Sebelum IntelliJ dan VS Code meramaikan panggung, Eclipse sudah menjadi rumah bagi jutaan pengembang Java — dan hingga kini masih dipakai luas di perusahaan, instansi, dan komunitas open source. Eclipse sepenuhnya gratis, open source, dan dikembangkan oleh Eclipse Foundation yang independen. Bagi pembelajar, Eclipse menawarkan pelajaran berharga berupa dua konsep khasnya: workspace sebagai tempat seluruh proyek bernaung, dan perspective sebagai tata letak jendela yang menyesuaikan tugas. Pada Chapter ini kita akan memasang Eclipse, memahami kedua konsep itu, lalu menjalankan program Java pertama di dalamnya.

Mengunduh dan Memasang #

Buka halaman unduhan resmi Eclipse, lalu pilih paket Eclipse IDE for Java Developers — varian yang sudah membundel dukungan Java lengkap, termasuk integrasi Maven dan Git. Paket installer Eclipse (berjalan di atas Java) memandu kita memilih varian tersebut, folder pemasangan, dan JVM yang akan dipakai; pastikan JDK 25 dari Chapter Instalasi JDK terdeteksi pada langkah pemilihan JVM.

Saat pertama kali dibuka, Eclipse menanyakan lokasi workspace — folder induk tempat seluruh proyek kita akan disimpan, misalnya ~/eclipse-workspace. Tentukan lokasi itu sekali, dan setiap sesi berikutnya semua proyek Anda menunggu di sana.

Workspace dan Perspective #

Dua istilah ini adalah kunci merasa betah di Eclipse. Workspace adalah folder kerja yang berisi proyek-proyek beserta pengaturan pribadi Eclipse. Berbeda dari IntelliJ yang membuka satu proyek per jendela, Eclipse memuat seluruh isi workspace sekaligus — cocok bila kita melompat-lompat antar proyek kecil.

Perspective adalah susunan panel yang disiapkan untuk satu jenis pekerjaan. Perspective Java — bawaan saat menulis kode — menampilkan Package Explorer (daftar proyek dan berkas) di kiri, editor di tengah, serta panel Problems dan Console di bawah. Saat kita mulai men-debug, Eclipse otomatis pindah ke perspective Debug dengan panel variabel dan breakpoint. Kita bisa mengganti perspective lewat ikon di pojok kanan atas, atau lewat menu Window → Perspective.

Membuat Proyek dan Class Java #

Mulailah dengan File → New → Java Project. Beri nama latihan-java, biarkan layout default (folder src untuk sumber), lalu pastikan bagian JRE menawarkan lingkungan JavaSE-25. Klik Finish, dan proyek muncul di Package Explorer.

Selanjutnya, klik kanan folder src → New → Class. Pada dialog yang muncul, isi nama SapaanEclipse dan centang opsi public static void main(String[] args) agar kerangka method utama dibuatkan otomatis. Lengkapi editornya dengan program berikut:

public class SapaanEclipse {
    public static void main(String[] args) {
        String[] fitur = {"Package Explorer", "Content Assist", "Console"};

        for (int i = 0; i < fitur.length; i++) {
            System.out.println((i + 1) + ". " + fitur[i]);
        }
    }
}

Output yang Dihasilkan:

text
1. Package Explorer
2. Content Assist
3. Console

Program ini memakai perulangan for klasik — berbeda dari for-each pada chapter sebelumnya — dengan penghitung i yang bergerak dari nol hingga batas fitur.length. Ekspresi (i + 1) + ". " + fitur[i] menggabungkan nomor urut dengan nama fitur, sehingga setiap baris keluaran sudah bernomor sejak dicetak.

Menjalankan Program dan Fitur Sehari-hari #

Tekan tombol Run (lingkaran hijau dengan tanda putar) di bilah alat, atau klik kanan di editor lalu Run As → Java Application. Panel Console di bagian bawah menggantikan terminal kita: keluaran program — tiga baris bernomor persis seperti blok “Output yang Dihasilkan” di atas — muncul di sana, lengkap dengan tombol untuk menghentikan dan menjalankan ulang program.

Fitur Eclipse yang paling sering dipakai sehari-hari:

FiturPemanggilanManfaat
Content AssistCtrl+SpaceMelengkapi kode dan mengusulkan method
Quick FixCtrl+1 pada kode bergalatMenawarkan perbaikan pada masalah terdeteksi
RenameAlt+Shift+R pada identifierMengganti nama di seluruh rujukan proyek
Run ulangCtrl+F11Menjalankan program terakhir kembali

Satu kebiasaan kecil yang membantu di Eclipse: simpan berkas dengan Ctrl+S setiap selesai menyunting. Karena kompilasi otomatis terjadi saat penyimpanan, panel Problems selalu mencerminkan kondisi terbaru kode kita.

Tiga IDE kini telah kita kenal bergiliran — dan yang manapun pilihan Anda, semuanya menuntut satu hal yang sama: proyek yang tertata rapi. Chapter Struktur Proyek Java menutup Section ini dengan tata letak standar yang dipakai seluruh dunia Java, dari folder src sederhana hingga struktur Maven yang menjadi standar industri.

Referensi #

Berkas Sumber

Berkas pendukung halaman ini dapat diunduh dan dijalankan langsung sesuai penjelasan di atas.

SapaanEclipse.java

Unduh berkas
java
public class SapaanEclipse {
    public static void main(String[] args) {
        String[] fitur = {"Package Explorer", "Content Assist", "Console"};

        for (int i = 0; i < fitur.length; i++) {
            System.out.println((i + 1) + ". " + fitur[i]);
        }
    }
}