Semua eksperimen sejauh ini kita lakukan baris demi baris di Command Window — cara kerja yang enak untuk mencoba, tetapi menyiksa untuk diulang. Begitu urutan perintah terbukti benar, kita perlu mengabadikannya menjadi berkas yang dapat dijalankan ulang kapan saja dengan satu panggilan. Berkas itulah yang disebut skrip MATLAB, dan menulis skrip pertama adalah momen kita berpindah dari “memakai kalkulator” menjadi “memprogram”. Chapter ini memandu perpindahan tersebut.
Cakupan materi Chapter ini:
- membuat dan menyimpan berkas
.m; - struktur skrip serta komentar
%dan%%; - menjalankan skrip dari Editor maupun Command Window;
- aturan nama berkas yang valid;
- urutan eksekusi dari atas ke bawah.
Membuat Berkas .m #
Aturannya: skrip MATLAB adalah berkas teks ber-ekstensi .m yang berisi urutan statement — persis perintah yang biasa kita ketik di Command Window, hanya tanpa prompt >>. Mekanismenya: ketika nama skrip dipanggil, interpreter membaca berkas tersebut baris demi baris dan mengeksekusinya seolah kita mengetiknya sendiri; variabel yang lahir masuk ke Workspace seperti biasa.
Langkah membuat skrip pertama:
- Buka Editor lewat tab Home → tombol New Script (atau tekan Ctrl+N).
- Ketik perintah-perintah kita di jendela Editor.
- Simpan dengan Ctrl+S. Kotak dialog meminta nama berkas; beri nama bermakna dan pastikan lokasi penyimpanan adalah current folder.
- Jalankan dengan tombol Run (F5).
Perintah edit namaSkrip di Command Window membuka berkas namaSkrip.m di Editor — dan membuat berkas baru bila belum ada. Karena MATLAB menemukan skrip lewat current folder dan search path (Chapter sebelumnya), menyimpan skrip di current folder membuat skrip tersebut langsung bisa dipanggil.
Struktur Skrip dan Komentar #
Skrip yang baik punya tiga lapis: komentar pembuka yang menjelaskan tujuan, blok kode yang dikelompokkan dengan %%, dan komentar satu baris % yang menjelaskan logika penting. Berikut skrip pertama kita utuh — berkas contoh.m tersedia di bagian bawah halaman:
% contoh.m — Skrip MATLAB pertama.
% Skrip ini menghitung luas lingkaran dan statistik sederhana
% dari sekumpulan nilai ujian.
%% Bagian 1: menghitung luas lingkaran
jariJari = 7;
luas = pi * jariJari^2;
fprintf('Luas lingkaran r=%g : %.4f\n', jariJari, luas);
%% Bagian 2: statistik sederhana data ujian
nilaiUjian = [78 85 92 66 88];
fprintf('Jumlah data : %d\n', numel(nilaiUjian));
fprintf('Rata-rata : %.2f\n', mean(nilaiUjian));
fprintf('Nilai tertinggi : %d\n', max(nilaiUjian));
fprintf('Nilai terendah : %d\n', min(nilaiUjian));Output yang Dihasilkan:
Luas lingkaran r=7 : 153.9380
Jumlah data : 5
Rata-rata : 81.80
Nilai tertinggi : 92
Nilai terendah : 66Mari kita bedah baris-baris kode di atas:
- Baris 1–3 (
% contoh.m — ...): komentar pembuka. Semua teks setelah tanda%sampai akhir baris diabaikan interpreter; komentar ini ditulis untuk manusia — tujuan skrip dibaca dari sini tanpa harus membuka isinya. - Baris 5 (
%% Bagian 1: ...): komentar ganda persen mendefinisikan section — batas blok untuk fitur Run Section di Editor. - Baris 6–8 (
jariJarisampaifprintf): input diberi nama, luas dihitung denganpi * jariJari^2, lalu hasilnya dicetak denganfprintf. Format%gmencetak angka ringkas dan%.4fmembulatkan ke empat angka desimal. - Baris 11 (
nilaiUjian = [78 85 92 66 88]): vektor data ujian dibuat; titik koma di setiap baris menekan echo karena output sudah dirapikan olehfprintf. - Baris 12–15 (
fprintfstatistik): empat baris mencetak statistik vektor —numelmenghitung jumlah elemen,meanrata-rata,maxdanminnilai ekstrem.
