WSL (Windows Subsystem for Linux) menjalankan lingkungan Linux sungguhan di dalam Windows tanpa dual-boot dan tanpa mesin virtual yang harus dikelola manual. Bagi pengguna Windows yang ingin pengalaman Git persis seperti di Linux — bash, apt, akhir baris LF, dan seluruh alat baris perintah — WSL adalah jalur terbaik. Chapter ini memandu pemasangan WSL2 bersama distro Ubuntu, pemasangan Git di dalamnya, lalu dua hal khas WSL yang sering menjegal pemula: perbedaan line endings antara dua sisi dan berkas konfigurasi Git yang terpisah.
Apa itu WSL dan Kenapa Memakainya #
WSL versi 2 (WSL2) menjalankan kernel Linux sungguhan di atas sebuah mesin virtual ringan yang dikelola sepenuhnya oleh Windows, sehingga distro Linux berjalan dengan performa mendekati native. Dari sudut pandang Git, bekerja di WSL identik dengan bekerja di Linux: manajer paket apt tersedia, alat Unix lengkap, dan tutorial mana pun yang ditulis untuk Linux berlaku tanpa penyesuaian. Ringkasan resmi arsitekturnya dapat dibaca di https://learn.microsoft.com/windows/wsl/about
.
WSL cocok dipilih jika proyek kita memakai tooling Linux — skrip bash, container, atau server pengembangan — sementara aplikasi desain dan produktivitas tetap berjalan di sisi Windows. Jika kebutuhan kita hanya Git, penginstal Git for Windows pada chapter sebelumnya sudah lebih dari cukup.
Memasang WSL2 dan Distro Linux #
Buka PowerShell sebagai administrator — klik kanan tombol Start, pilih “Terminal (Admin)” atau “Windows PowerShell (Admin)” — lalu jalankan:
wsl --installPerintah tunggal tersebut mengaktifkan komponen Windows yang dibutuhkan, memasang WSL2, lalu memasang Ubuntu sebagai distro bawaan; sebuah restart diminta di tengah proses. Setelah komputer menyala kembali, jendela Ubuntu terbuka dan memandu pembuatan nama pengguna beserta kata sandi Linux — akun ini yang nantinya memakai sudo. Distro selain Ubuntu dapat dilihat dengan wsl --list --online lalu dipasang dengan wsl --install -d <NamaDistro>.
Memasang Git di Dalam WSL #
Buka terminal Ubuntu dari menu Start — atau cukup jalankan wsl dari PowerShell. Prompt yang muncul kini berada di dalam Linux, dengan direktori HOME milik akun Linux kita. Karena itulah perintah pemasangan Git sama persis dengan chapter Instalasi Git di Linux
:
sudo apt update && sudo apt install gitKeluaran yang mungkin muncul beserta penjelasannya sudah kita bahas tuntas pada chapter tersebut, termasuk dua kemungkinannya: Git dinyatakan sudah menjadi versi terbaru, atau apt mengunduh dan memasang paket baru. Bila kita memilih distro selain Ubuntu, perintah pemasangannya dapat dicek pada halaman resmi https://git-scm.com/download/linux . Pastikan pemasangan selesai dengan versi yang terbaca:
git --versionOutput yang Dihasilkan:
git version 2.47.3Keluaran di atas ditangkap di mesin uji Course; di WSL, angkanya mengikuti versi paket dari distro yang kita pilih.
Perbedaan Line Endings Windows dan WSL #
Inilah jebakan khas WSL. Aplikasi Windows umumnya mengakhiri baris dengan dua karakter — carriage return dan line feed (CRLF) — sedangkan Linux memakai satu karakter line feed (LF). Berkas yang diedit aplikasi Windows lalu dibuka dari WSL membawa akhir baris CRLF yang tidak terlihat mata. Kita bisa membuktikannya sendiri dengan cat -A, yang menandai akhir baris sebagai $ dan carriage return sebagai ^M:
printf 'baris pertama\r\nbaris kedua\r\n' > catatan-crlf.txt
printf 'baris pertama\nbaris kedua\n' > catatan-lf.txt
cat -A catatan-crlf.txt
cat -A catatan-lf.txtDua perintah printf membuat berkas contoh dengan akhir baris CRLF dan LF; dua perintah cat -A menampilkan isinya dengan penanda terlihat.
Output yang Dihasilkan:
baris pertama^M$
baris kedua^M$
baris pertama$
baris kedua$Dua baris pertama berasal dari berkas CRLF — setiap baris diakhiri ^M$ — dan dua baris terakhir dari berkas LF yang bersih hanya $. Perbedaan tak terlihat semacam ini bisa membuat diff penuh perubahan palsu di repository. Solusinya adalah mengatur konversi secara eksplisit: .gitattributes per repository untuk aturan yang ikut tersimpan di repository, atau core.autocrlf di konfigurasi lokal mesin; keduanya dibahas tuntas di chapter Konfigurasi Line Endings
. Aturan praktisnya: repository yang dikerjakan terutama dari sisi WSL sebaiknya memakai LF, dan .gitattributes menjaga konsistensi bagi rekan satu tim yang memakai Windows.
Mengakses Berkas Windows dari WSL #
Drive Windows terpasang di WSL pada jalur /mnt — drive C: dapat diakses di /mnt/c, sehingga folder C:\Users\nama\Documents sama dengan /mnt/c/Users/nama/Documents. Akses ini membuat sisi Linux dan Windows saling melihat berkas satu sama lain, tetapi ada konsekuensi performa yang penting:
Berkas yang diedit dari aplikasi Windows di dalam ~/ akan tersimpan dengan akhir baris sesuai aplikasinya, jadi aturan line endings pada bagian sebelumnya tetap relevan.
.gitconfig Terpisah Tiap Distro #
Setiap distro di WSL punya direktori HOME Linux sendiri (/home/<pengguna>), dan konfigurasi global Git hidup di ~/.gitconfig di dalamnya. Konsekuensinya, konfigurasi Git di WSL sepenuhnya terpisah dari C:\Users\<nama>\.gitconfig milik Git for Windows — identitas yang diatur di satu sisi tidak terlihat di sisi lain, dan keduanya perlu diatur masing-masing. Bila kita ingin kedua sisi berbagi konfigurasi yang sama, berkas ~/.gitconfig di WSL dapat menyertakan berkas Windows lewat direktif include:
[include]
path = /mnt/c/Users/<nama>/.gitconfigDengan sertakan semacam itu, pengaturan yang ditulis di sisi Windows otomatis berlaku di WSL — berguna saat identitas dan preferensi memang ingin seragam. Detail struktur berkas konfigurasi dibahas di chapter Memahami File Konfigurasi .
Empat jalur pemasangan — Linux, Windows, macOS, dan WSL — kini sudah lengkap. Sebelum mengatur identitas, kita pastikan dulu bahwa Git yang baru terpasang benar-benar sehat: chapter Memverifikasi Instalasi memeriksa versi, lokasi biner, dan sistem bantuannya satu per satu.