Desktop environment pada dasarnya adalah paket bundling: window manager, panel, file manager, daemon pengaturan, dan segudang aplikasi pendamping yang menyala bersama. Makin lengkap paketnya, makin banyak proses yang hidup dan makin besar RAM yang dibayar — dan di mesin 2 GiB, “lingkungan” bisa memakan hampir separuh memori sebelum satu aplikasi pun dibuka. Chapter ini memetakan pilihan desktop berdasarkan level keringanannya, menyebut jujur fitur apa yang dikorbankan, lalu melatih dua perhitungan: penghematan dari mengganti aplikasi pendamping, dan perbandingan konsumsi RAM antar desktop.

Empat Level Keringanan #

Pilihan desktop untuk perangkat lama tersusun rapi sebagai tangga — naik satu anak tangga berarti lebih ringan, tapi juga lebih banyak yang dikerjakan sendiri:

LevelContohRAM idle (perkiraan)Yang tersediaCocok untuk
LengkapGNOME, KDE Plasma~1 GiBintegrasi total: notifikasi, pencarian, sinkronisasimesin baru yang ingin nyaman
MenengahXfce~600 MiBhampir semua fitur, tanpa animasi mewahpilihan utama perangkat lama
RinganLXQt~400 MiBdesktop Qt yang aktif dikembangkanmesin sangat tua
WM sajaIceWM, Openbox, JWM~200 MiBhanya bingkai jendela; sisanya disusun sendiripower user

Dua catatan melengkapi tabel ini. Pertama, LXDE — desktop ringan legendaris era GTK2 — kini usang dan penerus resminya adalah LXQt, jadi instalasi baru sebaiknya langsung ke LXQt. Kedua, ada kasta yang lebih ekstrem lagi: window manager tiling seperti dwm atau i3, yang menyusun jendela otomatis tanpa tumpang-tindih dan dikendalikan hampir sepenuhnya lewat keyboard — konsumsinya lebih rendah lagi, tetapi cara kerjanya menuntut pembelajaran. Konsep dasar window manager versus desktop environment sudah dibahas di Chapter Desktop Environment ; profil masing-masing menyusul di wiki Arch: Xfce dan wiki Arch: LXQt .

Fitur yang Dikorbankan #

Keringanan selalu dibayar dengan sesuatu, dan lebih jujur menuliskan tagihannya di muka. Yang pertama adalah compositing: efek transparansi dan animasi jendela di Xfce atau LXQt biasanya dimatikan, sehingga tampilan terasa flat dan video kadang tearing. Yang kedua adalah integrasi: notifikasi perangkat lepas-pasang, indeks pencarian file, dan pusat pengaturan menyatu tidak selalu hadir — sebagian harus disetel manual. Yang ketiga khusus untuk level window manager: tidak ada panel, ikon desktop, atau menu aplikasi bawaan; semuanya (panel, launcher, wallpaper) dirakit sendiri lewat program pendamping. Kebanyakan dari yang dikorbankan ini ternyata kosmetik — dan kosmetik persis yang paling murah dikorbankan di mesin yang bergejala.

Aplikasi Pendamping yang Sepadan #

Desktop ringan lazimnya dibundling aplikasi setaranya yang ringan — dan pertukaran aplikasi ini sering menghemat lebih besar daripada pertukaran desktopnya. Kita hitung dari fixture pemetaan aplikasi berat ke penggantinya:

bash
cat > ganti-aplikasi.txt <<'AKHIR'
# aplikasi-berat  pengganti-ringan  hemat-mib
nautilus          pcmanfm             316
gedit             mousepad            231
gnome-terminal    xfce4-terminal       95
libreoffice       abiword             510
AKHIR

awk '$1 !~ /^#/ {
  printf "ganti %-15s dengan %-14s hemat %d MiB\n", $1, $2, $3
  total += $3
}
END {
  printf "%-38s %d MiB\n", "total bila semua diganti:", total
}' ganti-aplikasi.txt

Output yang Dihasilkan:

text
ganti nautilus        dengan pcmanfm        hemat 316 MiB
ganti gedit           dengan mousepad       hemat 231 MiB
ganti gnome-terminal  dengan xfce4-terminal hemat 95 MiB
ganti libreoffice     dengan abiword        hemat 510 MiB
total bila semua diganti:              1152 MiB

Empat aplikasi sehari-hari diganti, total penghematannya 1152 MiB. Bedah awk di atas:

  1. Baris 10 (printf ...): tiap baris data dicetak satu per satu dengan kolom rata kiri (%-15s, %-14s) agar tabel hasil tetap sejajar.
  2. Baris 11 (total += $3): akumulator menjumlahkan kolom hemat — pola yang sama dengan latihan pembersihan di Chapter Optimasi Storage .
  3. Baris 14 (blok END): total dicetak setelah seluruh baris habis dibaca, dengan label yang dipadatkan selebar 38 karakter.
  4. Kolom keempat fixture: pasangan Nautilus–PCManFM (file manager) dan Gedit–Mousepad (editor) adalah padanan paling aman; AbiWord menggantikan LibreOffice Writer hanya untuk dokumen sederhana — dokumen .docx yang kompleks tetap lebih aman dibuka LibreOffice.

Latihan: Membandingkan Konsumsi RAM Desktop #

Tinggal satu hitungan: berapa sebenarnya beda antar level tangga? Kita bandingkan dari fixture konsumsi RAM idle dan gambar batangnya langsung di terminal:

bash
cat > desktop-ram.txt <<'AKHIR'
# desktop  ram-idle-mib
gnome    1180
kde      1020
xfce      610
lxqt      430
icewm     180
AKHIR

awk '$1 !~ /^#/ {
  printf "%-6s %5d MiB ", $1, $2
  for (i = 1; i <= $2 / 100; i++) printf "#"
  printf "\n"
}' desktop-ram.txt

Output yang Dihasilkan:

text
gnome   1180 MiB ###########
kde     1020 MiB ##########
xfce     610 MiB ######
lxqt     430 MiB ####
icewm    180 MiB #

Bedah potongan pentingnya:

  1. Baris 10–14 (blok aksi): dua printf mengapit satu loop; format pertama mencetak label dan angka tanpa baris baru, loop menggambar satu # per 100 MiB, format kedua menutup baris.
  2. Baris 12 (for (i = 1; i <= $2 / 100; i++)): pembagian $2 / 100 di ujung kondisi membuat tinggi batang proporsional — GNOME (1180 MiB) mendapat sebelas tanda, IceWM (180 MiB) cukup satu.
  3. Hasil (jarak antar level): GNOME ke IceWM terpaut kira-kira 1000 MiB — di mesin 2 GiB, itu beda antara “selalu sesak” dan “punya sisa”. Di sisi lain, Xfce ke LXQt “hanya” sekitar 180 MiB: bagi yang butuh fitur, harga Xfce sangat pantas.

Tinggal satu jalan terakhir di section ini. Semua optimasi sejauh ini bekerja selama perangkatnya sendiri masih sehat — tetapi perangkat lama punya pola kerusakan khasnya: debu, baterai menggembung, driver usang. Chapter Troubleshooting Perangkat Lama menutup section dengan tabel gejala dan latihan diagnosis dari metrik.