Flashdisk bootable sudah menunggu di saku, dan sekarang komputer akan kita arahkan untuk menyala ke arah Linux. Kabar baiknya: alur installer Ubuntu dan Debian sangat mirip — bahasa, keyboard, jaringan, partisi, akun user, lalu reboot — sehingga satu kali paham berlaku untuk keduanya. Keputusan paling menentukan ada di layar pemilihan disk, karena di sanalah partisi dibuat dan data lama tertimpa. Pada Chapter ini kita jalani alur lengkapnya dari boot pertama sampai login setelah reboot, lalu merapikan sistem dengan pembaruan awal.

Masuk ke Installer dari Flashdisk #

Tancapkan flashdisk, nyalakan komputer, lalu tekan tombol boot menu — biasanya F12, F11, atau Esc tergantung merek — sebelum logo muncul. Daftar perangkat yang tampil umumnya memuat dua entri untuk flashdisk yang sama: satu berlabel UEFI: dan satu lagi tanpa label. Pilih yang berlabel UEFI: agar instalasi berjalan pada mode boot modern yang sudah kita pilih saat persiapan.

Setelah beberapa detik, layar GRUB installer menampilkan menu seperti Try or Install Ubuntu pada Ubuntu, atau daftar mode grafis/teks pada installer Debian. Pilih opsi install, tunggu desktop live termuat, lalu klik ikon Install untuk memulai proses sungguhan.

Rencana Partisi Minimal di Layar Installer #

Pada layar pemilihan disk, Ubuntu menawarkan tiga jalur: Erase disk and install Ubuntu, Install alongside (dibahas pada Chapter Dual Boot Linux dan Windows), dan Something else untuk partisi manual. Debian menyebut pilihan setara sebagai Guided - use entire disk dan Manual. Jalur terpandu (guided) otomatis membuat skema standar: satu partisi EFI, satu partisi root ext4, ditambah swap — Debian membuat partisi swap terpisah, sedangkan Ubuntu desktop memakai berkas /swapfile di dalam root.

Angka-angka pada tabel rencana partisi dari Chapter Persiapan Instalasi bisa kita lihat dalam wujud purwarupa berkas. Tiga perintah berikut membuat tiga berkas berukuran persis seperti tiga partisi dalam rencana:

bash
truncate -s 512M part-efi.img
truncate -s 4G part-swap.img
truncate -s 40G part-root.img
stat -c '%n %s' part-efi.img part-swap.img part-root.img

Output yang Dihasilkan:

text
part-efi.img 536870912
part-swap.img 4294967296
part-root.img 42949672960

Mari kita telaah baris-baris di atas:

  1. Baris 1 (truncate -s 512M ...): membuat berkas purwarupa partisi EFI berukuran 512 MiB.
  2. Baris 2 dan 3: purwarupa swap 4 GiB dan root 40 GiB — kombinasi nyaman untuk disk 50 GB.
  3. Baris 4 (stat -c '%n %s' ...): mencetak nama dan ukuran dalam byte. Angka 536870912 adalah 512 × 1024 × 1024 — perhatikan bahwa satuan M dan G di dunia partisi berarti MiB dan GiB, bukan juta-miliar desimal.

Berikut contoh tampilan ringkasan yang installer tampilkan sebelum menulis apa pun ke disk:

text
Partition #1:  1024 MB  fat32  EFI System Partition
Partition #2:  7936 MB  swap   swap area
Partition #3:    38 GB  ext4   mounted at /

Bila kita memilih jalur manual, layar yang sama berubah menjadi editor partisi: klik ruang bebas, tombol plus untuk membuat partisi baru, isi ukuran, filesystem, dan titik mount sesuai tabel rencana. Pada instalasi pertama di disk kosong, jalur terpandu jauh lebih santai dan hasilnya sama rapi.

Menjalani Alur Instalasi Ubuntu #

Setelah disk dipilih, sisa alur Ubuntu berjalan santai. Urutan layarnya kira-kira sebagai berikut:

  1. Bahasa tampilan dan tata letak keyboard.
  2. Koneksi Wi-Fi — boleh dilewati, tetapi menyambung membuat installer mengunduh pembaruan selama proses.
  3. Pilihan Normal atau Minimal installation, plus centang Install third-party software untuk codec dan driver Wi-Fi tertutup.
  4. Zona waktu dari deteksi otomatis peta.
  5. Formulir akun: nama lengkap, nama komputer, username, dan password. Akun inilah yang kita pakai login nanti; Ubuntu tidak membuat akun root terpisah dan memakai sudo untuk aksi administratif.
  6. Tunggu salinan berkas selesai, lalu klik Restart now dan cabut flashdisk saat diminta.

Debian menjalankan alur yang setara dengan dua wajah: ISO live memakai installer grafis Calamares yang mirip Ubuntu, sedangkan ISO netinstall memakai debian-installer (d-i) berbasis menu teks — jalur netinstall ini kita bahas tuntas pada Chapter Instalasi Linux di Server. ISO desktop Ubuntu diunduh dari https://ubuntu.com/download/desktop , sedangkan varian live dan netinstall Debian tersedia di https://www.debian.org/CD/ .

Reboot Pertama dan Rapian Awal #

Saat komputer menyala kembali, GRUB menampilkan menu pilihan sistem. Berikut contoh tampilan menu GRUB pada instalasi Ubuntu segar:

text
                     GNU GRUB  version 2.12
Ubuntu
Advanced options for Ubuntu
UEFI Firmware Settings

Tekan Enter atau diamkan beberapa detik agar entri pertama terpilih, login dengan akun yang dibuat tadi, dan desktop pun menyambut. Langkah perapian pertama setelah login adalah memperbarui sistem — penyalinan installer tidak selalu memuat versi paket termutakhir:

bash
sudo apt update && sudo apt upgrade

Perintah ini memperbarui daftar paket lalu meng-upgrade seluruh paket terpasang; mekanisme lengkapnya menjadi materi Section Package Management. Pastikan juga kabel daya tertancang saat proses berlangsung, karena pembaruan yang terputus di tengah jalan adalah salah satu penyebab klasik sistem rusak.

Dengan sistem terpasang dan mutakhir, satu pertanyaan sering muncul: bagaimana bila Windows masih diperlukan dan tidak rela dilepas? Jawabannya adalah memasang keduanya berdampingan — materi Chapter Dual Boot Linux dan Windows.