Wadah dan navigasi sudah berdiri; kini giliran isi menempatkan diri. Bagian ini memasang seluruh heading halaman — satu h2 untuk tiap bagian utama, h3 untuk tiap perintah — beserta paragraf uraiannya. Selesai bagian ini, sekilas pandang pada daftar heading saja sudah memberi gambaran lengkap isi dokumentasi.
Satu h2 per Bagian #
Buka tiap section kosong lalu pasang headingnya di depan pengantar singkat. Section Instalasi menjadi:
<section id="instalasi">
<h2>Instalasi</h2>
<p>Tugas terdistribusi sebagai satu berkas mandiri. Unduh rilis terbaru, beri izin eksekusi, lalu pindahkan ke folder yang tercantum pada variabel <code>PATH</code>:</p>
</section>Mari kita bedah baris demi baris:
h2di dalam section (baris 2): nama bagian, dan teksnya sama persis dengan tautan nav pada Bagian 2 — pembaca yang klik “Instalasi” menemukan judul “Instalasi”, persis seperti yang dijanjikan daftar isi.- Paragraf pengantar (baris 3): satu-dua kalimat sebelum detail. Pengantar Instalasi sengaja diakhiri titik dua — mengantar blok perintah yang menyusul pada Bagian 4.
codeinline pada pengantar (baris 3):PATHditulis sebagai kode inline karena merupakan nama variabel, bukan kata biasa; pola ini dibedah pada chapter Code, Kbd, Samp, dan Var.sectiontetap menjadi wadah (baris 1 dan 4): heading tinggal di dalam section, bukan menggantikannya —idsection tetap menjadi sasaran fragment.
Lakukan hal yang sama pada empat section sisanya: Penggunaan, Perintah, Konfigurasi, dan Masalah Umum masing-masing mendapat satu h2 diikuti satu paragraf pengantar. Section Perintah mendapat perlakuan tambahan.
Uraian Perintah dengan h3 #
Enam perintah diuraikan satu per satu di bawah h2 Perintah:
<section id="perintah">
<h2>Perintah</h2>
<p>Enam perintah menutup seluruh kebutuhan harian. Tiap perintah diuraikan berikut ini, lalu dirangkum dalam tabel pada akhir bagian.</p>
<h3><code>tugas tambah</code></h3>
<p>Mencatat tugas baru; tulis teksnya di dalam tanda petik, misalnya <code>tugas tambah "susun agenda rapat"</code>.</p>
<h3><code>tugas daftar</code></h3>
<p>Menampilkan tugas berjalan beserta nomornya; tambahkan <code>--semua</code> agar tugas yang selesai ikut tampil.</p>
<h3><code>tugas selesai</code></h3>
<p>Menandai tugas selesai menurut nomornya: <code>tugas selesai 2</code> menutup tugas nomor dua.</p>
<h3><code>tugas hapus</code></h3>
<p>Menghapus satu tugas dari daftar: <code>tugas hapus 3</code> menghapus tugas nomor tiga.</p>
<h3><code>tugas ekspor</code></h3>
<p>Menyimpan seluruh daftar ke berkas CSV: <code>tugas ekspor arsip.csv</code>.</p>
<h3><code>tugas bantuan</code></h3>
<p>Menampilkan ringkasan sintaks seluruh perintah, termasuk bentuk generik seperti <code>tugas selesai <nomor></code>.</p>
</section>Lima keputusan pada blok ini:
h2dan pengantarnya (baris 1-3): pembuka bagian sekaligus janji isinya — uraian tiap perintah, lalu tabel rangkuman pada Bagian 5.- Enam
h3(baris 4, 6, 8, 10, 12, 14): satu per perintah. Pembaca yang mencari satu perintah cukup memindai enam subjudul ini; urutannya mengikuti urutan pemakaian sehari-hari — mencatat sebelum meninjau, meninjau sebelum menutup. codedi dalamh3(baris 4 dst.): nama perintah tetap menjadi teks heading — pembaca layar membacanya sebagai “tugas tambah”, persis nama yang dicari; format huruf berjarak hanya urusan tampilan.- Satu paragraf uraian per
h3(baris 5 dst.): satu-dua kalimat berisi fungsi dan contoh inlinecode. Uraian sependek ini cukup karena tabel ringkasan akan menyusul. - Section lain berhenti di
h2: Konfigurasi dan Masalah Umum tidak diberih3— jenjang itu hanya muncul saat benar-benar ada subbagian, bukan demi variasi tampilan.
Peta Heading Seluruh Halaman #
Sebelum lanjut, mari periksa hasil kerja kita dalam satu pandangan:
h1 Dokumentasi Tugas CLI
├── h2 Instalasi
├── h2 Penggunaan
├── h2 Perintah
│ ├── h3 tugas tambah
│ ├── h3 tugas daftar
│ ├── h3 tugas selesai
│ ├── h3 tugas hapus
│ ├── h3 tugas ekspor
│ └── h3 tugas bantuan
├── h2 Konfigurasi
└── h2 Masalah UmumPeta ini memenuhi tiga aturan jenjang heading yang dibedah pada chapter Heading dan Heading Hierarchy:
- Satu
h1untuk seluruh halaman — judul dokumen, bukan nama alat di header. h2untuk bagian utama,h3untuk subbagian — tanpa lompatan jenjang satu pun.- Urutan penyajian mengikuti urutan pemakaian alat, bukan urutan abjad — peta mengikuti cara kerja pembaca.
Hasil pada Browser #
Daftar isi tetap berfungsi seperti sebelumnya — kelima tautannya kini menemukan bagian berisi. Halaman memperlihatkan lima judul bagian dengan pengantarnya, dan bagian Perintah menampilkan enam subjudul dengan satu paragraf di bawah masing-masing. Ruang di antaranya masih kosong: blok perintah, tabel, dan pertanyaan lazim menyusul pada tiga bagian berikutnya.
Inilah keadaan halaman pada akhir Bagian 3 — kelima h2 dan enam h3 sudah terpasang; klik “Perintah” pada daftar isi untuk melompat langsung ke kerumunan subjudulnya:
Demo hanya memuat header dan main — footer tidak termasuk. Lompatan daftar isi tetap terjadi di dalam iframe berkat satu elemen <base> tambahan yang tidak diperlukan pada berkas tersimpan.
Ringkasan Bagian 3 #
- Satu
h2per bagian utama, teksnya sama dengan tautan nav, diikuti paragraf pengantar singkat. - Enam
h3di bawah Perintah — satu per perintah;codedi dalam heading tetap terbaca sebagai teks heading. - Peta heading memenuhi tiga aturan: satu
h1, tanpa lompatan jenjang, urutan mengikuti pemakaian.
Bagian berikutnya mengisi Instalasi dan Penggunaan dengan contoh kode.