Aplikasi Open Source untuk Sinkronisasi File dan Pencadangan di Linux
Dropbox, Google Drive, dan Google One sinkronkan berkas dengan mudah, tetapi berkasnya tetap berada di server vendor dan biaya penyimpanan bertambah mengikuti ukuran data. Enam aplikasi open source di bawah ini menutup dua kebutuhan yang sering tertukar: sinkronisasi berkas agar selalu sama di beberapa perangkat, dan pencadangan agar data kembali saat terjadi kesalahan. Artikel ini membandingkan enam pilihan tersebut berdasarkan cara kerja, kanal distribusi, dan batasan operasionalnya.
Ringkasan
- Sinkronisasi membuat beberapa perangkat memiliki salinan berkas yang sama, sedangkan pencadangan menyimpan salinan historis.
- Syncthing menyinkronkan folder antarperangkat tanpa server pusat.
- Nextcloud menjadi pusat data pribadi lengkap dengan klien desktop.
- LocalSend dan Croc dipakai saat cukup memindahkan berkas sesaat, bukan menjaga salinan terus-menerus.
- Restic dan Borg membuat salinan berkompresi dan terenkripsi dengan deduplikasi, yaitu hanya menyimpan potongan data yang berubah.
Tabel perbandingan aplikasi sinkronisasi dan pencadangan open source
| Aplikasi | Fungsi | Bentuk penggunaan | Kanal Linux |
|---|---|---|---|
| Syncthing | Sinkronisasi folder antarperangkat | Dekstop dan antarmuka web lokal | Flathub, syncthing.net |
| Nextcloud | Pusat data pribadi dengan banyak aplikasi | Server sendiri dan klien desktop | nextcloud.com, klien desktop |
| LocalSend | Kirim berkas dalam jaringan lokal | Desktop dan seluler | Flathub, localsend.org |
| Croc | Kirim berkas lewat terminal | Baris perintah | github.com/schollz/croc |
| Restic | Pencadangan terenkripsi dan hemat ruang | Baris perintah | Dokumentasi, Flathub |
| Borg | Arsip terenkripsi dengan deduplikasi | Baris perintah | Dokumentasi, Flathub |
Syncthing: sinkronisasi folder tanpa server pusat

Syncthing menyamakan isi folder di beberapa perangkat secara langsung. Tidak ada server yang menyimpan seluruh data Anda, karena setiap perangkat berbagi berkas lewat jaringan. Berkas yang diubah di satu perangkat akan diterima perangkat lain secara otomatis.
Aplikasi desktopnya ada di Flathub dan situs resminya di syncthing.net. Dokumentasi konfigurasinya lengkap di docs.syncthing.net, dan repositorinya di github.com/syncthing/syncthing masih menerima perubahan hampir setiap minggu. Jumlah folder yang disinkronkan tidak dibatasi.
Batasannya perlu dipahami: sinkronisasi bukan pencadangan. Perubahan ikut disalin, termasuk penghapusan, sehingga berkas yang terhapus di satu perangkat ikut hilang di perangkat lain. Folder yang disinkronkan sebaiknya tidak pernah menjadi satu-satunya salinan data penting.
Nextcloud: pusat data pribadi di server sendiri

Nextcloud jauh lebih luas daripada sinkronisasi berkas. Setelah server dipasang, Anda mendapat penyimpanan berkas, galeri, kalender, kontak, dan berbagi berkas lewat tautan. Klien desktopnya membuat folder lokal yang tersinkron otomatis, dan datanya tetap berada di perangkat milik Anda sendiri, misalnya mini PC di rumah.
Server resminya ada di nextcloud.com, dengan panduan instalasi di nextcloud.com/install dan klien desktop di github.com/nextcloud/desktop. Untuk Linux, klien desktop juga tersedia di Flathub. Repositori servernya di github.com/nextcloud/server menerima perubahan hampir setiap hari.
Memiliki server sendiri berarti tanggung jawab tambahan: Anda perlu memperbarui, mencadangkan basis data, dan menyiapkan ruang penyimpanan. Untuk penggunaan keluarga, konfigurasi berbagi sederhana sudah cukup.
LocalSend: kirim berkas tanpa internet