Tanda % berlaku di mana pun pada sebuah baris: luas = pi * r^2; % rumus luas menjadikan bagian setelah % sebagai komentar. Aturan praktisnya: komentar menjelaskan mengapa, bukan mengulang apa yang sudah terbaca dari kode.
Menjalankan Skrip #
Dua jalur menjalankan skrip, hasilnya identik. Jalur pertama: dari Editor — tombol Run (F5) menjalankan seluruh berkas, dan tombol Run Section (Ctrl+Enter) menjalankan hanya section tempat kursor berada. Jalur kedua: dari Command Window — ketik nama berkas tanpa ekstensi, lalu tekan Enter:
>> contoh
Luas lingkaran r=7 : 153.9380
Jumlah data : 5
Rata-rata : 81.80
Nilai tertinggi : 92
Nilai terendah : 66Perhatikan dua hal dari sesi tersebut. Pertama, nama berkas contoh.m menjadi sebuah perintah baru bernama contoh — persis itulah cara MATLAB memperlakukan skrip. Kedua, output yang muncul sama persis dengan hasil menjalankan dari Editor; aturan titik koma dan echo berlaku identik karena keduanya dieksekusi oleh interpreter yang sama.
Nama Berkas yang Valid #
Karena nama berkas berubah menjadi nama perintah, nama tersebut harus sah sebagai identifier MATLAB. Tabel berikut merangkum aturannya:
| Aturan | Contoh sah | Contoh bermasalah |
|---|---|---|
| Diawali huruf | luasLingkaran.m | 2luas.m — tidak dapat dipanggil |
| Hanya huruf, angka, garis bawah | hitung_total.m | hitung-total.m — tanda minus dianggap pengurangan saat dipanggil |
| Tidak boleh sama dengan nama fungsi bawaan | statUjian.m | mean.m — menimpa fungsi mean (masalah shadowing) |
| Nama bersifat case-sensitive | DataUjian.m | memanggil dataujian untuk berkas DataUjian.m gagal |
Nama yang ideal singkat, bermakna, dan konsisten gayanya — misalnya selalu camelCase atau selalu snake_case dalam satu proyek.
Urutan Eksekusi dari Atas ke Bawah #
Aturannya: interpreter mengeksekusi skrip mulai baris pertama sampai baris terakhir, berurutan tanpa lompatan. Mekanismenya: galat di satu baris menghentikan eksekusi seketika — baris-baris setelahnya tidak dijalankan, sementara variabel yang sudah terlanjur dibuat tetap tinggal di Workspace.
Konsekuensi urutan tersebut: variabel harus sudah ada sebelum dipakai. Baris fprintf('Rata-rata: %.2f\n', mean(nilaiUjian)) hanya sah jika nilaiUjian sudah dibuat pada baris sebelumnya. Menyusun skrip berarti menyusun urutan definisi dan pemakaian dengan sadar.
Satu efek samping penting: karena skrip berbagi Workspace dengan Command Window, variabel lama dari sesi sebelumnya masih bisa tercampur dengan hasil skrip. Bila kita mengubah definisi sebuah variabel di skrip tetapi baris lama masih memakai nilai sisa dari sesi sebelumnya, hasil terasa “aneh”.
Ringkasan #
Skrip adalah berkas .m berisi urutan statement yang dieksekusi dari atas ke bawah; hasil variabelnya masuk ke Workspace seperti perintah interaktif. Komentar % menjelaskan kode, %% membelah skrip menjadi section untuk Run Section, dan fprintf merapikan output. Skrip dijalankan lewat tombol Run di Editor atau dengan mengetik namanya di Command Window — nama berkas menjadi perintah, sehingga nama harus sah sebagai identifier dan tidak menimpa fungsi bawaan. Simpan skrip di current folder agar langsung dapat dipanggil. Section berikutnya membahas dasar pemrograman MATLAB secara sistematis, dimulai dari variabel dan assignment.