Bahan sudah tercantum, kini sisi praktiknya. Langkah memasak adalah bagian yang dibaca sambil berdiri di depan kompor — pembaca melirik, melakukan, lalu melirik lagi. Pada bagian ini kita menuliskan langkah kedua resep sebagai ol, dengan redaksi yang ringkas dan urutan yang tidak bisa ditukar.
Langkah Resep Pertama #
Tambahkan blok berikut di dalam article Nasi Goreng Kampung, tepat setelah daftar bahannya:
<h3>Langkah</h3>
<ol>
<li>Panaskan minyak goreng di wajan dengan api sedang.</li>
<li>Tumis bawang merah, bawang putih, dan bumbu halus hingga harum.</li>
<li>Sisihkan tumisan ke tepi wajan, kemudian buat orak-arik telur di sisi kosong.</li>
<li>Masukkan nasi dingin, aduk hingga tercampur rata dengan bumbu dan telur.</li>
<li>Tambahkan kecap manis, aduk hingga warna nasi merata.</li>
<li>Angkat dan sajikan selagi hangat.</li>
</ol>Mari kita bedah baris demi baris:
ol, bukanul(baris 2): menukar langkah pertama dan langkah terakhir menghasilkan proses yang tidak masuk akal — urutan di sini adalah maknanya. Tabel pada chapter Memilih Jenis List menempatkan “langkah memasak” pada barisoldengan alasan “urutan langkah = makna”.- Nomor dari browser (baris 3-8): kita tidak menulis satu angka pun — penanda 1 sampai 6 ditambahkan
olsendiri. Menyisipkan langkah baru di tengah tidak perlu menomori ulang apa pun. - Satu aksi utama per langkah: “Panaskan”, “Tumis”, “Masukkan” — tiap butir memuat satu tindakan inti. Langkah ketiga menggabungkan aksi kecil penyiapan (menyisihkan tumisan) dengan aksi utamanya (orak-arik telur) karena keduanya terjadi di satu momen yang sama.
- Redaksi perintah, bukan narasi: tiap butir dibuka kata kerja — “Panaskan…”, bukan “kami memanaskan…”. Pembaca sedang memasak, bukan membaca cerita.
- Tanda selesai di ujung kalimat: “hingga harum”, “hingga warna nasi merata” — tiap langkah diberi kondisi kapan ia selesai, sehingga pembaca tahu kapan melirik langkah berikutnya.
Langkah Resep Kedua #
Pola yang sama berlaku untuk Pisang Goreng Crispy — enam langkah, satu aksi per langkah, tiap langkah berakhir pada kondisi terukur:
<h3>Langkah</h3>
<ol>
<li>Kupas pisang, lalu belah tiap buah menjadi dua bagian.</li>
<li>Campur tepung beras, tepung terigu, dan garam dalam mangkuk.</li>
<li>Tuang air es sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga adonan licin.</li>
<li>Celupkan pisang ke adonan hingga seluruh permukaannya terbalut.</li>
<li>Goreng pisang dalam minyak panas hingga kuning keemasan.</li>
<li>Angkat, tiriskan, lalu sajikan selagi hangat.</li>
</ol>Perhatikan gradasi kondisi selesainya: “hingga adonan licin”, “hingga seluruh permukaannya terbalut”, “hingga kuning keemasan”. Semakin terukur tanda selesainya, semakin sedikit pembaca harus menebak sendiri.
Hasil pada Browser #
Kedua resep kini menampilkan daftar bernomor 1 sampai 6 di bawah daftar bahannya. Nomor tampil otomatis dari ol — coba sisipkan satu li baru di tengah daftar lewat panel Elements di DevTools, dan seluruh nomor menyesuaikan seketika tanpa menyentuh teks kita.
Inilah keadaan halaman pada akhir Bagian 3 — dua daftar bernomor tampil di bawah daftar bahan masing-masing resep:
Ringkasan Bagian 3 #
- Langkah memasak memakai
olkarena menukar urutan mengubah makna — kebalikan dari daftar bahan. - Nomor berasal dari browser; menomori manual di teks menghasilkan nomor ganda.
- Redaksi langkah: buka dengan kata kerja, satu aksi utama per butir, tutup dengan kondisi selesai.
Struktur kedua resep kini lengkap secara teks. Bagian berikutnya menyisipkan foto hidangan.