdekat dan urutkan hasil berdasarkan jarak.
Buka → # Query $geoWithinCari data di dalam area lingkaran, kotak, atau polygon.
Buka → # Data Modeling Berbasis LokasiRancang skema aplikasi berbasis lokasi yang efisien.
Buka →Bab 19 Time Series dan Specialized Collections
Kenali karakteristik data time series dan contoh penerapannya.
Buka → # Time Series CollectionsBuat collection khusus time series yang dioptimalkan untuk data metric.
Buka → # Desain Schema Time SeriesPetakan metafield dan timestamp saat merancang time series collection.
Buka → # Indexing Time SeriesManfaatkan index otomatis dan secondary index di time series.
Buka → # Querying Time SeriesAnalisis data time series dengan filter rentang waktu dan aggregation.
Buka → # Capped CollectionsGunakan collection berukuran tetap yang menimpa data terlama.
Buka → # Change StreamsSaksikan perubahan data secara real-time dengan change streams.
Buka → # Memilih Tipe CollectionBandingkan regular, capped, time series, dan view untuk kebutuhan Anda.
Buka →Bab 20 Change Streams dan Events
Pahami stream perubahan data yang dibangun di atas oplog replica set.
Buka → # Menonton Satu CollectionBuka change stream pada satu collection dan baca event-nya.
Buka → # Menonton Satu DatabasePerluas cakupan stream ke seluruh collection dalam satu database.
Buka → # Struktur Change EventBedah field operationType, ns, documentKey, dan fullDocument.
Buka → # Resume TokensLanjutkan stream dari posisi terakhir dengan resume token.
Buka → # Menangani InterruptionRancang strategi retry saat stream terputus.
Buka → # Event-Driven ArchitectureBangun arsitektur berbasis event di atas change streams.
Buka →Bab 21 Integrasi Aplikasi
Kenali driver resmi berbagai bahasa dan pola umum penggunaannya.
Buka → # Connection LifecyclePahami tahap pembuatan, pemakaian, dan penutupan koneksi aplikasi.
Buka → # Environment ConfigurationKelola konfigurasi koneksi per environment dengan environment variable.
Buka → # Error HandlingTangani error driver: timeout, koneksi gagal, dan duplicate key.
Buka → # Connection PoolingAtur ukuran pool dan antrian agar koneksi aplikasi efisien.
Buka → # CRUD dari AplikasiTerapkan pola CRUD yang aman dari sisi aplikasi.
Buka → # Schema Validation di AplikasiSelaraskan validasi application-level dengan validator collection.
Buka → # Transaksi dari AplikasiJalankan transaksi dengan retry dan penanganan error yang tepat.
Buka → # Repository PatternIsolasi akses data di balik lapisan repository yang mudah diuji.
Buka →Bab 22 MongoDB dengan JavaScript
Pasang driver resmi mongodb untuk Node.js di proyek Anda.
Buka → # Membuat Koneksi DatabaseBuat dan tutup koneksi ke MongoDB dari JavaScript.
Buka → # CRUD dengan JavaScriptJalankan insertOne, find, updateOne, dan deleteOne dari driver.
Buka → # Query dan ProjectionSusun filter dan projection dari sisi driver.
Buka → # Aggregation dengan JavaScriptKirim aggregation pipeline dari aplikasi JavaScript.
Buka → # Cursor dan PaginationKonsumsi cursor driver dan terapkan pagination.
Buka → # Transactions dengan JavaScriptGunakan session dan transaksi dari driver JavaScript.
Buka → # Error Handling dan RetriesTangani error sementara dengan retry yang terkendali.
Buka → # Graceful ShutdownTutup koneksi dengan bersih saat aplikasi berhenti.
Buka →Bab 23 MongoDB dengan Node.js
Susun proyek Node.js yang rapi dengan pemisahan lapisan.
Buka → # Menggunakan MongoDB DriverIntegrasikan driver mongodb langsung ke aplikasi Node.js.
Buka → # Menggunakan MongooseKenalkan ODM Mongoose dan alasan memakainya.
Buka → # Schemas dan Models MongooseDefinisikan schema dan buat model untuk setiap entitas.
Buka → # Validation MongooseValidasi data di level model sebelum menyentuh database.
Buka → # Middleware MongooseHook siklus hidup document untuk logika sebelum dan sesudah simpan.
Buka → # Populate dan ReferencesMuat referensi antar collection dengan populate().
Buka → # Aggregation MongooseJalankan pipeline aggregation dari model Mongoose.
