Setiap perubahan yang kita lakukan di jendela pengaturan — mulai dari tema gelap, ukuran teks, sampai perilaku klik jendela — tersimpan di suatu tempat, dan tempat itu bukan satu lokasi tunggal. Memahami di mana konfigurasi desktop disimpan membuat kita bisa membackup, memindahkan, bahkan mengotomatiskan pengaturan ke banyak komputer sekaligus. Pada Chapter ini kita menuruni tiga lapisan konfigurasi: antarmuka grafis, alat baris perintah gsettings, dan berkas konfigurasi mentah, lalu merangkai semuanya menjadi skrip backup yang bisa diulang.
Tiga Lapisan Konfigurasi Desktop #
Lapisan paling atas adalah jendela pengaturan bawaan desktop environment yang sudah kita kenal pada Chapter Pengaturan Desktop . Lapisan itu nyaman, tetapi lambat kalau kita perlu mengubah sepuluh pengaturan atau ingin hasil yang sama di tiga komputer. Karena itu dua lapisan di bawahnya yang lebih penting untuk dikuasai:
| Lapisan | GNOME | KDE Plasma | Bentuk penyimpanan |
|---|---|---|---|
| Antarmuka grafis | GNOME Settings | System Settings | tidak perlu disentuh langsung |
| Alat command line | gsettings | kreadconfig / kwriteconfig | membaca dan menulis tempat penyimpanan |
| Penyimpanan akhir | database dconf | berkas KConfig (dotfile) | berkas di ~/.config dan sekitarnya |
Perbedaan penyimpanan akhir ini penting. GNOME menumpuk seluruh pengaturannya ke satu database dconf — berkas biner tunggal ~/.config/dconf/user yang tidak dimaksudkan untuk disunting dengan tangan. KDE Plasma memilih pendekatan berlawanan: hampir semua pengaturan berupa berkas teks KConfig bernama kdeglobals atau berakhiran .rc di dalam ~/.config, dan aplikasi GTK membawa berkas pengaturnya sendiri di ~/.config/gtk-3.0/settings.ini.
gsettings: Membaca dan Menulis Skema #
gsettings adalah antarmuka baris perintah menuju database dconf. Polanya dua tingkat: skema mengelompokkan pengaturan sejenis — semuanya berawalan org.gnome — dan setiap skema memuat key bernilai tunggal. Berikut contoh tampilan tiga operasi yang paling sering dipakai pada sesi GNOME:
$ gsettings get org.gnome.desktop.interface gtk-theme
'Adwaita-dark'
$ gsettings set org.gnome.desktop.interface gtk-theme 'Yaru-dark'
$ gsettings reset org.gnome.desktop.interface gtk-theme
Operasi get mencetak nilai key gtk-theme pada skema org.gnome.desktop.interface, operasi set menimpanya dengan nilai baru, dan reset mengembalikan nilai bawaan distro. Nilai string dicetak dengan tanda kutip karena format penyimpanannya adalah GVariant — format serialisasi GLib yang juga mengenal bilangan, boolean, dan array. Skema org.gnome.desktop.interface adalah skema yang paling sering disentuh: color-scheme untuk tema gelap, gtk-theme untuk tema widget, cursor-theme, hingga font-name; gsettings list-schemas memperlihatkan ratusan skema lain yang bisa dijelajahi dengan pola sama. Kekuatan sesungguhnya pola ini ada pada skrip: mengatur puluhan mesin cukup menyalin baris gsettings set yang sama. Kumpulan resepnya dirangkum di halaman tips GNOME ArchWiki
.
dconf dump: Menyelamatkan Konfigurasi GNOME #
Karena database dconf berbentuk biner, isinya tidak bisa dibaca dengan cat. Perintah dconf dump menyelesaikan hal tersebut: database diterjemahkan menjadi teks yang bisa disimpan, lalu dimuat kembali dengan dconf load. Berikut contoh tampilan hasil dconf dump /org/gnome/desktop/ pada sesi yang sudah disesuaikan:
[org/gnome/desktop/interface]
color-scheme='prefer-dark'
gtk-theme='Adwaita-dark'
font-name='Cantarell 11'
[org/gnome/desktop/screensaver]
lock-enabled=trueSetiap tajuk siku menamai satu skema, dan setiap baris di bawahnya adalah pasangan key=nilai dalam format GVariant. Pola backup penuh cukup satu baris: dconf dump / > gnome-backup.ini. Untuk memulihkan, arahkan berkas tersebut kembali ke dconf load /. Pembersihan total juga bisa tanpa backup: dconf reset -f /org/gnome/desktop/ menghapus semua kustomisasi di bawah jalur tersebut dan mengembalikan nilai bawaan distro.
