Riwayat yang bersih memudahkan pembacaan dan penelusuran, dan rebase adalah alat utamanya. Section ini membahas rebase biasa maupun interaktif, cherry-pick, revert, reset, serta aturan emas kapan riwayat boleh ditulis ulang.

# Konsep Rebase

Pahami rebase sebagai memindahkan rangkaian commit ke dasar baru, bukan menggandakan branch.

Buka →
# git rebase

Jalankan rebase biasa untuk menyusun ulang branch di atas dasar terbaru.

Buka →
# Rebase vs Merge

Bandingkan rebase dan merge: riwayat linier vs riwayat asli beserta risikonya.

Buka →
# Interactive Rebase

Buka editor daftar commit dengan git rebase -i dan ubah naskah riwayatnya.

Buka →
# Mengubah Urutan Commit

Susun ulang baris commit pada interactive rebase untuk mengatur kronologi.

Buka →
# Menggabungkan Commit

Satukan beberapa commit dengan squash dan fixup agar riwayat ringkas.

Buka →
# Mengedit Commit Lama

Ubah pesan dan isi commit lama dengan reword dan edit pada interactive rebase.

Buka →
# Rebase Conflicts

Selesaikan konflik yang muncul di tengah rebase dan lanjutkan tahapannya.

Buka →
# Abort dan Continue Rebase

Kendalikan rebase yang terputus dengan --continue, --skip, dan --abort.

Buka →
# Cherry-Pick

Ambil commit pilihan dari branch mana pun tanpa menggabungkan seluruh branch.

Buka →
# Revert

Batalkan perubahan ter-commit dengan commit pembalik tanpa menghapus riwayat.

Buka →
# Reset

Geser penunjuk branch ke commit mana pun dengan mode soft, mixed, dan hard.

Buka →
# Reset Soft, Mixed, dan Hard

Bedakan tiga mode reset: soft menjaga staging, mixed melepasnya, hard membuang pekerjaan.

Buka →
# Revert vs Reset

Pilih antara revert dan reset sesuai riwayat yang sudah dibagikan.

Buka →
# Aturan Aman Mengubah Riwayat

Terapkan aturan emas: jangan menulis ulang riwayat yang telah dibagikan ke orang lain.

Buka →