Halaman web tidak harus berisi teks dan gambar saja. Podcast, rekaman wawancara, video tutorial memasak — semua rekaman itu kini bisa disematkan langsung dengan dua elemen inti: audio dan video. Media memperkaya halaman, tetapi juga membawa tantangan yang tidak dijumpai pada konten statis: format berkas yang dukungannya berbeda-beda antar browser, kebijakan autoplay yang ketat, dan pengunjung yang tidak dapat mendengar atau melihat isi rekaman.

Section ini membedah media dari fondasinya. Kita mulai dari elemen audio dan video beserta kontrol bawaannya, lalu source untuk menyediakan beberapa format sekaligus, atribut playback seperti autoplay dan preload, poster sebagai gambar sampul video, teks takarir lewat captions, subtitles, dan elemen track WebVTT, pilihan format media, sampai praktik aksesibilitas agar media yang kita sematkan terbuka bagi semua pengunjung. Benang merahnya satu: media yang baik itu bisa diputar semua browser, sopan terhadap pengunjung, dan tetap terbaca tanpa suara.