Sebelum menulis kode Kotlin, kita perlu memahami apa itu Kotlin, mengapa Jetbrains dan Google mendukungnya, dan bagaimana kompilator Kotlin mengubah kode menjadi bytecode JVM. Section ini membangun fondasi pemahaman tersebut.

# Apa itu Kotlin?

Kenali Kotlin, bahasa pemrograman modern dari JetBrains yang berjalan di atas JVM dan dirancang untuk menjadi lebih ringkas dan aman daripada Java.

Buka →
# Sejarah dan Ekosistem Kotlin

Telusuri perjalanan Kotlin dari Project Kotlin 2011 hingga K2 compiler 2023, dan kenali pemangku kepentingan utama ekosistem Kotlin.

Buka →
# Karakteristik Bahasa Kotlin

Kenali lima ciri utama Kotlin: ringkas, aman, pragmatis, interoperable, dan tool-friendly, serta dukungan tipe statis dan lintas platform.

Buka →
# Kotlin vs Java

Bandingkan Kotlin dan Java secara konkrit lewat data class, null-safety, extension function, smart cast, when, dan coroutines.

Buka →
# Kotlin vs Bahasa Pemrograman Lain

Bandingkan Kotlin dengan Python, Swift, Scala, Go, dan TypeScript untuk memahami posisi uniknya di antara bahasa modern.

Buka →
# Platform dan Target Kompilasi

Pelajari lima target kompilasi Kotlin — JVM, JS, Native, Android, dan WebAssembly — beserta diagram alur kompilasinya.

Buka →
# Kotlin/JVM

Pahami target kompilasi paling matang Kotlin: bagaimana kode Kotlin menjadi bytecode JVM, dibungkus menjadi jar, dan berinteraksi dengan library Java.

Buka →
# Kotlin Multiplatform

Pelajari konsep Kotlin Multiplatform: struktur source set commonMain dan platformMain, mekanisme expect/actual, serta use case utamanya.

Buka →
# Use Case Kotlin

Petakan tujuh bidang utama pemakaian Kotlin — Android, server-side, multiplatform mobile, web, native desktop, scripting, dan data science — beserta perusahaan penggunanya.

Buka →