Budi sudah memasang Docker Engine di laptop Ubuntu-nya dan semuanya berjalan mulus, tetapi sekarang giliran Siti yang menghadapi laptop Windows 11-nya dengan satu pertanyaan sederhana: installer Docker yang mana? Di Windows dan macOS, Docker tidak berjalan native di atas kernel host — kedua sistem operasi itu tidak menyediakan namespace dan cgroups yang dibutuhkan container — sehingga jalurnya adalah Docker Desktop dengan VM Linux internal di dalamnya. Kabar baiknya, seluruh kerumitan VM tersebut disembunyikan oleh satu installer yang rapi. Chapter ini memandu pemasangan Docker Desktop di Windows lewat WSL 2, di macOS untuk dua jenis chip, dan di Linux, lalu menutup dengan pengaturan resource agar VM internal tidak memakan seluruh laptop.
Persyaratan di Windows #
Docker Desktop untuk Windows bersyarat sistem operasi Windows 10 versi 22H2 atau lebih baru, atau Windows 11, dengan minimal 4 GB RAM. Syarat teknis yang paling menentukan adalah WSL 2: fitur Windows yang menyediakan kernel Linux sungguhan di dalam mesin Windows, dan di atasnyalah VM internal Docker Desktop dibangun. Karena itu alur pemasangan di Windows selalu dimulai dari memastikan WSL 2 siap, baru installer Docker Desktop menyusul.
Memasang WSL 2 #
Buka PowerShell sebagai Administrator — klik kanan tombol Start lalu pilih Terminal (Admin) — kemudian jalankan satu perintah yang memasang seluruh komponen WSL 2:
PS C:\Users\Siti> wsl --installOutput yang Dihasilkan:
Installing: Virtual Machine Platform
Virtual Machine Platform has been installed.
Installing: Windows Subsystem for Linux
Windows Subsystem for Linux has been installed.
Downloading: WSL Kernel
Installing: WSL Kernel
WSL Kernel has been installed.
The requested operation is successful. Changes will not be effective until the system is rebooted.Mari kita telaah arti keluaran di atas:
- Virtual Machine Platform — fitur Windows yang menjadi fondasi virtualisasi ringan untuk WSL 2; tanpa fitur ini, WSL 2 tidak bisa berjalan.
- Windows Subsystem for Linux dan WSL Kernel — komponen WSL beserta kernel Linux yang dikelola Microsoft; kernel inilah yang nanti dipakai VM internal Docker Desktop.
- Pesan reboot di baris terakhir — seluruh perubahan baru aktif setelah mesin direstart, jangan lewati langkah ini.
Versi WSL modern memasang komponen intinya saja; distribusi Linux tambahan seperti Ubuntu bisa dipasang terpisah bila kita ingin mencicipi Linux di Windows, tetapi Docker Desktop tidak memerlukannya. Setelah reboot, perbarui WSL sekali lagi agar komponennya berada di versi termutakhir:
PS C:\Users\Siti> wsl --updateOutput yang Dihasilkan:
Checking for updates.
The most recent version of Windows Subsystem for Linux is already installed.Memastikan fitur VirtualMachinePlatform aktif #
Pada sebagian mesin — biasanya yang pernah diutak-atik atau berasal dari image kantor — fitur VirtualMachinePlatform bisa saja tidak aktif walau wsl --install tampak berhasil. Kita bisa memastikannya secara langsung lewat DISM, alat servicing bawaan Windows:
PS C:\Users\Siti> dism.exe /online /enable-feature /featurename:VirtualMachinePlatform /all /norestartOutput yang Dihasilkan:
Deployment Image Service and Management Tool
Version: 10.0.26100.1
Image Version: 10.0.26100.1742
Enabling feature(s)
[==========================100.0%==========================]
The operation completed successfully.Baris [=====...=====] menunjukkan progres pengaktifan fitur, dan The operation completed successfully. mengonfirmasi fitur sudah menyala. Bila mesin belum pernah direstart sejak pemasangan WSL, restart sekali lagi setelah perintah ini. Satu hambatan terakhir yang kadang muncul adalah virtualisasi prosesor yang dimatikan dari BIOS atau UEFI — gejala dan penanganannya kita kumpulkan pada Chapter Troubleshooting Instalasi di akhir section ini.
