Setiap metode numerik dan statistik yang kita bangun sepanjang Course pada akhirnya bermuara pada beberapa rumus inti — satu baris matematika yang menentukan hasil std, polyfit, atau fft. Chapter ini mengumpulkan seluruh rumus tersebut dalam satu halaman rujukan, ditulis dengan notasi polos (bukan notasi LaTeX) supaya mudah dibaca dari layar mana pun. Setiap rumus dilengkapi dua hal yang praktis: kapan rumus itu dipakai, dan fungsi MATLAB mana yang mengimplementasikannya sehingga kita tidak perlu menulis loop manual.

Aljabar Linear #

RumusKapan dipakaiFungsi MATLAB
A*x = b diselesaikan x = A\bsistem persamaan linear, kuadrat maupun overdeterminedoperator \ (mldivide)
least squares: minimalkan sum((y - X*beta).^2)regresi banyak variabel, data lebih banyak daripada parameterX\y, pinv(X)*y
A*v = lambda*vnilai eigen dan vektor eigen — stabilitas sistem, dekomposisi[V, D] = eig(A)
det(A) ~= 0 matriks nonsingularcek kebalikan eksis; det = 0 → galat singulardet(A), rank(A)
norma sqrt(sum(x.^2))ukuran panjang vektor, residu regresinorm(x)

Dua rumus pertama sering dipakai bergantian: A\b bekerja untuk matriks persegi maupun persegi panjang (MATLAB otomatis memilih least squares untuk sistem overdetermined), sedangkan inv(A)*b hanya berlaku untuk matriks persegi nonsingular — dan lebih lambat serta kurang stabil secara numerik. Aturan praktis Course: hampir selalu tulis A\b.

Metode Numerik #

RumusKapan dipakaiFungsi MATLAB
forward difference: (f(x+h) - f(x)) / hturunan di titik tepi data; galat O(h)diff(y) ./ diff(x)
central difference: (f(x+h) - f(x-h)) / (2h)turunan standar; galat O(h^2) — pilihan defaultgradient(y, h)
trapezoid rule: (h/2) * (y1 + 2*y2 + ... + 2*y_(n-1) + yn)integral dari data tabel; galat O(h^2)trapz(x, y)
Newton step: x_baru = x - f(x)/f'(x)cari akar dengan konvergensi kuadratikfzero(f, x0)
bisection: c = (a+b)/2, pertahankan sisi yang tanda fungsinya berubahcari akar dengan jaminan bracket; galat maksimum (b-a)/2fzero(f, [a b])
interpolasi linear: yi = y1 + (y2-y1)*(xi-x1)/(x2-x1)estimasi nilai di antara titik datainterp1(x, y, xi)
regresi linear: slope cov(x, y)/var(x)tren garis lurus pada datapolyfit(x, y, 1)

Pemilihan h pada beda hingga mengikuti tarik ulur dua galat yang kita bedah di Chapter Numerical Differentiation: galat truncation O(h^2) mengecil saat h mengecil, tetapi galat round-off eps/h membesar — titik manisnya sekitar h = 1e-5 untuk data presisi double. Contoh cepat dua rumus di atas:

matlab
x = 0.5; h = 0.1;
ctr = (sin(x+h) - sin(x-h)) / (2*h);
fprintf('central difference cos(0.5): %.7f\n', ctr);
fprintf('nilai eksak                 : %.7f\n', cos(x));

Output yang Dihasilkan:

text
central difference cos(0.5): 0.8761207
nilai eksak                 : 0.8775826

Selisih 0.0014 pada h = 0.1 konsisten dengan galat O(h^2): memperkecil h sepuluh kali akan memperkecil galat seratus kali.

