Android Studio adalah IDE resmi dari Google untuk pengembangan aplikasi Android. Berbasis IntelliJ IDEA, Android Studio sudah menyertakan plugin Kotlin secara default sejak 2017 dan kini menjadi pintu masuk utama developer Kotlin di platform mobile. Pada chapter ini kita akan memasang Android Studio, memastikan plugin Kotlin terbundel aktif, mengelola Android SDK melalui SDK Manager, dan membuat proyek Android Kotlin pertama.
Memasang Android Studio #
Unduh installer resmi dari https://developer.android.com/studio . Halaman tersebut menyediakan versi terbaru Android Studio untuk Windows, macOS, dan Linux.
# Linux: ekstrak tarball ke /opt
sudo tar -xzf android-studio-*.tar.gz -C /opt/
sudo ln -s /opt/android-studio/bin/studio.sh /usr/local/bin/android-studio
# Jalankan dari terminal
android-studioDi macOS dan Windows, jalankan installer .dmg atau .exe yang sudah diunduh.
Setup Wizard Pertama #
Saat pertama kali dijalankan, Android Studio memunculkan Setup Wizard yang memandu konfigurasi awal:
- Import Settings: lewati jika ini pemasangan pertama.
- Install Type: pilih Standard untuk konfigurasi default yang disarankan Google.
- SDK Components Setup: wizard akan mengunduh Android SDK terbaru. Pastikan koneksi internet stabil.
- Verify Settings: klik Finish untuk memulai unduhan komponen SDK.
Proses unduhan ini dapat memakan waktu beberapa menit hingga puluhan menit tergantung kecepatan internet.
Plugin Kotlin Terbundel #
Sejak Android Studio 3.0 (2017), plugin Kotlin sudah terpasang secara default. Verifikasi dengan membuka Settings → Plugins → Installed dan cari entri Kotlin. Semua modul plugin harus aktif dan menampilkan versi terbaru.
SDK Manager #
SDK Manager adalah panel untuk mengelola komponen Android SDK: versi platform, build tools, dan emulator. Akses melalui menu Tools → SDK Manager.
Panel SDK Manager memiliki beberapa tab utama:
| Tab | Isi |
|---|---|
| SDK Platforms | Versi Android (API level) untuk dikompilasi |
| SDK Tools | Build Tools, Platform Tools, Emulator, NDK |
| SDK Update Sites | Daftar sumber unduhan SDK |
Untuk pembelajaran awal, centang Android 14 (API 34) sebagai target platform yang stabil. Build Tools dan Platform Tools akan terpasang otomatis bersama platform.
Membuat Proyek Android Kotlin Baru #
Setelah SDK terpasang, kita dapat membuat proyek Android Kotlin:
- Klik New Project di layar selamat datang.
- Pilih template Empty Activity (Activity tunggal, paling sederhana).
- Konfigurasi proyek:
- Name:
HaloAndroid - Package name:
com.example.haloandroid - Language: Kotlin (penting!)
- Minimum SDK: API 24 (Android 7.0) untuk jangkauan peranti luas
- Name:
- Klik Finish.
Android Studio akan menjalankan Gradle sync pertama, mengunduh dependensi, dan menyiapkan struktur proyek.
Struktur Proyek Android Kotlin #
Struktur proyek Android berbeda dari proyek Kotlin console murni karena mengikuti konvensi Gradle Android.
HaloAndroid/
├── app/
│ ├── src/
│ │ ├── main/
│ │ │ ├── java/com/example/haloandroid/
│ │ │ │ └── MainActivity.kt
│ │ │ ├── res/
│ │ │ │ ├── layout/activity_main.xml
│ │ │ │ └── values/strings.xml
│ │ │ └── AndroidManifest.xml
│ ├── build.gradle.kts
│ └── proguard-rules.pro
├── build.gradle.kts # Build script root
└── settings.gradle.ktsMenjalankan Aplikasi #
Untuk menjalankan aplikasi Android, kita memerlukan peranti fisik (HP dengan USB debugging aktif) atau emulator. Pilihan paling cepat untuk pemula adalah emulator Android.
- Buka Device Manager di toolbar Android Studio.
- Klik Create Device dan pilih profil hardware (mis. Pixel 7).
- Pilih system image (mis. API 34), lalu klik Finish untuk membuat AVD.
- Pilih AVD di dropdown peranti di toolbar.
- Klik tombol Run (segitiga hijau) atau tekan
Shift+F10.
Setelah emulator selesai booting, aplikasi akan otomatis terpasang dan terbuka. Kita akan melihat activity utama dengan tulisan Hello, World!.
Verifikasi Sederhana #
Karena aplikasi Android memerlukan emulator yang lambat dalam pipeline otomatis, kita akan memakai kode konsol sederhana yang merepresentasikan informasi proyek Android. Kode ini dapat dikompilasi dengan kotlinc standar tanpa memerlukan Android SDK.
fun main() {
val ide = "Android Studio"
val bundelKotlin = "plugin Kotlin (bundled)"
val versiSdk = 34
println("IDE : $ide")
println("Plugin : $bundelKotlin")
println("Min SDK : API $versiSdk")
println("Gradle : build.gradle.kts")
println("Proyek Android Kotlin siap dibangun")
}Output yang Dihasilkan:
IDE : Android Studio
Plugin : plugin Kotlin (bundled)
Min SDK : API 34
Gradle : build.gradle.kts
Proyek Android Kotlin siap dibangunMari kita bedah beberapa bagian kode di atas:
val bundelKotlin = "plugin Kotlin (bundled)": variabel read-only yang menyimpan deskripsi plugin. TipeStringdisimpulkan kompilator dari nilai literal.val versiSdk = 34: variabel integer yang menyimpan API level target. TipeIntdisimpulkan dari literal numerik.println("Min SDK : API $versiSdk"): string template menyisipkan nilai variabelversiSdkke dalam teks yang dicetak tanpa perlu penggabungan manual.
Referensi Resmi #
Dokumentasi resmi untuk pengembangan Android dengan Kotlin tersedia di:
Referensi Lanjutan #
- Get started with IntelliJ IDEA — panduan dasar IDE JetBrains yang menjadi pondasi Android Studio
- Android Studio — halaman resmi Android Studio sebagai IDE utama untuk pengembangan Kotlin di Android
Selanjutnya #
Android Studio siap dipakai untuk pengembangan aplikasi mobile. Namun sebelum kita menulis aplikasi nyata, kita perlu memahami bagaimana proyek Kotlin disusun secara standar. Pada chapter berikutnya, Struktur Proyek Kotlin, kita akan membedah layout Gradle, konvensi penamaan file, dan hubungan antara package deklarasi dengan struktur direktori.