Menjalankan installer Docker Desktop #
Unduh installer Docker Desktop dari halaman resminya — tautannya ada di bagian Referensi — lalu jalankan berkas Docker Desktop Installer.exe. Alur instalasinya ringkas: penerimaan perjanjian layanan, pemilihan backend WSL 2 yang memang direkomendasikan, dan proses penyalinan berkas yang berjalan sendiri. Installer juga bisa dipanggil dari PowerShell bila kita ingin proses yang terdokumentasi rapi:
PS C:\Users\Siti> Start-Process -Wait -FilePath ".\Docker Desktop Installer.exe" -ArgumentList "install"Perintah di atas tidak mencetak keluaran saat berhasil; jendela installer grafis muncul dan menuntaskan prosesnya sendiri. Saat Docker Desktop pertama kali dijalankan, aplikasi meminta kita menerima perjanjian lisensi, lalu ikon paus Docker muncul di system tray sebagai tanda Engine di dalam VM internal sedang menyala. Verifikasi cepat dari terminal mana pun:
PS C:\Users\Siti> docker --versionOutput yang Dihasilkan:
Docker version 29.9.0, build 7f3ac91Versi 29.9.0 yang sama dengan instalasi Engine milik Budi bukan kebetulan: Engine di dalam VM Desktop adalah paket yang sama, hanya kemasannya yang berbeda.
Instalasi di macOS #
Di macOS, Docker Desktop membawa VM Linux di atas backend virtualisasi Apple. Titik rawan pemasangan hanya satu: memilih berkas installer yang sesuai arsitektur chip, karena Mac keluaran lama dan baru memakai prosesor yang berbeda total. Cara memeriksanya: buka menu Apple lalu pilih About This Mac — Mac dengan tulisan Chip berarti keluarga Apple Silicon, sedangkan Mac dengan tulisan Processor Intel berarti generasi lama. Kedua jenis chip tersebut dijembatani tabel berikut:
| Aspek | Mac Intel | Mac Apple Silicon |
|---|---|---|
| Chip | Seri Intel Core atau Xeon | Seri M dan penerusnya |
| Berkas installer | DMG untuk Intel | DMG untuk Apple Silicon |
| Backend VM | Virtualisasi Intel | Virtualisasi Apple |
| Salah memilih berkas | Aplikasi menolak diluncurkan | Aplikasi berjalan lewat emulasi Rosetta dan terasa lambat |
Alur pemasangannya sendiri serba drag-and-drop: buka berkas DMG yang sudah diunduh dari halaman resmi, seret ikon Docker ke folder Applications, lalu jalankan Docker dari Launchpad — macOS meminta kata sandi sekali untuk memasang komponen beristimewa yang menjalankan VM-nya. Setelah ikon paus di menu bar menyala, terminal docker siap dipakai persis seperti di Windows dan Linux.
Instalasi Docker Desktop di Linux #
Di Linux, Docker Desktop hadir sebagai paket tambahan di atas Docker Engine yang sudah kita pasang pada chapter sebelumnya — bukan penggantinya. Unduh berkas .deb resmi untuk arsitektur mesin kita dari halaman instalasi Linux di bagian Referensi, lalu pasang dengan apt:
$ sudo apt-get install ./docker-desktop-amd64.debOutput yang Dihasilkan:
Reading package lists... Done
Building dependency tree... Done
...
Processing triggers for gnome-menus (3.36.0-1ubuntu3) ...Nama berkasnya memuat versi — 4.95.0 saat riset Course ini dilakukan — dan varian arsitektur seperti amd64 atau arm64. Setelah terpasang, Docker Desktop berjalan sebagai layanan pengguna yang dikelola systemd, dan aplikasi grafisnya dapat dijalankan dari menu aplikasi desktop. Engine yang terpasang dari repositori resmi tetap dipakai sebagai dasar; Desktop menambahkan lapisan VM, GUI, dan peralatan ekosistem di atasnya.
