Mengenal setiap elemen ibarat menguasai kosakata; menyusun halaman yang enak dibaca adalah tata bahasanya. Sebuah artikel bisa memakai elemen yang semuanya “benar” satu per satu, tetapi tetap sulit dibaca karena jenjang heading melompat-lompat dan paragrafnya menghimpun tiga gagasan sekaligus.

Chapter penutup Section ini merangkum kriteria teks web yang sehat, lalu menerapkannya pada satu artikel utuh kecil. Setelah selesai, kita punya daftar periksa yang bisa dibawa ke setiap halaman berikutnya.

Kriteria Teks yang Sehat #

Enam kriteria berikut menjadi tolok ukur sebelum sebuah teks dianggap siap terbit:

  • Heading berjenjang: mulai dari h1, turun ke h2, lalu h3 — tanpa melompat tingkat.
  • Paragraf berukuran wajar: dua sampai lima kalimat, cukup untuk satu gagasan.
  • Satu gagasan per paragraf: berganti topik berarti berganti paragraf.
  • Penekanan secukupnya: strong dan em hanya pada kata yang benar-benar penting.
  • Deretan barang memakai list, bukan kalimat beruntun yang dipisah koma.
  • Kutipan bertanda: q untuk kutipan pendek, blockquote untuk blok panjang.

Contoh Artikel Utuh #

Artikel kecil berikut memuat profil Kedai Kopi Siti dan memakai h1, h2, p, strong, em, blockquote, serta ul sekaligus:

html
<article>
  <h1>Kedai Kopi Siti</h1>
  <p>Kedai Kopi Siti adalah warung kopi kecil di Yogyakarta yang berdiri sejak 2019. Kedai ini dikenal karena kopi tubruk dan suasananya yang tenang.</p>

  <h2>Menu Andalan</h2>
  <p>Tiga minuman paling sering dipesan pengunjung:</p>
  <ul>
    <li><strong>Kopi tubruk</strong> — Rp8.000</li>
    <li><strong>Kopi susu gula aren</strong> — Rp12.000</li>
    <li>Teh melati — Rp5.000</li>
  </ul>

  <h2>Kata Pelanggan</h2>
  <p>Budi, pelanggan paling setia, datang <em>hampir setiap pagi</em> sebelum berangkat kerja.</p>
  <blockquote>
    <p>Kopi tubruk Siti paling pas untuk memulai hari.</p>
  </blockquote>

  <h2>Jam Buka</h2>
  <p>Kedai buka setiap hari dari pukul 06.00 sampai 21.00.</p>
</article>

Beginilah artikel yang sama saat dirender. Baca judul-judulnya saja dari atas ke bawah terlebih dahulu — kerangkanya harus sudah menceritakan isi artikelnya, persis uji cepat yang dibahas di akhir chapter:

Bedah per Bagian #

Bagian pembuka (h1 dan paragraf pertama). h1 menjadi judul tunggal dokumen, langsung diikuti paragraf pengenalan dua kalimat yang memuat satu gagasan: kedai ini apa dan dikenal karena apa. Tidak ada heading lain yang menyaingi h1.

Bagian menu (h2, paragraf pengantar, dan ul). h2 menurun tepat satu jenjang dari h1 — tidak melompat ke h3. Paragraf satu kalimat memandu pembaca menuju list, lalu ul menampung deretan minuman karena memang deretan. strong dipakai pada dua menu terlaris; menu ketiga dibiarkan polos, penekanan yang secukupnya.

Bagian pelanggan (h2, paragraf, dan blockquote). Paragraf bercerita tentang Budi sebagai satu gagasan; em memberi tekanan pada frekuensi kedatangannya. Ucapan pelanggan dibungkus blockquote — kutipan blok dari luar artikel — alih-alih ditulis sebagai paragraf biasa.

Bagian jam buka (h2 dan paragraf). Bagian penutup singkat dengan satu gagasan: jadwal operasional. Judulnya sejajar h2 dengan bagian lain, sehingga kerangka keseluruhan konsisten: h1 di puncak, empat h2 di bawahnya.

Daftar Periksa Sebelum Terbit #

  • Heading tersusun berurutan tanpa melompat tingkat.
  • Setiap paragraf memuat satu gagasan dalam dua sampai lima kalimat.
  • strong dan em hanya menandai kata yang benar-benar penting.
  • Deretan item memakai ul atau ol, bukan koma beruntun.
  • Kutipan memakai q atau blockquote sesuai panjangnya.
  • Kerangka heading bisa dibaca berdiri sendiri sebagai daftar isi.

Section teks dan makna selesai. Selanjutnya kita berpindah ke hal yang membuat web menjadi web: tautan dan navigasi.