Setiap perintah yang kita jalankan bekerja pada satu lokasi tertentu di dalam pohon direktori, dan lokasi tersebut disebut direktori kerja (working directory). Mengetahui posisi kita, berpindah dengan rapi, dan memeriksa isi folder adalah keterampilan yang dipakai setiap menit di terminal. Pada Chapter ini kita akan menguasai tiga perintah inti navigasi: pwd, cd, dan ls beserta option yang paling berguna.

Mengetahui Posisi dengan pwd #

Perintah pwd (print working directory) mencetak path absolut direktori kerja saat ini. Path absolut selalu dimulai dari akar pohon direktori (/), sehingga hasilnya tidak bergantung pada posisi kita sebelumnya. Mari kita buat folder latihan di home directory lalu masuk ke dalamnya:

bash
mkdir -p latihan-linux/proyek
cd latihan-linux/proyek
pwd

Output yang Dihasilkan:

text
/home/budi/latihan-linux/proyek

Ketiga baris di atas dijalankan berurutan dalam satu sesi terminal. Perintah mkdir -p membuat direktori latihan-linux/proyek sekaligus direktori induknya bila belum ada; cd berpindah ke direktori tersebut; pwd lalu mencetak posisi barunya. Pada komputer kita, path yang tampil akan mengikuti nama user kita sendiri, misalnya /home/siti/latihan-linux/proyek.

Penting dicatat bahwa cd mengubah posisi untuk sesi shell saat ini saja. Membuka jendela terminal baru selalu dimulai dari home directory, dan status perpindahan tidak tersimpan antar sesi. Konsekuensinya, urutan contoh pada bab ini selalu memulai kembali dari home directory agar setiap blok mandiri dan bisa diikuti tanpa bergantung pada blok sebelumnya.

Berpindah dengan cd #

Perintah cd (change directory) menerima satu argumen berupa path tujuan. Path tersebut bo absolut atau relatif terhadap posisi sekarang. Empat bentuk cd yang paling sering dipakai dirangkum pada tabel berikut:

Bentuk perintahArti
cd /etcpindah ke path absolut /etc
cd latihan-linuxpindah ke subdirektori dari posisi sekarang
cd ..naik satu tingkat ke direktori induk
cd atau cd ~pulang ke home directory

Mari kita latih kombinasi naik-turun direktori. Karena setiap blok pada buku ini mandiri, blok berikut membangun ulang struktur foldernya terlebih dahulu:

bash
mkdir -p latihan-linux/proyek/src
cd latihan-linux/proyek/src
pwd
cd ..
pwd

Output yang Dihasilkan:

text
/home/budi/latihan-linux/proyek/src
/home/budi/latihan-linux/proyek

Mari kita telaah baris-baris di atas:

  1. Baris 1 (mkdir -p ...): membuat struktur latihan-linux/proyek/src sekaligus seluruh direktori induk yang dibutuhkan.
  2. Baris 2 (cd latihan-linux/proyek/src): turun dua tingkat menggunakan satu path relatif; shell menggabungkannya dengan posisi sekarang.
  3. Baris 3 (pwd): mencetak posisi setelah turun, yaitu berakhir pada /src.
  4. Baris 4 (cd ..): naik satu tingkat dari src ke proyek. Notasi .. selalu merujuk direktori induk dari posisi saat ini.
  5. Baris 5 (pwd): membuktikan posisi sekarang sudah kembali di direktori proyek.

Notasi .. juga bisa dirangkai, misalnya cd ../.. untuk naik dua tingkat sekaligus. Satu pengecualian yang sering menjebak pemula: cd tanpa argumen membawa kita pulang ke home directory, bukan ke posisi sebelumnya.

Memeriksa Isi dengan ls #

Perintah ls menampilkan isi direktori kerja atau direktori yang diberikan sebagai argumen. Bentuk paling sederhana hanya mencetak nama entri per baris kolom. Untuk latihan, kita isi dulu folder latihan dengan beberapa file dan subdirektori:

bash
mkdir -p latihan-linux/proyek
cd latihan-linux/proyek
mkdir src docs
touch catatan.txt README.md
ls

Output yang Dihasilkan:

text
README.md
catatan.txt
docs
src

Output menampilkan empat entri: dua subdirektori (docs dan src) serta dua file (README.md dan catatan.txt) yang baru saja kita buat. Entri ditampilkan dalam satu baris kolom dengan urutan menaik mengikuti collation locale. Perhatikan bahwa ls polos tidak membedakan mana file dan mana direktori; kita perlu option tambahan untuk itu.

Untuk membedakan jenis dan detail setiap entri, tambahkan option -l (long listing). Tampilan lengkapnya juga memuat waktu modifikasi terakhir yang berbeda-beda di setiap komputer, sehingga contoh berikut diperlihatkan sebagai contoh tampilan, bukan output terverifikasi:

text
total 8
drwxr-xr-x 2 budi budi 4096 Jan 15 08:30 docs
drwxr-xr-x 2 budi budi 4096 Jan 15 08:30 src
-rw-r--r-- 1 budi budi  220 Jan 15 08:31 README.md
-rw-r--r-- 1 budi budi  158 Jan 15 08:31 catatan.txt

Kolom pertama (drwxr-xr-x atau -rw-r--r--) menyandikan jenis entri dan permission — materi yang akan kita bedah tuntas pada Section User dan Permissions. Karakter pertama d berarti direktori dan - berarti file biasa. Option lain yang layak dihafal dirangkum berikut:

OptionKegunaan
ls -lsatu entri per baris lengkap dengan detail
ls -atampilkan juga file tersembunyi berawalan titik
ls -lhsama dengan -l dengan ukuran mudah dibaca (K, M)
ls -Rtelusuri isi subdirektori secara rekursif
ls -1satu entri per baris tanpa detail

Menggabungkan Navigasi dan Pemeriksaan #

Dalam praktik, ketiga perintah ini dipakai berpasangan dalam irama tetap: pwd untuk memastikan posisi, ls untuk melihat isi, cd untuk berpindah. Blok terakhir kita rangkai semuanya sekaligus sebagai penutup latihan:

bash
cd latihan-linux
ls proyek
cd proyek/src
touch utama.sh
ls

Output yang Dihasilkan:

text
utama.sh

Urutan kerjanya: kita pulang ke induk latihan-linux, memeriksa isi proyek dari luar tanpa harus masuk ke dalamnya (ls proyek menerima path sebagai argumen), masuk ke src, membuat file utama.sh, lalu memastikan file tersebut ada. Pola “lihat dulu, baru masuk” seperti ini menghemat banyak perpindahan yang tidak perlu.

Navigasi yang lancar adalah fondasi seluruh pekerjaan di terminal. Setelah nyaman berpindah direktori, langkah alami berikutnya adalah membaca isi file yang kita temukan — materi Chapter Melihat Isi File.