Git yang terpasang benar dan terkonfigurasi tepat membuat seluruh perjalanan belajar selanjutnya mulus. Section ini memandu pemasangan di berbagai sistem operasi, lalu mengatur identitas, editor, nama branch bawaan, line endings, alias, hingga proxy untuk lingkungan jaringan terbatas.
Periksa prasyarat sistem operasi, terminal, dan hak akses sebelum memasang Git.
Buka → # Instalasi Git di LinuxPasang Git di Ubuntu, Debian, Fedora, dan Arch Linux melalui manajer paket masing-masing.
Buka → # Instalasi Git di WindowsPasang Git for Windows termasuk Git Bash dan pilihan penting pada wizard instalasinya.
Buka → # Instalasi Git di macOSPasang Git melalui Xcode Command Line Tools atau Homebrew di macOS.
Buka → # Instalasi Git di WSLSiapkan Git di Windows Subsystem for Linux beserta pembagian berkas antara Windows dan WSL.
Buka → # Memverifikasi InstalasiPastikan Git terpasang benar melalui git --version dan git help.
Buka → # Konfigurasi IdentitasIsi user.name dan user.email agar setiap commit tercatat atas nama Anda dengan benar.
Buka → # git configKuasai perintah git config beserta tiga level penyimpanannya: system, global, dan local.
Buka → # Konfigurasi EditorAtur core.editor agar Git membuka editor pilihan kita saat menulis pesan commit.
Buka → # Konfigurasi Default BranchAtur init.defaultBranch agar repository baru langsung memakai nama branch kesukaan kita.
Buka → # Konfigurasi Line EndingsAtasi perbedaan akhir baris Windows dan Unix dengan core.autocrlf dan .gitattributes.
Buka → # Konfigurasi AliasBuat pintasan perintah dengan git config alias agar alur kerja lebih cepat.
Buka → # Konfigurasi ProxySambungkan Git melalui proxy jaringan dengan http.proxy untuk lingkungan terbatas.
Buka → # Memahami File KonfigurasiBedah isi .gitconfig, prioritas antar level, dan cara membaca nilainya kembali.
Buka →