Migration membuat perubahan skema database menjadi kode yang terkontrol. Section ini membahas cara kerja migration, tipe kolom, index dan foreign key, mengisi data awal dengan seeder, membuat factory untuk data uji, dan menjaga konsistensi dengan transaction.
Atur koneksi database di config/database.php dan .env, dari SQLite default hingga MySQL dan PostgreSQL.
Buka → # Database ConnectionsPahami koneksi default, koneksi ganda read/write, dan memilih koneksi tertentu saat query.
Buka → # Konsep MigrationPahami masalah perubahan skema manual dan bagaimana migration menjawabnya dengan version control.
Buka → # Membuat MigrationBuat migration dengan artisan make:migration, tulis method up dan down, lalu jalankan migrate.
Buka → # Mengubah Struktur TabelTambah kolom, ubah tipe, dan rename kolom pada tabel yang sudah ada dengan aman.
Buka → # Migration RollbackBatalkan perubahan dengan migrate:rollback, reset, dan refresh, serta memahami batch migration.
Buka → # Column TypesKenali tipe kolom schema builder: string, text, integer, decimal, boolean, date, dan json.
Buka → # Indexes dan ConstraintsTambahkan index, unique, dan composite index agar query tabel besar tetap cepat.
Buka → # Foreign KeysHubungkan tabel dengan foreign key, onDelete cascade, dan constraint restrict agar data tetap konsisten.
Buka → # Database SeedingIsi tabel dengan data awal lewat database seeder yang dijalankan dengan db:seed.
Buka → # Model FactoriesBuat data uji berulang dengan factory definition, state, dan count yang fleksibel.
Buka → # Database TransactionsJalankan beberapa query atomik dengan DB::transaction dan tangani kegagalan dengan rollback.
Buka →