Aksesibilitas adalah usaha membuat halaman dapat dipakai oleh semua pengunjung, termasuk yang mengandalkan pembaca layar, papan ketik semata, atau perangkat bantuan lainnya. Sepanjang course kita telah menyentuh potongan-potongannya: atribut alt pada gambar, label pada form, lang pada elemen html, serta urutan heading yang tertib. Kini kita mengenal sumber resminya: W3C WAI (Web Accessibility Initiative), yang menghimpun tutorial, standar WCAG, dan panduan pola ARIA dalam satu hub di w3.org/WAI. Section penutup ini memetakan isi hub tersebut beserta cara memakainya saat belajar mandiri.

Tutorials WAI #

Bagian Tutorials pada hub WAI membahas aksesibilitas per jenis konten. Daftar bahasanya menyentuh kebutuhan harian kita, dan setiap tutorial memuat praktik baik beserta contoh kode yang dapat dibaca sambil menulis:

TutorialFokus utama
Imagesteks alternatif dan gambar kompleks
Tablesheader, scope, dan caption yang tepat
Formslabel, pesan galat, dan pengelompokan isian
Menusnavigasi yang konsisten antarhalaman
Page structurearea halaman dan hierarki heading

Karena fokusnya konten, tutorial ini menjadi pelengkap yang pas bagi dokumentasi elemen: dokumentasi menjelaskan cara memakai elemen, sedangkan tutorial menegaskan cara memakainya secara aksesibel.

WCAG 2.2 dan Level Kepatuhan #

WCAG (Web Content Accessibility Guidelines) adalah standar W3C yang menetapkan kriteria keberhasilan untuk konten web. Kriteria dikelompokkan di bawah empat prinsip: perceivable, operable, understandable, dan robust. Setiap kriteria diberi level kepatuhan — A sebagai dasar, AA yang lazim menjadi target proyek, dan AAA yang paling ketat. Halaman WCAG 2.2 Quickref menolong kita menyaring kriteria berdasarkan topik, misalnya hanya yang menyangkut teks alternatif.

APG: Pola Komponen ARIA #

ARIA (Accessible Rich Internet Applications) adalah sekumpulan atribut untuk memperkaya semantik elemen ketika HTML murni belum cukup. Panduan resmi pemakaiannya bernama ARIA Authoring Practices Guide (APG): kumpulan pola komponen seperti accordion, modal dialog, tabs, dan disclosure. Setiap pola dijelaskan lengkap: interaksi papan ketik yang diharapkan, atribut ARIA yang dipakai, dan contoh yang bisa diuji. Ketika kita menulis komponen interaktif dari JavaScript, APG menjadi checklist perilaku yang perlu ditiru.

Alur Contoh: Mencari Pola Disclosure #

Anggap kita perlu membuat bagian teks yang bisa dibuka-tutup pengunjung. Alurnya: buka APG, pilih daftar patterns, cari kata disclosure, lalu baca halaman polanya. Di sana kita jumpai definisi disclosure — tombol yang menampilkan atau menyembunyikan bagian konten — lengkap dengan perilaku tombol yang diharapkan. Menariknya, HTML menyediakan pasangan details dan summary yang memberi perilaku serupa tanpa JavaScript; APG tetap relevan ketika kebutuhan melampaui versi bawaan tersebut.

Latihan berikut mempraktikkan pola tersebut dengan pasangan bawaan HTML:

<!doctype html>
<html lang="id">
<head>
  <meta charset="utf-8">
  <meta name="viewport" content="width=device-width, initial-scale=1">
  <title>Latihan Pola Disclosure</title>
</head>
<body>
  <main>
    <h1>Warung Melati</h1>
    <p>Informasi singkat yang dapat dibuka dan ditutup oleh pengunjung.</p>
    <section>
      <h2>Menu Hari Ini</h2>
      <details>
        <summary>Tampilkan daftar menu</summary>
        <ul>
          <li>Soto ayam — 15.000</li>
          <li>Nasi goreng — 13.000</li>
          <li>Es teh manis — 5.000</li>
        </ul>
      </details>
    </section>
    <section>
      <h2>Jam Buka</h2>
      <details>
        <summary>Tampilkan jam buka</summary>
        <p>Setiap hari pukul 07.00 sampai 21.00 WIB.</p>
      </details>
    </section>
  </main>
</body>
</html>

Output yang Dihasilkan:

text
Saat halaman dibuka, hanya judul dan teks ringkasan "Tampilkan daftar
menu" serta "Tampilkan jam buka" yang terlihat. Klik pada ringkasan
membuka isi bagian; klik lagi menutupnya kembali.

Mari kita telaah perannya satu per satu:

  1. Baris 11 (<p>): kalimat pengantar yang menjelaskan sifat interaktif halaman.
  2. Baris 12-22 (<section> pertama): satu bagian konten yang memuat satu komponen disclosure.
  3. Baris 14-21 (<details>): elemen yang menampung bagian yang dapat dibuka-tutup; statusnya tertutup secara default.
  4. Baris 15 (<summary>): teks yang selalu terlihat dan menjadi sasaran klik maupun fokus papan ketik.
  5. Baris 16-20 (<ul>): isi yang baru muncul setelah bagian dibuka.
  6. Baris 23-29: bagian kedua dengan pola yang sama, membuktikan bahwa satu halaman boleh memuat beberapa disclosure.

Struktur yang benar dan praktik aksesibel telah kita bangun; tinggal satu kebiasaan penjaga, yaitu memeriksa hasilnya dengan alat pemeriksa. Chapter terakhir course ini menuntaskan alat tersebut: validator resmi W3C.

Referensi resmi untuk pendalaman:

Berkas Sumber

Berkas pendukung halaman ini dapat diunduh dan dijalankan langsung sesuai penjelasan di atas.

latihan-pola-disclosure.html

Unduh berkas
html
<!doctype html>
<html lang="id">
<head>
  <meta charset="utf-8">
  <meta name="viewport" content="width=device-width, initial-scale=1">
  <title>Latihan Pola Disclosure</title>
</head>
<body>
  <main>
    <h1>Warung Melati</h1>
    <p>Informasi singkat yang dapat dibuka dan ditutup oleh pengunjung.</p>
    <section>
      <h2>Menu Hari Ini</h2>
      <details>
        <summary>Tampilkan daftar menu</summary>
        <ul>
          <li>Soto ayam — 15.000</li>
          <li>Nasi goreng — 13.000</li>
          <li>Es teh manis — 5.000</li>
        </ul>
      </details>
    </section>
    <section>
      <h2>Jam Buka</h2>
      <details>
        <summary>Tampilkan jam buka</summary>
        <p>Setiap hari pukul 07.00 sampai 21.00 WIB.</p>
      </details>
    </section>
  </main>
</body>
</html>