Mesin kita kini lengkap: terminal nyaman, editor siap, kunci SSH untuk akses, dan kunci GPG untuk tanda tangan. Yang belum ada adalah rumah untuk kode di sisi platform — dan GitHub adalah alamat pertama yang layak disiapkan: layanan hosting Git terbesar sekaligus jaringan tempat proyek open source modern berkumpul. Chapter ini menuntaskan setup dari nol: membuat akun, mengamankannya dengan 2FA, membuat repository pertama, menghubungkannya ke repository lokal — bagian Git-nya diuji nyata di sandbox dengan bare repo sebagai padanan — lalu mengenali fitur awal yang akan sering kita singgahi.
Membuat Akun #
Pendaftaran dibuka dari github.com dengan tombol Sign up: isi alamat email, kata sandi, dan nama pengguna, lalu verifikasi email. Nama pengguna layak dipilih pelan-pelan karena menjadi bagian dari alamat seluruh repository kita — github.com/budi-santoso/katalog-film — dan kerap terbaca di profil profesional serta lamaran kerja; nama pendek tanpa angka acak jauh lebih mudah diingat daripada budi_git_2004. Gunakan alamat email yang sama dengan email commit kita, supaya kontribusi mudah dipetakan ke akun dan tanda tangan GPG kita dikenali.
Keamanan akun tidak boleh berhenti di kata sandi. Kata sandi bisa bocor dari kebocoran layanan lain, dan satu akun GitHub yang jatuh berarti seluruh repository kita bisa dihapus dalam hitungan menit. Aktivasi two-factor authentication (2FA) menambah faktor kedua — kode sekali pakai dari aplikasi authenticator di ponsel, atau passkey — sehingga kata sandi yang bocor saja tidak cukup untuk masuk. Kita perlakukan 2FA sebagai wajib sejak menit pertama: buka Settings → Password and authentication → Enable two-factor authentication, lalu simpan recovery code di tempat aman. Langkah-langkah resminya terdokumentasi di panduan 2FA GitHub .
Menyempurnakan Profil #
Profil di github.com/<nama-pengguna> adalah etalase singkat: foto wajah yang terang jauh lebih dipercaya daripada avatar default, bio satu-dua kalimat yang menjelaskan fokus kita, dan daftar repository yang disematkan (pinned) mengarahkan pengunjung ke karya terbaik. Semuanya opsional, tetapi murah dampaknya besar.
Repository Pertama #
Dari tombol + di kanan atas pilih New repository. Formulirnya pendek, tetapi tiap isian menyimpan keputusan:
| Isian | Pilihan yang disarankan | Catatan |
|---|---|---|
| Repository name | huruf kecil dengan hubung, misalnya katalog-film | menjadi bagian URL — buat prediktabel |
| Description | satu kalimat tujuan repo | opsional, membantu calon pengunjung |
| Visibility | Public atau Private | publik terlihat dunia; privat hanya kita dan kolaborator yang diundang |
| Add a README | jangan centang untuk latihan ini | repo tetap kosong sehingga push lokal pertama langsung mulus |
| Add .gitignore | pilih template sesuai bahasa | padanan materi gitignore , bisa ditambah belakangan |
| Choose a license | MIT untuk permissive, GPLv3 bila ingin copyleft | tanpa lisensi, orang lain secara hukum tak berhak memakai kode kita |
Alasan larangan mencentang README pada latihan kita: repository yang lahir dengan berkas awal sudah berisi commit, dan push pertama dari repo lokal yang juga sudah berisi commit akan ditolak karena dua riwayat tanpa leluhur bersama — masalah klasik ini beserta obatnya sudah kita bedah di Menghubungkan Repository Lokal . Perbandingan lisensi yang lebih rinci ada di ringkasan resmi GitHub .
Menghubungkan Repository Lokal #
Tombol Create repository melahirkan repository kosong di server — persis padanan bare repo. Sandbox kita mensimulasikan GitHub dengan github-demo.git lalu menghubungkan repository lokal katalog-film ke sana; di mesin kita, ganti ../github-demo.git dengan URL asli seperti https://github.com/budi-santoso/katalog-film.git atau bentuk SSH [email protected]:budi-santoso/katalog-film.git:
git remote add origin ../github-demo.git
git push -u origin mainOutput yang Dihasilkan:
To ../github-demo.git
* [new branch] main -> main
branch 'main' set up to track 'origin/main'.Dua baris itu memuat dua peristiwa: branch main lokal lahir di remote sebagai branch baru, dan flag -u mengikat main lokal agar melacak
origin/main — sejak saat ini git push dan git pull polos sudah tahu arahnya. Buku alamat remote-nya sendiri bisa diperiksa:
git remote -vOutput yang Dihasilkan:
origin ../github-demo.git (fetch)
origin ../github-demo.git (push)Autentikasi #
Push ke repository privat menuntut bukti identitas, dan GitHub menerima dua jalur utama:
| Jalur | Prasyarat | Cocok untuk |
|---|---|---|
| SSH | kunci terdaftar dari Menyiapkan SSH | penggunaan jangka panjang — tanpa kredensial yang perlu diingat |
| HTTPS + PAT | personal access token | mesin sementara atau jaringan yang memblokir port 22 |
Perbandingan mendalam kedua jalur — termasuk konsekuensi keamanannya — sudah kita bahas di SSH vs HTTPS .
Fitur Awal yang Layak Dibuka #
Tiga fitur akan menyapa sejak repository pertama. Issues adalah pelacak pekerjaan: laporan galat dan usulan fitur dengan label serta penanggung jawab — cara kerjanya kita bahas di Issues dan Discussions
. Pull request adalah pintu integrasi: usulan perubahan dari branch yang direview sebelum menyatu ke main, alur inti kolaborasi tim
. Actions menjalankan otomasi — pengujian, build, deployment — setiap kali push terjadi; kelanjutan alami dari materi Git dalam CI/CD
. Ketiganya cukup dikenali sekilas sekarang; masing-masing punya pembahasan sendiri dalam Course ini.
Dengan akun hidup dan repository pertama terhubung, pola yang sama tinggal diulang untuk platform pesaingnya — apalagi tim kita memakai GitLab di kantor. Langkah-langkahnya nyaris identik, dengan beberapa perbedaan kosakata yang menarik. Lanjut ke Menyiapkan GitLab .