Dari kontributor tunggal menuju tim, tantangan berpindah dari sisi teknis ke koordinasi. Section ini membahas workflow kolaborasi populer — feature branch, GitHub Flow, GitFlow, trunk-based development — beserta pull request, code review, dan proteksi branch.
Pahami anatomi kolaborasi Git: model shared dan fork, peran tim, serta siklus branch sampai merge.
Buka → # Fork dan UpstreamKelola fork dan upstream untuk berkontribusi ke proyek orang lain.
Buka → # Pull RequestAjukan perubahan lewat pull request: anatomi, kualitas, dan strategi merge-nya.
Buka → # Code ReviewJalankan review yang membangun: fokus telaah, komentar santun, dan tanggapan yang tepat.
Buka → # Feature Branch WorkflowJalankan siklus lengkap branch fitur: kontribusi, review, merge --no-ff, dan perapian pasca merge.
Buka → # GitHub FlowJalankan workflow ringan resmi GitHub: main selalu deployable dan rilis mengikuti ritme merge.
Buka → # GitFlowTerapkan model branch Vincent Driessen: main produksi, develop integrasi, feature, release, dan hotfix.
Buka → # Trunk-Based DevelopmentKembangkan langsung di branch utama dengan integrasi harian yang kecil.
Buka → # Menjaga Branch Tetap SinkronCegah branch menyimpang jauh dengan rutin rebase atau merge dari branch utama.
Buka → # Menyelesaikan Konflik KolaborasiAtasi konflik antar anggota tim dengan komunikasi dan prosedur yang jelas.
Buka → # Commit ConventionsSatukan gaya pesan commit di seluruh tim dengan konvensi tertulis.
Buka → # Protected BranchesLindungi branch utama dengan proteksi server-side dan syarat merge.
Buka → # Koordinasi ReleaseKoordinasikan cut-off fitur, stabilitasi, dan rilis lintas anggota tim.
Buka →