Untuk menulis dan menjalankan program Java, komputer kita membutuhkan satu perangkat lunak inti: Java Development Kit (JDK). JDK membundel compiler javac, runtime berisi Java Virtual Machine (JVM), pustaka standar, serta berbagai alat bantu pengembangan. Tanpa JDK, kita hanya bisa menjalankan program Java milik orang lain, tetapi tidak bisa membuat program sendiri. Pada Chapter ini kita akan memilih distribusi JDK yang tepat, memasangnya di Linux, macOS, atau Windows, lalu memverifikasi bahwa instalasi tersebut benar-benar siap dipakai.
Apa yang Kita Pasang #
Ringkasan singkat dari Section Pengenalan Java: JDK adalah superset dari JRE. JRE (Java Runtime Environment) hanya berisi JVM dan pustaka untuk menjalankan program, sedangkan JDK menambahkan peralatan untuk membangun program — compiler javac, alat pengemas jar, dan konsol interaktif jshell. Karena peran kita adalah pengembang, kita memasang JDK, bukan JRE.
Course ini memin Java 25, sebuah rilis Long-Term Support (LTS). Rilis LTS menerima pembaruan keamanan selama bertahun-tahun sehingga cocok untuk belajar sekaligus dipakai di proyek nyata. Versi LTS lain yang masih banyak dipakai di industri adalah 17 dan 21.
Memilih Distribusi JDK #
“Java 25” tersedia dari beberapa pemberi distribusi. Kode sumbernya sama-sama berasal dari proyek open source OpenJDK; yang berbeda hanyalah siapa yang mengemas dan mendukung biner tersebut:
| Distribusi | Pemberi | Karakteristik |
|---|---|---|
| Oracle JDK | Oracle | Build resmi Oracle dengan lisensi NFTC (gratis dipakai di produksi) |
| Eclipse Temurin | Eclipse Adoptium | Build OpenJDK gratis, populer untuk belajar dan server |
| Amazon Corretto | Amazon | Build OpenJDK dengan dukungan jangka panjang Amazon |
| Azul Zulu | Azul Systems | Build OpenJDK dengan dukungan komersial opsional |
Semua distribusi lolos uji kompatibilitas yang sama, jadi program yang kita tulis berperilaku identik di antara distribusi-distribusi tersebut. Contoh kode pada Course ini diverifikasi memakai Eclipse Temurin 25 — gratis, tanpa lisensi berbayar, dan tersedia untuk ketiga sistem operasi — tetapi silakan pakai distribusi mana pun yang paling mudah Anda akses.
Instalasi di Linux #
Di distribusi berbasis Debian dan Ubuntu, paket JDK tersedia melalui manajer paket apt. Buka terminal, lalu jalankan:
sudo apt update
sudo apt install openjdk-25-jdkJika repositori distribusi Anda belum menyediakan paket versi 25, cari nama paket yang tersedia dengan apt search openjdk, atau unduh arsip biner (.tar.gz) dari distribusi pilihan Anda dan ekstrak ke sebuah direktori tetap; lokasinya kita daftarkan pada Chapter Konfigurasi Environment Variables.
Instalasi di macOS #
Di macOS, cara termudah adalah melalui Homebrew. Pasang Homebrew lebih dulu bila belum ada, lalu jalankan:
brew install --cask temurin@25Homebrew akan mengunduh dan memasang JDK ke direktori sistem macOS serta mendaftarkan biner java agar dapat dipanggil dari terminal. Setelah proses selesai, buka jendela terminal baru agar perubahan terbaca.
Instalasi di Windows #
Di Windows 10 dan 11, pengelola paket winget dapat memasang JDK dengan satu perintah. Buka PowerShell, lalu jalankan:
winget search Temurin
winget install EclipseAdoptium.Temurin.25.JDKPerintah winget search menampilkan daftar paket JDK yang tersedia beserta ID-nya; sesuaikan ID pada perintah winget install dengan hasil pencarian di komputer Anda. Alternatif tanpa winget: unduh installer .msi dari situs distribusi JDK pilihan Anda, lalu jalankan dan biarkan opsi penambahan Java ke PATH tercentang.
Verifikasi Instalasi #
Setelah instalasi selesai — dan jendela terminal baru dibuka — kita memverifikasi hasilnya. Perintah java -version menanyakan versi JVM yang terpasang. Di lingkungan tempat Course ini ditulis (Temurin 25 di Linux), hasilnya seperti berikut:
openjdk version "25.0.4.1" 2026-08-18 LTS
OpenJDK Runtime Environment Temurin-25.0.4.1+1 (build 25.0.4.1+1-LTS)
OpenJDK 64-Bit Server VM Temurin-25.0.4.1+1 (build 25.0.4.1+1-LTS, mixed mode, sharing)Perintah kedua yang tak kalah penting adalah javac -version, yang melaporkan versi compiler, misalnya javac 25.0.4.1. Bila java terbaca tetapi javac tidak ditemukan, kemungkinan besar yang terpasang adalah JRE atau JDK tidak terdaftar di PATH — persoalan tersebut kita selesaikan pada Chapter Konfigurasi Environment Variables.
Sebagai ujian terakhir, mari kita jalankan program Java yang membaca properti runtime dari JVM itu sendiri:
public class CekInstalasi {
public static void main(String[] args) {
System.out.println("Versi Java : " + System.getProperty("java.version"));
System.out.println("Versi JVM : " + System.getProperty("java.vm.version"));
System.out.println("Nama JVM : " + System.getProperty("java.vm.name"));
System.out.println("Distribusi : " + System.getProperty("java.vendor"));
}
}Output yang Dihasilkan:
Versi Java : 25.0.4.1
Versi JVM : 25.0.4.1+1-LTS
Nama JVM : OpenJDK 64-Bit Server VM
Distribusi : Eclipse AdoptiumMari kita telaah baris-baris kode di atas:
- Baris 1 (
public class CekInstalasi {): mendeklarasikan classCekInstalasi. Seperti dijelaskan pada Chapter Apa itu Java?, nama class publik harus sama dengan nama berkasnya:CekInstalasi.java. - Baris 2 (
public static void main(String[] args)): titik masuk program; JVM selalu memulai eksekusi dari methodmaindengan tanda tangan seperti ini. - Baris 3-6 (
System.out.println(...)): mencetak empat system property milik JVM. Propertijava.versiondanjava.vm.versionmenjawab “Java berapa yang sedang berjalan?”, sedangkanjava.vendormenjawab “siapa yang membangun JVM ini?”.
Perhatikan bahwa nilai Distribusi pada output Anda dapat berbeda — Temurin melaporkan Eclipse Adoptium, Oracle JDK melaporkan Oracle Corporation. Nilai java.version itulah bukti terkuat bahwa program berjalan di atas Java 25. Simpan berkas CekInstalasi.java; kita akan menjelajahi isi direktori JDK pada Chapter Konfigurasi Java Development Kit.
Referensi #
Berkas Sumber
Berkas pendukung halaman ini dapat diunduh dan dijalankan langsung sesuai penjelasan di atas.
CekInstalasi.java
Unduh berkaspublic class CekInstalasi {
public static void main(String[] args) {
System.out.println("Versi Java : " + System.getProperty("java.version"));
System.out.println("Versi JVM : " + System.getProperty("java.vm.version"));
System.out.println("Nama JVM : " + System.getProperty("java.vm.name"));
System.out.println("Distribusi : " + System.getProperty("java.vendor"));
}
}