Mengenal header, main, dan aside satu per satu berbeda dengan menyusunnya menjadi satu halaman yang koheren. Chapter ini menyediakan kerangka utuh untuk itu: sebuah landing page kedai kopi — satu halaman promosi lengkap dari doctype sampai penutup. Pola inilah yang paling sering kita tulis di dunia nyata: beranda toko, halaman produk, atau pengantar komunitas.
Kerangkanya enam puluh baris, ditandai komentar HTML sebagai pembatas blok, dan sengaja tanpa CSS — struktur berdiri lebih dulu, tampilan menyusul. Setelah kode, kita bedah pilihan tiap blok: mengapa article untuk kartu menu, mengapa search membungkus form, dan mengapa address hanya muncul di footer.
Kerangka Halaman #
<!DOCTYPE html>
<html lang="id">
<head>
<meta charset="UTF-8">
<meta name="viewport" content="width=device-width, initial-scale=1">
<title>Kedai Kopi Siti — Seduh Pagi</title>
</head>
<body>
<!-- Blok 1: header — identitas, navigasi, pencarian -->
<header>
<p><strong>Kedai Kopi Siti</strong> — kopi Batu sejak 2019</p>
<nav aria-label="Menu utama">
<ul>
<li><a href="index.html">Beranda</a></li>
<li><a href="menu.html">Menu</a></li>
<li><a href="kontak.html">Kontak</a></li>
</ul>
</nav>
<search>
<form action="cari.html" method="get">
<label for="kata-kunci">Cari menu</label>
<input type="search" id="kata-kunci" name="q" placeholder="kopi susu">
<button type="submit">Cari</button>
</form>
</search>
</header>
<main>
<!-- Blok 2: hero — pembuka halaman -->
<section id="hero">
<h1>Seduh Pagi, Temani Hari</h1>
<p>Biji Gayo pilihan, diseduh dengan sabar setiap pagi.</p>
<p><a href="#menu">Lihat menu andalan</a></p>
</section>
<!-- Blok 3: menu — kartu minuman -->
<section id="menu">
<h2>Menu Andalan</h2>
<article>
<h3>Kopi Tubruk</h3>
<p>Rp8.000 — sederhana dan menghangatkan.</p>
</article>
<article>
<h3>Kopi Susu Gula Aren</h3>
<p>Rp12.000 — favorit pelanggan pagi.</p>
</article>
</section>
<!-- Blok 4: aside — promo pelengkap -->
<aside>
<h2>Promo Jumat</h2>
<p>Setiap Jumat: beli dua kopi susu, gratis satu teh melati.</p>
</aside>
</main>
<!-- Blok 5: footer — alamat dan penutup -->
<footer>
<address>
Jl. Kenanga 12, Batu, Jawa Timur<br>
<a href="mailto:[email protected]">[email protected]</a>
</address>
</footer>
</body>
</html>Hasil Render: identitas kedai, tiga tautan navigasi, satu kolom pencarian, judul besar, dua kartu menu, satu promo, dan alamat di kaki halaman — semua tersusun menurun karena tanpa CSS. Halaman ini sah dan bisa langsung dibuka di browser. Mari kita bedah per blok:
- Blok 1 —
header(baris 9-26): satuheadersitus membungkus tiga pengantar: identitas lewatpdanstrong, navigasi lewatnavyang tetap diberiaria-labelpembeda, serta pencarian. Elemensearchmenjadi wadah semantik form pencarian — Baseline sejak Oktober 2023 — sementara di dalamnyalabelterikat keinput type="search"lewatfor/id, dan tombolsubmitmengirim kata kunci sebagaiq. - Blok 2 — hero (baris 28-33):
maintunggal menampung seluruh isi utama — sasaran pintasan lompat ke konten. Hero dibungkussectionkarena kelompok isi ini punya judul, danh1-nya satu-satunya di halaman. Tautan#menumemperagakan link ke bagian halaman sendiri: penunjuknya adalahidpadasectionmenu. - Blok 3 — menu (baris 34-45): satu
sectionber-h2menjadi wadah, lalu setiap minuman menjadiarticletersendiri — unit mandiri yang tetap masuk akal bila dicabut. Heading kartu memakaih3agar jenjang turun rapi:h1→h2→h3, tanpa lompatan. - Blok 4 —
aside(baris 46-50): promo ditempatkan sebagaiasidekarena berstatus pelengkap: dihapus pun, menu dan hero tetap utuh. Itulah dua uji yang selalu kita pakai —articlelulus uji dicabut,asidelulus uji dihapus. - Blok 5 —
footer(baris 52-58):footersitus menutup halaman denganaddress— elemen yang memang khusus untuk kontak. Isinya alamat pos dan email;addressbukan tempat untuk paragraf biasa.
Ringkasan #
- Kerangka utuh
header+search→main(sectionhero,sectionmenu ber-article,aside) →footerber-address. - Setiap keputusan punya uji:
maintunggal,h1tunggal, jenjang heading rapi,articlemandiri,asidepelengkap. - Komentar HTML sebagai penanda blok membantu pembacaan kerangka sebelum CSS ditambahkan.
Chapter berikutnya merangkum sisi aksesibilitas dari kerangka semacam ini menjadi daftar praktik yang siap ditempel di meja kerja.