Sebelum mengetik satu perintah docker pun, kita perlu memahami apa itu Docker, masalah apa yang diselesaikannya, dan bagaimana arsitekturnya bekerja di balik layar. Section ini membangun fondasi pemahaman tersebut supaya setiap perintah pada section berikutnya tidak terasa seperti hafalan buta.
Kenali Docker, konsep container, sejarah singkatnya, dan ciri utama yang membuatnya menjadi standar industri.
Buka → # Masalah yang Diselesaikan DockerPahami masalah works on my machine, dependency hell, dan environment drift yang diselesaikan Docker lewat image.
Buka → # Container dan Virtual MachineBandingkan container dan virtual machine: hypervisor versus namespace, overhead, ukuran, dan kapan keduanya dipakai.
Buka → # Arsitektur DockerBedah arsitektur client-server Docker: CLI, REST API, dockerd, containerd, runc, dan registry.
Buka → # Docker Engine dan Docker DesktopBedakan Docker Engine dan Docker Desktop beserta komponen dan model distribusinya masing-masing.
Buka → # Image, Container, dan RegistryPahami relasi image berlapis, container dengan writable layer, dan registry sebagai gudang distribusi.
Buka → # Use Case DockerJelajahi enam skenario nyata pemakaian Docker: development, database lokal, CI/CD, microservices, batch job, dan demo.
Buka →