Bab 4 Array dan Matriks

# Konsep Array dan Matriks

Pahami konsep array multidimensi dan matriks di MATLAB: dimensi, ukuran, dan filosofi everything-is-a-matrix.

Buka →
# Membuat Array

Buat array dengan berbagai cara: penulisan langsung, operator colon, linspace, logspace, dan fungsi pembantu.

Buka →
# Membuat Matriks

Buat matriks khusus dengan zeros, ones, eye, diag, dan magic serta pahami kapan masing-masing dipakai.

Buka →
# Indexing

Akses elemen array dan matriks dengan linear indexing dan subscript indexing beserta kata kunci end.

Buka →
# Array Slicing

Ambil potongan array dengan slicing berbasis rentang indeks dan pahami semantik copy-on-write MATLAB.

Buka →
# Logical Indexing

Saring elemen array dengan logical indexing: kondisi boolean langsung sebagai indeks, teknik khas MATLAB.

Buka →
# Mengubah Ukuran Array

Ubah bentuk array dengan reshape, permute, fliplr, flipud, dan rot90 tanpa mengubah data dasarnya.

Buka →
# Concatenation

Gabungkan array secara horizontal dan vertikal dengan operator kurung siku serta fungsi horzcat dan vertcat.

Buka →
# Operasi Elemen Array

Bedakan operasi elemen-per-elemen (dot operator) dari operasi matriks pada perkalian, pembagian, dan pangkat.

Buka →
# Operasi Matriks

Lakukan operasi aljabar linear inti: perkalian matriks, pembagian kiri-kanan, dan transpose.

Buka →
# Broadcasting dan Implicit Expansion

Pahami implicit expansion sejak R2016b: aturan dimensi kompatibel yang membuat array berukuran beda tetap bisa dioperasikan.

Buka →
# Missing Values dan NaN

Tangani missing values NaN di array: propagasinya dalam operasi dan cara mendeteksinya dengan isnan.

Buka →
# Cell Array

Kenalkan cell array: wadah heterogen yang menyimpan tipe berbeda dalam satu array beserta kurung vs kurung kurawal.

Buka →

Bab 9 Visualisasi Data

# Konsep Visualisasi

Pahami anatomi figur MATLAB: figure, axes, dan objek grafis beserta alur berpikir memilih jenis grafik.

Buka →
# Line Plot

Buat line plot dengan plot: beberapa seri, gaya garis, penanda, warna, dan properti yang paling sering dipakai.

Buka →
# Scatter Plot

Visualisasikan hubungan dua variabel dengan scatter dan scatter3 termasuk pewarnaan dan skala penanda.

Buka →
# Bar Chart

Bandingkan kategori dengan bar, barh, dan grouped/stacked bar beserta error bar overlay.

Buka →
# Histogram

Lihat sebaran data dengan histogram dan histogram2: jumlah bin, rentang, normalisasi, dan overlay kurva.

Buka →
# Box Plot

Bandingkan distribusi antar grup dengan boxplot dan boxchart beserta cara membaca kuartil dan outlier.

Buka →
# Pie Chart

Tampilkan proporsi dengan pie dan pie3 beserta kegunaan dan keterbatasannya sebagai visualisasi.

Buka →
# Surface Plot

Visualisasikan permukaan dua variabel dengan surf, mesh, dan waterfall termasuk colormap dan shading.

Buka →
# Contour Plot

Gambarkan garis level dengan contour, contourf, dan contour3 untuk data grid dua dimensi.

Buka →
# Subplot dan Layout

Susun banyak grafik dalam satu figur dengan subplot, tiledlayout, dan nexttile.

Buka →
# Labels, Title, dan Legend

Lengkapi grafik dengan xlabel, ylabel, title, legend, dan text supaya maknanya terbaca tanpa penjelasan tambahan.

Buka →
# Axis Limits dan Scales

Kendalikan sumbu dengan xlim, ylim, skala logaritmik, dan axis equal untuk proporsi yang jujur.

Buka →
# Styling Visualisasi

Rapikan tampilan grafik: colormap, grid, teks anotasi, hold on, dan gaya konsisten antar figur.

Buka →
# Visualisasi Interaktif

Jadikan grafik interaktif dengan data cursor, rotated labels, dan teknik linking antar figur.

Buka →
# Export Figures

Simpan figur ke berkas dengan saveas, print, dan exportgraphics dalam resolusi dan format yang tepat.

Buka →

Bab 12 Statistik dan Analisis Data

Bab 15 Debugging dan Pengujian