Suara video hilang begitu pengunjung berada di kereta yang bising, di kantor tanpa earphone, atau bagi siapa pun yang tidak dapat mendengar. Teks yang tampil di layar menutup semua celah itu sekaligus. Masalahnya, dua istilah yang sering dipakai bergantian ini sebenarnya berbeda tugas: subtitles dan captions.
Chapter ini membedakan keduanya, menjelaskan mengapa teks media penting bagi siapa saja, dan menetapkan praktik minimal yang perlu kita penuhi sebelum mempublikasikan audio atau video.
Subtitles dan Captions #
Subtitles adalah terjemahan dialog ke bahasa lain. Asumsinya: penonton bisa mendengar, tetapi tidak memahami bahasa yang diucapkan. Isinya hanya jalur ucapan yang dialihbahasakan.
Captions berdiri di sisi yang berbeda: transkripsi lengkap jalur suara, ditujukan bagi penonton yang tidak dapat mendengar. Selain dialog, captions juga mencatat suara non-dialog yang penting bagi cerita: musik pembuka, telepon berdering, langkah kaki mendekat. Istilah SDH — Subtitles for the Deaf and Hard of Hearing — dipakai untuk trek berbahasa sama dengan audio tetapi selengkap captions.
| Aspek | Subtitles | Captions |
|---|---|---|
| Isi | dialog yang dialihbahasakan | dialog + petunjuk suara + penanda pembicara |
| Bahasa | berbeda dari bahasa audio | umumnya sama dengan bahasa audio |
| Sasaran | penonton yang tidak paham bahasa audio | penonton yang tidak dapat mendengar |
| Contoh baris | “Good morning, everyone.” | “[musik pembuka] Selamat pagi, semuanya.” |
Perbedaan keduanya terlihat jelas bila kita membandingkan cuplikan yang sama:
Subtitles (terjemahan ke Inggris):
00:00:01.000 --> 00:00:04.000
Good morning! Welcome back to Kopi Pagi.
Captions (aksesibilitas):
00:00:01.000 --> 00:00:04.000
[musik pembuka] Selamat pagi! Selamat datang kembali
di Kopi Pagi.Mengapa Teks Ini Penting #
Tiga alasan yang paling sering tidak terpikirkan:
- Aksesibilitas — pengunjung yang tidak dapat mendengar menerima isi yang utuh, bukan versi yang dikurangi.
- Lingkungan bising atau sunyi — kereta, kafe, perpustakaan: tempat volume harus nol, takarir tetap bekerja.
- Pemahaman bahasa — penonton yang sedang mempelajari bahasa konten kita mengandalkan teks sebagai jangkar.
Praktik Minimal #
Sebelum media dipublikasikan, pastikan satu trek minimal sudah tersedia: captions dengan bahasa yang sama dengan bahasa audio. Episode Kopi Pagi yang berbahasa Indonesia wajib punya captions bahasa Indonesia. Subtitles berbahasa lain — Inggris misalnya — menyusul sesuai kebutuhan audiens.
Cara menempelkan trek ke pemutar dibahas di chapter berikutnya lewat elemen track dan format WebVTT.
Ringkasan #
- Subtitles menerjemahkan dialog untuk penonton yang tidak paham bahasa audio.
- Captions mentranskripsi seluruh jalur suara — termasuk petunjuk suara — untuk penonton yang tidak dapat mendengar.
- Teks media membantu aksesibilitas, lingkungan bising atau sunyi, dan pemahaman bahasa.
- Praktik minimal: satu track captions dengan bahasa konten; isinya juga terbaca mesin pencari.
Teks sudah kita pahami perannya — sekarang pertanyaan teknisnya: bagaimana trek itu ditempelkan ke pemutar? Chapter berikutnya memperkenalkan elemen track dan format WebVTT.