Hampir semua pengguna terminal punya satu perintah panjang yang diketik puluhan kali sehari, dan setiap pengulangan adalah peluang baru untuk salah ketik. bash menyediakan mekanisme alias: nama panggilan pendek yang menggantikan teks perintah tertentu. Pada Chapter ini kita akan membuat alias, memakainya dengan argumen, melihat dan menghapusnya, lalu menyimpannya permanen di konfigurasi shell supaya tetap ada setiap kali terminal dibuka.

Membuat dan Memakai Alias #

Alias didefinisikan dengan pola alias nama='perintah pengganti'. Saat sebuah baris diawali nama alias, bash mengganti teks tersebut dengan isinya sebelum baris dijalankan — penggantian ini bersifat teks, bukan pemanggilan fungsi. Perlu diketahui bahwa bash memperluas alias secara bawaan hanya di shell interaktif; karena contoh buku ini dijalankan ulang oleh skrip, tiap blok mengaktifkan opsi expand_aliases lebih dulu supaya perilakunya sama dengan terminal kita:

bash
shopt -s expand_aliases
alias sapa='echo halo'
sapa
sapa "Budi"

Output yang Dihasilkan:

text
halo
halo Budi

Mari kita bedah baris per barisnya:

  1. Baris 1 (shopt -s expand_aliases): mengaktifkan perluasan alias pada shell non-interaktif; di terminal biasa baris ini tidak diperlukan karena opsinya sudah aktif.
  2. Baris 2 (alias sapa='echo halo'): mendaftarkan nama sapa sebagai pengganti teks echo halo.
  3. Baris 3 (sapa): bash mengganti sapa menjadi echo halo, lalu menjalankannya sehingga tercetak halo.
  4. Baris 4 (sapa "Budi"): argumen yang menyertai alias ditempelkan di belakang teks pengganti, jadi yang dijalankan adalah echo halo "Budi".

Karena penggantiannya berbasis teks, isi alias bisa berupa rangkaian opsi yang panjang, termasuk yang berisi cd. Blok berikut membuat pintasan untuk melompat ke folder kerja:

bash
shopt -s expand_aliases
mkdir -p latihan/proyek
alias proyek='cd latihan/proyek'
proyek
pwd

Output yang Dihasilkan:

text
/home/budi/latihan/proyek

Alias proyek menggantikan dirinya dengan cd latihan/proyek dari home directory, dan pwd membuktikan posisi kita berpindah ke sana. Di komputer pembaca, path yang tercetak mengikuti nama user masing-masing.

Melihat dan Menghapus Alias #

Perintah alias tanpa argumen mencetak seluruh alias yang sedang terdaftar, type mengungkap isi satu alias, dan unalias menghapusnya. Ketiganya dirangkai dalam satu latihan berikut:

bash
shopt -s expand_aliases
alias gs='git status'
alias ll='ls -l'
alias
type ll
unalias ll
type ll 2>/dev/null || echo "ll sudah bukan alias"

Output yang Dihasilkan:

text
alias gs='git status'
alias ll='ls -l'
ll is aliased to `ls -l'
ll sudah bukan alias

Daftar dari alias tampil dalam format yang sama dengan cara mendefinisikannya, sehingga bisa langsung disalin ke file konfigurasi. Setelah unalias ll, nama ll kembali tidak dikenal — type gagal menemukannya, dan pesan cadangan setelah || yang mengambil alih menjelaskan situasinya.

Alias yang Sering Dipakai #

Beberapa alias klasik hampir selalu muncul di ~/.bashrc para pengguna Linux:

AliasFungsi
alias ll='ls -l'daftar file panjang dalam dua huruf
alias gs='git status'status repositori git
alias grep='grep --color=auto'warni hasil pencarian
alias mkdir='mkdir -p'buat direktori induk sekaligus

Alias juga bisa dipakai sebagai lapis keamanan, misalnya alias rm='rm -i' agar rm selalu bertanya dulu sebelum menghapus. Aturan lengkap tentang di mana perluasan alias berlaku dan tidak berlaku dibahas pada bagian Aliases di halaman manual bash(1) .

Menyimpan Alias Permanen #

Alias yang didefinisikan di terminal hidup hanya selama sesi tersebut. Agar tetap tersedia setiap kali terminal dibuka, definisinya dituliskan ke file ~/.bashrc — file konfigurasi yang dibaca bash setiap kali sesi interaktif dimulai:

bash
alias ll='ls -l'
alias gs='git status'
alias grep='grep --color=auto'

Setelah mengedit ~/.bashrc, ketik source ~/.bashrc untuk memuat isinya tanpa membuka jendela terminal baru. Perlakukan daftar alias seperti perangkat pribadi: tambahkan saat sebuah perintah mulai sering diketik, dan hapus yang tak lagi terpakai.

Alias menunjukkan bahwa shell menyimpan preferensi kita dalam bentuk nama-nama kecil. Bentuk penyimpanan yang lebih umum di Linux adalah variabel — dan yang paling berpengaruh bernama PATH, materi Chapter Environment Variables.