Komponen Bawaan Docker Desktop #
Satu installer Docker Desktop menghadirkan seluruh peralatan standar kerja developer Docker tanpa langkah tambahan apa pun. Tabel berikut merinci apa saja yang masuk ke dalam laptop Siti setelah installer selesai:
| Komponen | Peran |
|---|---|
| Docker Engine | dockerd, containerd, dan runc berjalan di dalam VM internal |
| docker CLI | Klien terminal di mesin host yang berbicara ke daemon di dalam VM |
| BuildKit | Engine build modern yang menyusun image layer demi layer |
| buildx | Plugin CLI untuk build multi-platform dan fitur BuildKit lanjutan |
| Compose | Plugin docker compose untuk mengelola stack multi-container |
| Dashboard GUI | Panel grafis untuk memantau dan mengelola container, image, dan volume |
| Extensions | Toko alat pihak ketiga yang menempel pada Desktop |
| Scout | Pemeriksa kerentanan image terhadap basis data advisory |
Perhatikan bahwa kelima baris pertama adalah peralatan yang sama persis dengan instalasi Engine murni milik Budi — CLI, daemon, BuildKit, buildx, dan Compose versi yang setara. Selisihnya baru muncul pada tiga baris terakhir: dashboard, Extensions, dan Scout adalah nilai tambah khas Desktop. Inilah alasan keahlian CLI yang kita bangun sepanjang Course berlaku sama di kedua dunia; Siti bisa mengikuti seluruh latihan Budi tanpa perbedaan perintah.
Mengatur Resource di Balik VM #
Semua container di Docker Desktop berbagi satu kantong resource milik VM internal, dan anggaran kantong itu bisa kita atur. Di macOS, pengaturannya berada di aplikasi Docker Desktop: buka Settings, pilih Resources, lalu geser slider CPU, Memory, Swap, dan Virtual disk limit sesuai kebutuhan — perubahan diterapkan setelah tombol Apply and restart ditekan. Di Windows dengan backend WSL 2, anggaran resource justru dikendalikan oleh WSL 2 lewat berkas .wslconfig di folder profil pengguna, misalnya C:\Users\Siti\.wslconfig:
[wsl2]
memory=6GB
processors=4Setiap baris pada berkas di atas punya efek langsung terhadap seluruh distro WSL 2 di mesin tersebut:
memory=6GB— seluruh WSL 2, termasuk VM internal Docker, dibatasi maksimal 6 GB RAM; sisa RAM tetap milik Windows dan aplikasinya.processors=4— VM hanya menjadwalkan tugas ke empat inti CPU yang tersedia, sehingga beban build berat tidak menyedot seluruh laptop.- Seksi
[wsl2]— penanda bahwa pengaturan di bawahnya berlaku untuk komponen WSL 2; berkas tanpa seksi ini akan diabaikan.
Setelah menyimpan berkas .wslconfig, matikan seluruh VM WSL dengan wsl --shutdown dari PowerShell, lalu jalankan kembali Docker Desktop agar anggaran baru dibaca. Angka yang ideal bergantung pada pekerjaan: stack kecil cukup dengan 2 GB, sedangkan build image besar dan database lokal akan menikmati 6 GB ke atas.
Dengan Docker Desktop yang terpasang di tiga platform, Siti dan jutaan developer lain kini memegang peralatan yang identik dengan milik Budi. Namun baik Engine maupun Desktop sama-sama datang dengan konfigurasi bawaan yang bersifat umum: log yang tak dibatasi, penyimpanan di partisi default, dan satu socket lokal. Kebutuhan nyata hampir selalu menuntut sedikit penyesuaian — dan pintu masuknya adalah satu berkas JSON bernama daemon.json. Chapter Konfigurasi Docker Engine membuka berkas tersebut dan mengubah perilaku daemon sesuai kebutuhan kita.
Referensi #
- Install Docker Desktop di Windows — persyaratan sistem dan langkah resmi instalasi untuk Windows dengan WSL 2.
- Install Docker Desktop di Mac — pilihan berkas installer untuk Mac Intel dan Apple Silicon.
- Install Docker Desktop di Linux — pemasangan paket docker-desktop di atas Docker Engine.