Buka → # Transactions MongooseBungkus operasi banyak model dalam satu transaksi.
Buka → # Driver vs MongooseBandingkan driver murni dan Mongoose untuk memilih sesuai kebutuhan.
Buka →Bab 24 MongoDB dengan Python
Pasang driver resmi pymongo beserta dependensinya.
Buka → # Membuat Koneksi DatabaseBuat MongoClient, uji koneksi, dan tutup dengan rapi.
Buka → # CRUD dengan PythonLakukan operasi CRUD penuh dari PyMongo.
Buka → # Query dan ProjectionTerjemahkan filter dan projection ke bentuk dictionary Python.
Buka → # Aggregation dengan PythonSusun pipeline aggregation sebagai list dictionary Python.
Buka → # Cursor dan PaginationIterasi cursor secara efisien dan terapkan pagination.
Buka → # Transactions dengan PythonGunakan session dan with_transaction di PyMongo.
Buka → # Error HandlingTangani PyMongoError dan exception umum lainnya.
Buka →Bab 25 Deployment dan Cloud
Kenali platform database cloud resmi dari MongoDB.
Buka → # Membuat Cluster AtlasProvision cluster Atlas dari nol sampai siap dipakai.
Buka → # Database AccessKelola database user Atlas dan metode autentikasinya.
Buka → # Network AccessBuka akses jaringan ke cluster dengan IP whitelist.
Buka → # Application ConnectionSambungkan aplikasi ke cluster Atlas dengan driver.
Buka → # Environment SeparationPisahkan environment dev, staging, dan produksi di cloud.
Buka → # Deployment ChecklistDaftar periksa sebelum meluncurkan aplikasi ke produksi.
Buka → # Cloud Cost AwarenessPahami komponen biaya dan cara mengendalikannya.
Buka →Bab 26 Troubleshooting
Diagnosis ECONNREFUSED, timeout, dan kegagalan DNS SRV.
Buka → # Authentication ErrorsAtasi kegagalan autentikasi dan masalah user database.
Buka → # Query ErrorsPerbaiki galat sintaks query dan operator yang tidak dikenal.
Buka → # Validation ErrorsBaca pesan DocumentValidationFailure lalu perbaiki datanya.
Buka → # Duplicate Key ErrorsTangani error E11000 duplicate key dari unique index.
Buka → # Slow QueriesTelusuri query lambat langkah demi langkah.
Buka → # Replication ProblemsDiagnosis replication lag dan node yang tidak sinkron.
Buka → # Storage ProblemsHadapi disk penuh dan masalah data di dbPath.
Buka → # Troubleshooting WorkflowSusun alur diagnosis masalah MongoDB yang sistematis.
Buka →Bab 27 Proyek
Bangun sistem inventaris lengkap: schema produk, operasi CRUD, index pencarian, dan laporan aggregation.
Lihat proyek → # Proyek: Blog dengan MongoDBRancang dan implementasikan penyimpanan data blog: artikel, kategori, comments, hingga pagination.
Lihat proyek → # Proyek: API Manajemen TugasBangun REST API manajemen tugas dengan Node.js dan MongoDB driver.
Lihat proyek → # Proyek: Dashboard AnalitikOlah dataset penjualan menjadi insight dengan aggregation pipeline yang dioptimalkan.
Lihat proyek → # Proyek: Pencarian ProdukImplementasikan fitur pencarian produk dengan text index, filter, dan pagination.
Lihat proyek → # Proyek: Pencatatan Data WaktuBangun pencatatan sensor berbasis time series collection dengan analisis dan retensi data.
Lihat proyek →Bab 28 Sumber Belajar
Navigasikan pusat dokumentasi resmi MongoDB secara efektif.
Buka → # MongoDB ManualManfaatkan MongoDB Manual sebagai referensi utama server.
Buka → # Referensi mongoshGunakan referensi method mongosh saat bekerja di shell.
Buka → # Referensi Query OperatorsTemukan operator query lengkap di halaman referensi resmi.
Buka → # Referensi Aggregation OperatorsJelajahi daftar lengkap tahap dan operator aggregation.
Buka → # Dokumentasi DriversAkses dokumentasi driver untuk tiap bahasa pemrograman.
Buka → # Dokumentasi AtlasTelusuri dokumentasi layanan MongoDB Atlas.
Buka → # Panduan Keamanan MongoDBRujukan resmi praktik keamanan dan hardening MongoDB.
Buka →