LocalSend meniru cara berbagi berkas tanpa kabel milik sistem operasi. Aplikasi desktopnya memindai jaringan lokal, menampilkan perangkat yang terlihat, lalu mengirim berkas langsung ke perangkat lain. Tidak ada akun, tidak ada server, dan tidak ada berkas yang mendarat di tempat ketiga.
Aplikasinya tersedia di Flathub untuk Linux dan di localsend.org untuk desktop serta seluler. Repositorinya di github.com/localsend/localsend masih aktif dikembangkan, dan protokolnya terbuka sehingga aplikasi pihak ketiga dapat saling terhubung.
Batasannya terlihat dari namanya: LocalSend hanya bekerja di jaringan yang sama. Untuk berkas besar lintas jaringan, Croc lebih praktis karena tidak memerlukan kedua perangkat berada di jaringan lokal yang sama.
Croc: transfer berkas dari terminal
Croc memindahkan berkas langsung dari satu komputer ke komputer lain memakai kode singkat, tanpa akun dan tanpa server penyimpanan.
Alurnya sederhana: jalankan perintah croc di komputer pengirim, pilih berkas, lalu masukkan kode yang sama di komputer penerima. Transfer memakai kanal terenkripsi dan bisa dilanjutkan kembali kalau koneksi sempat putus.
Cara pakainya lewat terminal. Di komputer pengirim jalankan perintah croc, pilih berkas yang mau dikirim, lalu masukkan kode yang sama di komputer penerima.
Transfer memakai kanal terenkripsi dan bisa dilanjutkan kembali kalau koneksi sempat putus. Repositorinya ada di github.com/schollz/croc dan hampir tidak butuh konfigurasi. Batasannya, Croc hanya memindahkan berkas sekali pakai, jadi tidak cocok untuk menjaga salinan tetap.
Restic: pencadangan aman ke penyimpanan mana pun
Restic membuat salinan cadangan yang terenkripsi dan hemat ruang. Hanya potongan data yang berubah setiap pencadangan yang disimpan lagi, sehingga beberapa versi harian tidak memakan ruang sebesar ukuran data dikalikan jumlah versi.
Dokumentasinya ada di restic.readthedocs.io dan aplikasinya juga dibungkus di Flathub. Repositorinya di github.com/restic/restic masih aktif, dan tujuannya bisa berupa penyimpanan objek, server SFTP, atau penyimpanan lokal.
Semua salinan terenkripsi, dan kunci enkripsinya dapat dibagikan ke beberapa orang agar tidak ada satu pihak pun yang bisa membaca data sendirian. Batasannya, Restic dipakai lewat terminal tanpa antarmuka grafis.
Borg: arsip terenkripsi dengan deduplikasi
Borg menyimpan arsip dengan kompresi dan enkripsi terverifikasi, mirip cara kerja Restic. Bedanya, Borg sangat cocok bila repositori arsip berada di penyimpanan yang selalu terhubung, seperti disk eksternal atau drive jaringan.
Dokumentasinya ada di borgbackup.readthedocs.io, kliennya dibungkus di Flathub, dan repositorinya di github.com/borgbackup/borg masih menerima perubahan pada akhir September 2026.
Keduanya dipakai lewat baris perintah, jadi tidak cocok untuk pengguna yang ingin seluruh proses berjalan lewat jendela aplikasi biasa.
Sinkronisasi dan pencadangan menjawab dua masalah berbeda. Sinkronisasi menjaga salinan tetap sama, sedangkan pencadangan menyimpan versi lama yang bisa dipulihkan. Gunakan keduanya, jangan saling menggantikan.
Memilih sesuai kebutuhan
| Kebutuhan utama | Pilihan paling masuk akal | Alasan |
|---|---|---|
| Folder tetap sama di laptop dan desktop | Syncthing | Sinkronisasi langsung antarperangkat tanpa server |
| Pusat data pribadi dengan kalender dan kontak | Nextcloud | Server sendiri dengan banyak aplikasi bawaan |
| Kirim berkas besar ke teman satu jaringan | LocalSend | Hanya perlu jaringan lokal, tanpa akun |
| Kirim berkas dari server tanpa peramban | Croc | Transfer dari terminal dengan kode singkat |
| Cadangan terenkripsi ke ruang objek atau SFTP | Restic | Deduplikasi dan banyak pilihan tujuan |
| Arsip lokal dengan kompresi | Borg | Cocok untuk disk eksternal dan drive jaringan |
Yang perlu disiapkan sebelum dipasang
Pisahkan folder. Buat folder khusus yang disinkronkan, jangan memakai folder kerja yang berisi berkas sementara.
Ruang cadangan. Hitung ukuran data lebih dulu supaya tujuan penyimpanan tidak cepat penuh.
Kunci enkripsi aman. Simpan kata sandi Restic atau Borg di pengelola kata sandi, bukan di teks biasa.
Jadwal otomatis. Restic dan Borg bisa dijalankan lewat systemd timer atau cron agar pencadangan tidak terlupakan.
Troubleshooting
| Gejala | Penyebab yang mungkin | Solusi |
|---|---|---|
| Syncthing berhenti menyinkronkan | Perangkat mati atau alamat berubah | Nyalakan lagi perangkat, lalu periksa ID dan alamat di dasbor |
| Nextcloud gagal sinkron | Token autentikasi kedaluwarsa | Masuk ulang lewat klien desktop, lalu sinkronkan ulang | | LocalSend tidak melihat perangkat | Firewall memblokir atau berbeda jaringan | Izinkan aplikasi di firewall dan pastikan satu jaringan |
| Croc gagal tersambung | Kode salah atau kedua perangkat diblokir firewall | Salin ulang kode dari pengirim dan izinkan lalu lintas | | Restic gagal menulis ke tujuan | Kredensial atau kunci enkripsi berbeda | Uji kunci dengan perintah check dan periksa kredensial tujuan |
| Borg gagal membuat arsip | Repositori sedang dipakai proses lain atau drive belum terpasang | Tutup proses lain, pasang drive, lalu ulangi perintah | | Pemulihan terasa lambat | Terlalu banyak versi lama menahan ruang | Prune arsip lama sesuai kebijakan retensi yang Anda tetapkan |
Kesimpulan
Enam aplikasi ini menutup kebutuhan sinkronisasi dan pencadangan tanpa bergantung pada layanan berbayar. Untuk folder yang harus selalu sama di banyak perangkat, Syncthing paling ringan, sedangkan Nextcloud memberi ruang lingkup paling luas. LocalSend dan Croc menyelesaikan transfer sesaat, bukan penyimpanan permanen. Untuk pencadangan, Restic lebih fleksibel karena bisa menuju ruang objek atau SFTP, sementara Borg lebih sederhana untuk disk lokal. Yang paling penting, jalankan sinkronisasi dan pencadangan sebagai dua kegiatan terpisah, karena hanya pencadangan yang bisa memulihkan berkas yang terhapus.