Aplikasi yang tumbuh butuh arsitektur yang tumbuh. Section ini membahas pola menjaga kode Laravel tetap sehat: service container dan provider, dependency injection, service class, repository dan action class, organisasi per domain, konfigurasi terpusat, hingga ciri aplikasi yang mudah dirawat.
Pisahkan tanggung jawab antar layer aplikasi agar perubahan tidak menjalar ke mana-mana.
Buka → # Service ContainerPahami service container sebagai pusat resolusi dependency dan binding di dalamnya.
Buka → # Service ProvidersDaftarkan service, binding, dan middleware lewat provider sebagai titik bootstrap.
Buka → # Dependency InjectionSuntik dependency lewat constructor dan method di seluruh bagian aplikasi.
Buka → # Service ClassesPindahkan logika bisnis ke service class yang bisa dipakai ulang dan diuji.
Buka → # Repository PatternBungkus akses data dalam repository beserta pro dan kontranya di aplikasi Laravel.
Buka → # Action ClassesTulis satu aksi bisnis per class agar alur kerja terlihat dan mudah diuji.
Buka → # Domain OrganizationKelompokkan kode per domain fitur sebagai alternatif struktur default Laravel.
Buka → # Configuration ManagementKelola config dan environment antar stage dengan disiplin konfigurasi terpusat.
Buka → # Avoiding Fat ControllersKenali tanda controller gemuk dan refactor bertahap menuju controller ramping.
Buka → # Maintainable Laravel ApplicationsRangkum praktik menjaga aplikasi Laravel tetap mudah dirawat seiring usia.
Buka →