KDE: Berkas KConfig yang Bisa Dibaca #
Di sisi Plasma, seluruh konfigurasi bisa kita buka langsung dengan penyunting teks. Berkas terpenting adalah ~/.config/kdeglobals yang menyimpan warna, tema ikon, dan paket tampilan global. Karena formatnya INI sederhana, kita bisa berlatih strukturnya dengan salinan kecil di folder latihan:
mkdir -p latihan-kde
cat > latihan-kde/kdeglobals <<'EOF'
[General]
ColorScheme=SenjaGelap
[KDE]
LookAndFeelPackage=org.kde.senjagelap.desktop
[Icons]
Theme=breeze-dark
EOF
cat latihan-kde/kdeglobalsOutput yang Dihasilkan:
[General]
ColorScheme=SenjaGelap
[KDE]
LookAndFeelPackage=org.kde.senjagelap.desktop
[Icons]
Theme=breeze-darkMari kita bedah struktur berkas tersebut:
- Baris
[General]: seksi global Plasma;ColorSchemememilih palet warna yang dipakai seluruh aplikasi Qt. - Baris
[KDE]: seksi identitas lingkungan;LookAndFeelPackagemengikat paket tampilan (Global Theme) yang dikelola System Settings. - Baris
[Icons]: seksi tema ikon; nilaibreeze-darkmembuat Plasma memakai varian gelap ikon Breeze. - Baris kosong: pemisah antar seksi — konvensi INI yang juga berlaku bagi berkas GTK dan Wine.
Aplikasi Plasma menambah berkas sendiri seperti ~/.config/kwinrc (window manager) atau ~/.config/plasmarc; semuanya mengikuti pola [Seksi] + key=value yang sama. Alat kreadconfig5 --file kdeglobals --group Icons --key Theme membaca satu key dari command line dan kwriteconfig5 menulisnya — padanan persis gsettings get/set di kamp KDE, seperti dirangkum di halaman KDE ArchWiki
.
GTK: settings.ini untuk Sesi Tanpa GNOME #
Aplikasi GTK tetap perlu tahu tema apa yang harus dipakai walau kita tidak menjalankan GNOME. Jawabannya adalah ~/.config/gtk-3.0/settings.ini — berkas yang dibaca langsung oleh toolkit GTK, sehingga berlaku juga pada Xfce, Openbox, hingga i3. Karena setiap blok latihan dimulai dari folder kosong, berkas contoh dibuat dulu:
mkdir -p ~/.config/gtk-3.0
cat > ~/.config/gtk-3.0/settings.ini <<'EOF'
[Settings]
gtk-theme-name = Adwaita-dark
gtk-application-prefer-dark-theme = true
gtk-icon-theme-name = Adwaita
gtk-font-name = Cantarell 11
EOF
cat ~/.config/gtk-3.0/settings.iniOutput yang Dihasilkan:
[Settings]
gtk-theme-name = Adwaita-dark
gtk-application-prefer-dark-theme = true
gtk-icon-theme-name = Adwaita
gtk-font-name = Cantarell 11Seksi tunggal [Settings] memuat kebijakan global semua aplikasi GTK 3: gtk-theme-name memilih tema widget, baris gtk-application-prefer-dark-theme meminta varian gelap, dua baris terakhir menetapkan ikon dan font bawaan. GTK 4 membaca berkas kembar di ~/.config/gtk-4.0/settings.ini dengan format identik.
Skrip Backup Dotfiles #
Semua jalur di atas bermuara ke satu direktori: ~/.config. Membackup konfigurasi desktop karena itu pada dasarnya adalah menyalin folder tersembunyi di home directory — koleksi berkas yang dikenal sebagai dotfiles. Latihan berikut menyiapkan isi ~/.config mini lalu menyalinnya ke folder berstempel tanggal:
mkdir -p ~/.config/gtk-3.0 ~/.config/xfce4/xfconf/xfce-perchannel-xml
printf '[Settings]\ngtk-theme-name = Adwaita-dark\n' > ~/.config/gtk-3.0/settings.ini
printf '<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>\n<channel name="thunar" version="1.0"/>\n' \
> ~/.config/xfce4/xfconf/xfce-perchannel-xml/thunar.xml
STAMP=$(date -d "2026-01-15" +%F)
cp -r ~/.config "backup-dotfiles-$STAMP"
find "backup-dotfiles-$STAMP" -type f | sortOutput yang Dihasilkan:
backup-dotfiles-2026-01-15/gtk-3.0/settings.ini
backup-dotfiles-2026-01-15/xfce4/xfconf/xfce-perchannel-xml/thunar.xmlTiga perintah pertama membangun isi ~/.config latihan, lalu STAMP=$(date -d "2026-01-15" +%F) membekukan tanggal menjadi 2026-01-15 supaya contoh di halaman ini selalu sama — di komputer kita cukup date +%F untuk stempel hari ini. Perintah cp -r ~/.config "backup-dotfiles-$STAMP" menyalin seluruh isi folder konfigurasi secara rekursif, dan find ... | sort membuktikan hasilnya. Untuk backup rutin yang hanya menyalin berkas berubah, ganti cp -r dengan rsync -a. Praktik memversioning dotfiles dengan git dirangkum di halaman Dotfiles ArchWiki
.
Konfigurasi kini kita pegang dari ujung ke ujung: dari jendela pengaturan, command line, sampai berkas mentah dan foldernya. Lapisan berikutnya yang paling terlihat mata adalah isi konfigurasi itu sendiri — tema, ikon, dan kursor yang menentukan wajah desktop. Kita bahas tuntas pada Chapter Themes dan Icons.