Statistika #

RumusKapan dipakaiFungsi MATLAB
sample std: s = sqrt(sum((x - xbar).^2) / (n-1))sebaran sampel; pembagi n-1 (default MATLAB)std(x)
standard error: se = s / sqrt(n)keraguan sekitar mean sampelstd(x)/sqrt(n)
z-score: z = (x - mu) / sigmastandardisasi nilai ke satuan simpangan bakuzscore (Statistics Toolbox)
CI mean (sigma diketahui): xbar ± 1.96 * sigma/sqrt(n)interval kepercayaan 95%manual, errorbar
CI proporsi: phat ± 1.96 * sqrt(phat*(1-phat)/n)survei biner (puas/tidak puas)manual
t-statistic satu sampel: t = (xbar - mu) / (s/sqrt(n))uji mean terhadap klaimttest(x, mu)
t dua sampel: t = (m1 - m2) / (sp * sqrt(1/n1 + 1/n2))uji beda dua mean independenttest2(x, y)
pooled variance: sp = sqrt(((n1-1)*s1^2 + (n2-1)*s2^2) / (n1+n2-2))gabungan keraguan dua kelompokbagian ttest2
ANOVA: F = MSB / MSW dengan MSB = SSB/(k-1), MSW = SSW/(N-k)bandingkan k >= 3 grup sekaligusanova1(y, group)
eta squared: SSB / SSTukuran efek ANOVA (proporsi variasi)dari struct anova1
R^2: 1 - SSE/SSTseberapa baik model menjelaskan datadari polyfit+polyval
Pearson r: sum((x-mx).*(y-my)) / sqrt(sum((x-mx).^2) * sum((y-my).^2))kekuatan hubungan linear dua variabelcorrcoef(x, y)

Konstanta 1.96 pada interval kepercayaan memotong 2,5% ekor di tiap sisi distribusi normal standar — untuk taraf kepercayaan lain, konstanta itu diganti (1.645 untuk 90%, 2.576 untuk 99%). Fungsi std, corrcoef, dan polyfit di kolom kanan mengimplementasikan rumus persis seperti tertulis, sehingga hasil manual dan hasil fungsi bawaan selalu bisa saling dicek — pola validasi yang kita ulang berkali-kali di Course.

Sinyal dan Frekuensi #

RumusKapan dipakaiFungsi MATLAB
lebar bin DFT: fs / Nresolusi frekuensi spektrumfs/numel(x)
frekuensi bin ke-k: f_k = (k-1) * fs / N, k = 1..Nsumbu frekuensi hasil fftf = fs*(0:N-1)/N
amplitudo satu sisi: 2 * abs(X_k) / Nmembaca amplitudo sinus dari spektrummanual setelah fft
teorema Nyquist: fs > 2 * f_maksmencegah aliasing saat sampling— (aturan desain)
gain moving average panjang L: abs(sin(pi*f*L/fs) / (L*sin(pi*f/fs)))prediksi redaman filter FIR sebelum ujimanual

Kunci membaca fft: fungsi tersebut mengembalikan N komponen kompleks pada frekuensi 0 sampai (N-1)*fs/N, amplitudonya harus dibagi N, lalu komponen frekuensi positif dikalikan dua karena energi tiap frekuensi terbelah simetris ke sisi negatif — kecuali bin DC (k = 1) dan bin Nyquist yang tidak digandakan.

Pertumbuhan dan Bunga #

RumusKapan dipakaiFungsi MATLAB
eksponensial: N(t) = N0 * exp(k*t)pertumbuhan tanpa hambatan; bunga kontinuexp
linearisasi: log(N) = log(N0) + k*tfit eksponensial lewat regresi linearpolyfit(t, log(N), 1)
waktu ganda: t_ganda = ln(2) / k“berapa lama sampai dua kali lipat?”log(2)/k
bunga majemuk: A = P * (1 + r/m)^(m*t)bunga diskrit (bulanan m = 12, dsb.)manual
bunga kontinu: A = P * exp(r*t)limit bunga majemuk; model eksponensialexp
logistik: dN/dt = r*N*(1 - N/K)pertumbuhan berbatas kapasitas Kode45

Dengan laju k = 0.199563 dari chapter Pemodelan Matematika (fit eksponensial data bakteri), waktu ganda populasi adalah log(2)/k = 3.4733 jam — angka yang muncul berulang karena pertumbuhan eksponensial berarti “berlipat dua dalam interval tetap”. Model logistik menggantikan eksponensial justru pada titik itu: saat populasi mendekati K, suku (1 - N/K) memaksa laju menuju nol dan ledakan eksponensial terhenti.

Ringkasan #

Empat tabel rumus ini menutup matematika inti Course: aljabar linear (A\b, least squares, eig), metode numerik (beda hingga, trapezoid, akar persamaan), statistika (sebaran, interval kepercayaan, uji-t, ANOVA, korelasi), sinyal (bin DFT, Nyquist), dan model pertumbuhan (eksponensial, logistik, bunga). Setiap rumus dipasangkan dengan fungsi MATLAB yang mengimplementasikannya — saat hasil fungsi bawaan dan hasil rumus manual berbeda, salah satunya salah, dan selisihnya selalu layak diselidiki.