Setiap kali kita menyimpan file, Linux menempatkannya pada satu pohon direktori raksasa yang berakar pada garis miring / — tidak ada drive C: dan D: seperti di Windows, juga tidak ada volume terpisah yang tampil sebagai “disk” berbeda. Struktur tunggal inilah yang disebut filesystem Linux: satu pohon besar tempat seluruh partisi, flashdisk, dan perangkat penyimpanan lain dipasang (mount) pada cabang tertentu. Menguasai peta pohon ini membuat kita tidak pernah tersesat: cukup tahu file jenis apa hidup di direktori mana, dan kita langsung tahu harus mencari ke mana. Pada Chapter ini kita memetakan direktori-direktori utama dari akar / sampai /var, membangun simulasi pohon mini, lalu membuka file nyata di dalamnya.

Satu Pohon Tunggal yang Berakar pada / #

Direktori paling atas disebut root directory dan ditulis sebagai satu karakter /. Path apa pun di Linux selalu dibaca dari akar tersebut: /home/budi/catatan.txt berarti “mulai dari /, masuk ke home, lalu ke budi, sampai ke file catatan.txt”. Satu-satunya hal yang membuat tanda / istimewa adalah posisinya di awal; sisanya hanyalah nama folder dan file biasa yang dirangkai.

Desain satu pohon ini punya konsekuensi penting untuk perangkat penyimpanan. Ketika flashdisk ditancapkan, isinya tidak muncul sebagai disk baru dengan huruf sendiri, melainkan dipasang pada satu folder di dalam pohon — biasanya di bawah /media — sehingga isinya dijangkau lewat path biasa. Mekanisme mount ini akan kita bedah pada Chapter Mount dan Unmount.

Untuk melihat bentuk pohon secara jelas, kita akan membangun simulasi mini di folder latihan. Struktur berikut meniru beberapa cabang yang paling sering kita singgahi, dengan isi kecil sebagai penghuni contoh:

bash
mkdir -p pohon/home/budi pohon/etc pohon/var/log pohon/tmp
printf 'catatan belajar linux\n' > pohon/home/budi/catatan.txt
printf 'ID=contoh-distro\n' > pohon/etc/os-release
touch pohon/var/log/latihan.log
ls -R pohon

Output yang Dihasilkan:

text
pohon:
etc
home
tmp
var

pohon/etc:
os-release

pohon/home:
budi

pohon/home/budi:
catatan.txt

pohon/tmp:

pohon/var:
log

pohon/var/log:
latihan.log

Mari kita telaah baris-baris di atas:

  1. Baris 1 (mkdir -p pohon/...): membuat seluruh cabang simulasi sekaligus — home/budi, etc, var/log, dan tmp — beserta setiap direktori induk yang dibutuhkan, semuanya di bawah satu folder bernama pohon.
  2. Baris 2-3 (printf ... > ...): menulis dua file contoh: catatan.txt milik user budi dan os-release yang meniru file identitas distro di /etc.
  3. Baris 4 (touch ...): membuat file log kosong sebagai penghuni var/log.
  4. Baris 5 (ls -R pohon): mendaftar isi pohon secara rekursif — setiap direktori dicetak dengan judul nama: diikuti isinya, dan direktori kosong seperti tmp tetap mendapat judul tanpa penghuni.

Urutan penelusurannya berjalan dari atas ke bawah, satu cabang tuntas sebelum pindah ke cabang berikutnya. Alat tree menghasilkan sketsa yang lebih grafis bila terpasang di sistem kita, tetapi ls -R selalu tersedia.

Peta Direktori Utama #

Sistem sesungguhnya memakai nama yang jauh lebih banyak, tetapi dua belas direktori berikut menutup hampir seluruh pekerjaan harian:

DirektoriPeranContoh isi nyata
/homehome directory setiap user biasa/home/budi/catatan.txt
/roothome directory untuk user rootberkas kerja administrator
/etcfile konfigurasi seluruh sistem/etc/os-release
/vardata yang terus berubah saat sistem berjalan/var/log/syslog
/usrprogram dan data milik package manager/usr/bin/ls
/optperangkat lunak tambahan yang terpasang utuh sendiri/opt/nama-aplikasi/
/tmpfile sementara, dikosongkan saat reboothasil antara sebuah skrip
/bootfile untuk proses bootingkernel vmlinuz-*
/devberkas perangkat (device file)/dev/null
/procfilesystem virtual tentang proses dan kernel/proc/version
/mnttitik pemasangan sementara oleh adminpartisi yang sedang diperiksa
/mediatitik pemasangan otomatis media lepas-pasang/media/budi/USBDISK

Kelompok pertama menyimpan data milik orang: /home untuk user biasa dan /root untuk administrator — keduanya dipisah supaya kebiasaan kerja admin tidak bercampur dengan milik user. Kelompok kedua menyimpan data mesin: /etc untuk konfigurasi, /var untuk data yang tumbuh terus (log, antrean cetak, basis data), dan /tmp untuk file singkat yang boleh hilang kapan saja. Kelompok ketiga menyimpan program: /usr diisi oleh package manager, sedangkan /opt menampung aplikasi besar yang datang membawa seluruh foldernya sendiri. Peta ringkas seluruh direktori beserta perincian isinya dirangkum pada halaman manual hier(7) .

Membuka File Nyata di /etc #

Teori di atas bukan sekadar gambaran ideal — sistem yang sedang kita pakai benar-benar menyusun dirinya mengikuti peta tersebut. Sebagai bukti, kita buka /etc/os-release, file kecil berisi identitas distribusi yang hampir selalu jadi rujukan pertama saat kita ingin tahu “Linux apa yang sedang berjalan”:

bash
cat /etc/os-release

Output yang Dihasilkan:

text
PRETTY_NAME="Debian GNU/Linux 13 (trixie)"
NAME="Debian GNU/Linux"
VERSION_ID="13"
VERSION="13 (trixie)"
VERSION_CODENAME=trixie
DEBIAN_VERSION_FULL=13.4
ID=debian
HOME_URL="https://www.debian.org/"
SUPPORT_URL="https://www.debian.org/support"
BUG_REPORT_URL="https://bugs.debian.org/"

Nilai PRETTY_NAME menyimpan nama lengkap distro beserta versinya, ID menyimpan pengenal singkat, dan tiga baris terakhir mengarahkan ke situs resmi distro. Di komputer pembaca, isinya mengikuti distro yang terpasang — Ubuntu menulis dirinya sebagai Ubuntu, Fedora sebagai Fedora — tetapi letaknya tetap sama: file teks di dalam /etc. Kesamaan letak ini bukan kebetulan, melainkan hasil standar tertulis yang menjaga konsistensi antar distro.

Kita sudah mendapat peta lengkap pohon direktori dan menyapa beberapa penghuninya secara langsung. Pertanyaan berikutnya adalah siapa yang menstandarkan letak-letak itu dan mengapa seluruh distro menaatinya — materi Chapter Filesystem Hierarchy Standard.