Memasang Git sendiri hanya butuh beberapa menit, tetapi instalasi yang gagal hampir selalu bersumber dari hal di sekitarnya: sistem operasi yang tidak lagi didukung, hak administrator yang tidak tersedia, atau Git yang ternyata sudah terpasang tanpa kita sadari. Chapter ini memetakan semua prasyarat tersebut sebelum kita menyentuh penginstal mana pun, sehingga chapter instalasi berikutnya berjalan mulus tanpa kejutan. Di akhir chapter, kita juga mengenal dua cara memakai Git — terminal dan GUI — beserta alasan Course ini memilih terminal sebagai fokus utama.
Sistem Operasi yang Didukung #
Git berjalan di tiga keluarga sistem operasi utama dan ketiganya memiliki jalur pemasangan resmi:
| Sistem Operasi | Cara Pemasangan Resmi | Chapter Instalasi |
|---|---|---|
| Windows 10/11 (64-bit) | Penginstal Git for Windows | Instalasi Git di Windows |
| macOS | Xcode Command Line Tools atau Homebrew | Instalasi Git di macOS |
| Linux (Ubuntu, Debian, Fedora, Arch, openSUSE, dan turunannya) | Manajer paket distro | Instalasi Git di Linux |
Pengguna Windows punya satu opsi tambahan: WSL, lingkungan Linux sungguhan di dalam Windows yang dibahas pada chapter Instalasi Git di WSL . Git juga bisa dikompilasi dari kode sumber untuk sistem lain, tetapi jalur tersebut tidak diperlukan sepanjang Course ini.
Ruang Disk dan Koneksi Jaringan #
Git termasuk perangkat lunak yang ringan. Seluruh instalasinya — program inti, halaman bantuan, dan komponen pendukung — jauh di bawah 1 gigabita di semua platform, jauh lebih kecil daripada IDE atau editor modern. Yang lebih banyak memakan ruang adalah repository yang kita kloning nanti, karena ukurannya mengikuti panjang riwayat proyeknya.
Koneksi internet hanya dibutuhkan pada dua titik: saat mengunduh penginstal atau paket, dan saat pertama kali mengkloning repository dari layanan seperti GitHub. Setelah itu, hampir semua operasi Git — commit, branch, sampai melihat riwayat — berjalan sepenuhnya lokal tanpa jaringan.
Akses Terminal #
Git pada dasarnya adalah program baris perintah (CLI). Sepanjang Course ini kita mengetik perintah dan membaca keluaran teks di sebuah terminal, jadi akses ke terminal adalah prasyarat utama. Namanya berbeda di tiap platform: aplikasi Terminal di macOS, Git Bash yang dibundel penginstal Windows, dan aplikasi terminal seperti GNOME Terminal atau Konsole di Linux.
Syarat minimalnya sederhana: kita bisa membuka aplikasi terminal, mengetik sebuah perintah, lalu menekan Enter. Pemahaman lebih dalam tentang shell tidak dibutuhkan di titik ini — kebiasaan itu tumbuh sendiri seiring Course berjalan.
Hak Administrator untuk Penginstal #
Penginstal Git menulis berkas program ke lokasi sistem — misalnya folder Program Files di Windows atau direktori /usr/bin di Linux — sehingga prosesnya memerlukan hak khusus:
- Windows: akun dengan hak administrator; dialog UAC akan muncul meminta izin saat penginstal dijalankan.
- Linux: akun yang tergabung dalam grup
sudobeserta kata sandinya, karena perintah pemasangan diawalisudo. - macOS: akun administrator, yang akan diminta saat memasang Xcode Command Line Tools atau Homebrew.
Jika komputer dikelola oleh organisasi dan hak-hak tersebut dibatasi, hubungi penanggung jawab TI sebelum melanjutkan ke chapter instalasi.
Memeriksa Apakah Git Sudah Terpasang #
Langkah yang paling sering terlewat: Git mungkin sudah ada sejak awal. Banyak distribusi Linux memasang Git sebagai dependensi alat lain, dan pengembang kadang lupa bahwa Git pernah dipasang bertahun-tahun lalu. Buka terminal, lalu jalankan:
git --versionOutput yang Dihasilkan:
git version 2.47.3Keluaran di atas diambil dari mesin uji Course ini; angka versi di komputer kita boleh berbeda karena tiap platform merilis paketnya pada waktu berbeda. Hasil pemeriksaan terbagi dua kemungkinan:
- Baris
git version <angka>muncul — Git sudah terpasang dan dikenali shell. Kita bisa langsung melompat ke pemverikasian yang lebih menyeluruh, atau tetap mengikuti chapter instalasi untuk memperbarui versi. - Shell menjawab dengan pesan seperti
command not found— Git belum terpasang, atau terpasang tetapi tidak terdeteksi di PATH. Lanjutkan ke chapter instalasi sesuai sistem operasi kita.
Memilih Antarmuka: Terminal atau GUI #
Git dapat dioperasikan lewat dua jenis antarmuka. Yang pertama adalah terminal — cara asli Git bekerja dan jalur yang dipakai Course ini. Yang kedua adalah GUI: gitk dan Git GUI yang dibundel di Git for Windows, panel Source Control bawaan VS Code, GitHub Desktop, Sourcetree, dan aplikasi sejenisnya.
Course ini memfokuskan diri pada terminal dengan tiga alasan:
- Perintahnya identik di Windows, macOS, dan Linux — lewat Git Bash di Windows — sehingga satu materi berlaku untuk semua pembaca.
- Dokumentasi resmi Git dan hampir seluruh tutorial di internet memakai perintah terminal, jadi kemampuan ini membuka akses ke seluruh ekosistem belajar.
- Seluruh fitur Git tersedia dari terminal, sementara GUI umumnya hanya menyertakan sebagian alur yang paling umum.
GUI bukan hal terlarang — justru lebih mudah dipahami secara visual setelah konsep dasarnya dikuasai. Kita bebas menambahkan GUI favorit di kemudian hari tanpa harus mengulang materi dari awal.
Dengan prasyarat terpenuhi dan pilihan antarmuka sudah jelas, saatnya memasang Git. Chapter berikutnya memandu pemasangan di Linux; chapter setelahnya menutup Windows, macOS, dan WSL satu per satu, lalu chapter Memverifikasi Instalasi memastikan semuanya siap sebelum kita menyentuh konfigurasi.