Satu situs jarang berdiri di atas satu berkas HTML saja. Kedai Siti butuh beranda, halaman tentang, dan halaman menu — dan pengunjung berpindah di antara ketiganya lewat link. Chapter ini adalah latihan praktis pertama teori URL sebelumnya: merakit situs mini tiga halaman yang saling terhubung, lengkap dengan navigasi bolak-balik dan link text yang layak dibaca.
Menyiapkan Tiga Halaman #
Kita mulai dari struktur proyek yang sederhana — tiga berkas dalam satu folder:
kedai/
├── index.html
├── tentang.html
└── menu.htmlKarena ketiganya sefolder, semua link cukup memakai URL relatif paling pendek: nama berkasnya saja. Isi index.html:
<h1>Kedai Kopi Siti</h1>
<p>Kopi kecil dari Bandung, diseduh dengan sabar sejak 2019.</p>
<p><a href="tentang.html">Baca cerita di balik kedai</a> atau
<a href="menu.html">lihat menu lengkap</a>.</p>Isi tentang.html yang menaut kembali ke beranda:
<h1>Tentang Kedai Kopi Siti</h1>
<p>Siti membuka kedai ini bersama dua teman kuliah, berawal dari satu
mesin seduh bekas dan enam kursi kayu.</p>
<p><a href="index.html">Kembali ke beranda</a> ·
<a href="menu.html">Lihat menu lengkap</a></p>Hasil Render untuk index.html: dua teks link tampil di akhir paragraf, dan satu klik pada “Baca cerita di balik kedai” memuat tentang.html di tab yang sama. Mari kita telaah:
href="tentang.html"padaindex.html: menuju berkas sefolder — browser menggabungkannya dengan alamat beranda menjadikedai/tentang.html.href="index.html"padatentang.html: navigasi balik — pengunjung tidak perlu menekan tombol kembali browser; pola dua arah ini membuat halaman terasa satu kesatuan situs.- Teks pemisah
·: berada di luar kedua elemena, jadi tidak menjadi area klik — hanya isi masing-masingayang bisa ditekan pengunjung.
Link Text yang Bekerja Sendiri #
Link antarhalaman paling sering gagal bukan pada tekniknya, melainkan pada isi teksnya. Bandingkan dua penulisan menuju berkas yang sama:
<!-- Kurang informatif -->
<p><a href="menu.html">Klik di sini</a> untuk melihat menu.</p>
<!-- Jelas meski dibaca terpisah dari kalimatnya -->
<p><a href="menu.html">Lihat menu lengkap kedai</a>.</p>Teks “klik di sini” hanya bermakna jika kalimat sekitarnya ikut terbaca; teks “Lihat menu lengkap kedai” tetap dipahami meski muncul sendirian — misalnya pada daftar hasil pencarian atau saat dibacakan pembaca layar yang melompat antarlink. Aturan praktisnya: bayangkan link itu dipotong dari halamannya lalu dibacakan tanpa konteks — kalau tujuannya masih bisa ditebak, teksnya sudah tepat.
Ringkasan #
- Link antarhalaman satu situs memakai URL relatif; berkas sefolder cukup ditulis namanya.
- Setiap halaman menaut kembali ke halaman lain supaya navigasi berjalan dua arah.
- Link text harus berdiri sendiri tanpa bergantung pada kalimat sekitarnya.
- Link tanpa
targetmembuka halaman di tab yang sama.
Halaman yang panjang menimbulkan kebutuhan lain: melompat ke bagian tertentu tanpa memuat ulang apa pun — tugas untuk fragment identifier.