Layar hitam adalah gejala yang paling menakutkan padahal paling sering tidak fatal: mesin biasanya tetap hidup, kernel tetap berjalan, dan hanya lapisan grafisnya yang gagal. Refleksi pertama kita bukan menekan tombol power lama, melainkan mencari pintu masuk lain ke sistem. Chapter ini menyusun prosedur saat desktop menolak tampil: berlindung ke TTY, mengumpulkan bukti dari log, lalu memilah penyebabnya lewat tabel gejala — driver GPU, Wayland versus X, atau service display manager.

Langkah Pertama: Berlindung ke TTY #

Kernel Linux menyediakan beberapa konsol teks (TTY) yang berjalan terpisah dari sesi grafis. Kombinasi Ctrl+Alt+F3 hampir selalu memindahkan kita ke TTY kosong yang siap login, karena display manager umumnya menempati TTY1. Tekan kombinasi itu, login dengan username dan password biasa, dan kita kembali mengendalikan mesin secara penuh lewat shell. Berikut contoh tampilan yang menyambut:

text
Debian GNU/Linux 13 laptop-budi tty3

laptop-budi login: budi
Password:
Last login: Thu Jan 15 08:12:44 on tty3
budi@laptop-budi:~$

Membaca Bukti dari TTY #

Dari dalam TTY, tiga pertanyaan menuntun diagnosis: error apa yang dicatat kernel, driver mana yang mengendalikan kartu grafis, dan sejak tahap mana layar menghitam. Tiga perintah baca-saja menjawabnya: journalctl -b -p err menyaring pesan level error sejak boot, lsmod | grep -E 'nouveau|nvidia|amdgpu' memeriksa modul GPU yang termuat, dan lspci -k menunjukkan driver yang benar-benar dipakai kartu. Berikut contoh tampilan keluaran lspci -k pada mesin yang hitam padam setiap kali sesi grafis menyala:

text
01:00.0 VGA compatible controller: NVIDIA Corporation GA106 [GeForce RTX 3060] (rev a1)
        Subsystem: ASUSTeK Computer Inc. Device 87b7
        Kernel driver in use: nouveau
        Kernel modules: nvidiafb, nouveau

Baris Kernel driver in use adalah kuncinya: kartu NVIDIA pada mesin itu dikendalikan driver open source nouveau, padahal pemiliknya memasang driver proprietary nvidia — sinyal klasik bahwa sesi grafis dan driver yang tersedia tidak sehati. Bila sesi memakai X11, satu berkas lagi wajib dibaca: /var/log/Xorg.0.log. Kita latih membacanya dengan fixture yang meniru log mesin korban:

bash
cat > Xorg.0.log <<'AKHIR'
[    12.345] (==) Server flags: logging level 6
[    12.350] (II) LoadModule: "nvidia"
[    12.401] (EE) NVIDIA: Failed to load the NVIDIA kernel module!
[    12.402] (EE) No devices detected.
[    12.500] (II) UnloadModule: "nvidia"
AKHIR
grep -c '(EE)' Xorg.0.log
grep '(EE)' Xorg.0.log | sed 's/^\[ *[0-9.]*\] //'

Output yang Dihasilkan:

text
2
(EE) NVIDIA: Failed to load the NVIDIA kernel module!
(EE) No devices detected.

Setiap baris log Xorg diawali stempel waktu dalam kurung siku, dan baris bermasalah ditandai (EE) (error). Mari kita bedah dua perintah di atas:

  1. grep -c '(EE)' Xorg.0.log: menghitung baris error — dua pada log ini; sistem yang sehat jauh lebih sedikit.
  2. grep '(EE)' ... | sed ...: sed mengupas prefiks stempel waktu dengan pola \[ *[0-9.]*\] agar pesannya terbaca penuh.
  3. Pesan Failed to load the NVIDIA kernel module: modul driver tidak termuat — bermuara pada kesimpulan yang sama dengan temuan lspci di atas.

Tiga Corak Layar Hitam #

Tidak semua layar hitam sama. Tabel berikut memilah tiga corak yang paling sering dilaporkan:

GejalaTitik putus khasLangkah pertama
Hitam sejak boot, layar login tak pernah munculmode setting atau driver GPUboot dengan nomodeset, cek log dari TTY
Login berhasil, lalu hitam dengan kursor membekusesi desktop gagal startpilih sesi Xorg di layar login, restart gdm/lightdm
Desktop tampil, lalu hitam saat aplikasi 3D jalandriver GPU crash saat dipakai renderganti driver, lihat journalctl -b -p err

Corak pertama sering cukup diredakan dengan parameter kernel nomodeset yang menonaktifkan mode setting modern dan memaksa resolusi aman — cara menambahkannya lewat menu GRUB dibahas di Section System Administration , daftar parameternya dirangkum di ArchWiki . Corak ketiga memanggil kasus driver.

Kasus: Driver GPU #

Mesin studi kasus kita memasang driver proprietary NVIDIA, tetapi pembaruan kernel kemarin membuat modulnya berhenti termuat. Dari TTY, pembandingnya cepat: lsmod | grep -E 'nouveau|nvidia' hanya mencetak nouveau. Perbaikannya memasang ulang paket driver agar modul dibangun untuk kernel yang berjalan — sudo apt install --reinstall nvidia-driver di Debian, manajemen paket yang dibedah di Chapter apt dan dpkg . Pemilihan driver NVIDIA dirangkum di ArchWiki dan panduan Debian .

Kasus: Wayland versus X #

Corak kedua — login berhasil lalu layar menghitam dengan kursor beku — sering berarti compositor Wayland gagal menyala di kombinasi driver tertentu, sementara X11 masih sanggup. Uji paling murah tidak butuh terminal: di layar login, klik ikon roda gigi di pojok, lalu pilih sesi Xorg alih-alih Wayland. Bila desktop X11 tampil baik, tersangka utamanya compositor Wayland — perbedaan arsitektur keduanya dibedah di Chapter Display Server dan Wayland . Penonaktifan permanen untuk mesin bermasalah dilakukan lewat /etc/gdm3/daemon.conf dengan WaylandEnable=false, lalu sudo systemctl restart gdm3 dari TTY.

Praktik: Skrip Pilihan Fallback #

Tiga fakta yang kita kumpulkan — mode sesi, driver aktif, corak gejala — cukup untuk menuliskan pilihan fallback sebagai skrip kecil:

bash
cat > pilih-fallback.sh <<'AKHIR'
#!/bin/bash
# Memilih jalur pemulihan display dari tiga fakta keadaan sesi.
mode=$1; driver=$2; gejala=$3
if [ "$gejala" = "hitam-setelah-login" ] && [ "$mode" = "wayland" ]; then
  echo "jalur 1: pilih sesi Xorg di layar login (ikon roda gigi)"
  echo "jalur 2: bila X11 jalan, tersangka utamanya compositor Wayland"
elif [ "$driver" = "nvidia" ] && [ "$gejala" = "hitam-sejak-boot" ]; then
  echo "jalur 1: boot dengan parameter nomodeset dari menu GRUB"
  echo "jalur 2: pasang ulang driver proprietary dari TTY"
else
  echo "jalur 1: dari TTY, kumpulkan journalctl -b -p err"
  echo "jalur 2: periksa /var/log/Xorg.0.log bila sesi memakai X11"
fi
AKHIR
bash pilih-fallback.sh wayland nouveau hitam-setelah-login
bash pilih-fallback.sh x11 nvidia hitam-sejak-boot
bash pilih-fallback.sh wayland amdgpu desktop-lalu-hitam

Output yang Dihasilkan:

text
jalur 1: pilih sesi Xorg di layar login (ikon roda gigi)
jalur 2: bila X11 jalan, tersangka utamanya compositor Wayland
jalur 1: boot dengan parameter nomodeset dari menu GRUB
jalur 2: pasang ulang driver proprietary dari TTY
jalur 1: dari TTY, kumpulkan journalctl -b -p err
jalur 2: periksa /var/log/Xorg.0.log bila sesi memakai X11

Tiga keadaan menghasilkan tiga jalur pemulihan yang berbeda. Bagian penting skripnya:

  1. Tiga argumen: mode, driver, dan gejala dipisah agar tiap fakta bisa diganti sendiri.
  2. Kondisi pertama: corak “hitam setelah login” hanya diarahkan ke jalur Wayland-versus-X bila sesinya memang wayland; pemilik mesin X11 tidak tersesat.
  3. Kondisi kedua: driver nvidia plus hitam sejak boot mengarah ke nomodeset — kombinasi paling sering pada kartu NVIDIA.
  4. Cabang else: keadaan tak dikenal tetap mendapat prosedur pengumpulan bukti, karena diagnosis selalu dimulai dari data.

Layar hitam kehilangan daya gentarnya begitu TTY dikuasai: bukti terkumpul, fallback teruji, dan desktop hampir selalu bisa dikembalikan tanpa instal ulang. Pemasangan ulang driver lewat apt tadi mengingatkan bahwa perbaikan sistem sering bermuara pada manajer paket — dan manajer paket punya deretan error klasiknya sendiri. Kita bedah satu per satu di Chapter Package Manager Errors .