Lingkungan kerja kita sudah lengkap: Python terpasang, virtual environment siap dipakai, dan library inti menunggu di dalamnya. Sekarang kita menyentuh bahasanya sendiri — cara kode Python ditulis, dijalankan, dan dibaca ketika terjadi kesalahan. Kabar baiknya, kita tidak perlu menguasai seluruh bahasa Python untuk menjadi produktif menganalisis data; kita hanya perlu fondasi yang benar. Chapter ini membangun fondasi tersebut: menjalankan skrip Python, mencetak hasil dengan print(), menulis komentar, memahami indentasi, dan mengenali kesalahan yang paling sering dialami pemula.

Menjalankan Kode Python #

Kode Python kita hidup di berkas teks biasa berakhiran .py. Untuk menjalankannya, kita memanggil interpreter dari terminal dengan perintah python3 diikuti nama berkas. Interpreter membaca berkas baris demi baris dari atas ke bawah dan menjalankan setiap perintah seketika — tidak ada tahap kompilasi terpisah yang perlu kita tunggu.

Sebagai contoh, kita menyimpan laporan penjualan kecil di berkas laporan.py di dalam folder proyek. Dari terminal yang aktif di folder yang sama, perintah berikut menjalankan berkas tersebut:

bash
python3 laporan.py

Perintah ini memakai interpreter Python dari virtual environment yang sedang aktif — hasil setup pada Section Persiapan Lingkungan . Selama nama environment masih tampil pada prompt terminal, python3 mengarah ke environment proyek kita, sehingga library seperti pandas dapat dipakai langsung oleh skrip.

Fungsi print() adalah cara paling dasar untuk melihat data: isi variabel, hasil perhitungan, hingga pesan pemeriksaan saat kita mencari kesalahan. Hampir semua contoh pada Course ini menampakkan hasilnya lewat print(). Mari kita buat laporan mini pertama kita:

python
# Laporan penjualan harian Toko Kopi Kita
# Seluruh nilai dalam ribuan rupiah.

nama_kasir = "Siti"
jumlah_transaksi = 42
total_pendapatan = 1860

print("=== Laporan Harian ===")
print("Kasir            :", nama_kasir)
print("Jumlah transaksi :", jumlah_transaksi)
print("Total pendapatan :", total_pendapatan, "ribu rupiah")

Output yang Dihasilkan:

text
=== Laporan Harian ===
Kasir            : Siti
Jumlah transaksi : 42
Total pendapatan : 1860 ribu rupiah

Mari kita bedah isi skrip di atas:

  1. Baris 1-2 (komentar): baris yang diawali tanda pagar (#) diabaikan interpreter — isinya murni catatan untuk manusia. Komentar yang baik menjelaskan mengapa, misalnya satuan “ribuan rupiah” yang tidak terlihat dari angkanya sendiri.
  2. Baris 4-6 (penyimpanan nilai): tiga variabel menyimpan teks dan angka untuk dipakai di bawah. Mekanisme variabel kita bahas tuntas pada chapter berikutnya.
  3. Baris 8-11 (print()): setiap panggilan mencetak satu baris keluaran. Tanda koma menggabungkan beberapa nilai dalam satu print() dan otomatis menyisipkan satu spasi di antara nilai-nilainya.

Indentasi sebagai Penanda Blok #

Sebagian besar bahasa pemrograman menandai kelompok perintah dengan kurung kurawal atau kata kunci pembuka-penutup. Python memakai cara berbeda: indentasi. Baris-baris yang menjorok sejajar membentuk satu blok, dan blok tersebut menyatakan “perintah-perintah ini adalah isi dari perintah di atasnya”. Konvensi komunitas Python memakai empat spasi per tingkat menjorok.

Perhatikan contoh berikut, yang mencatat suhu beberapa kota:

python
suhu_kota = [27, 29, 31, 28]

for suhu in suhu_kota:
    print("Suhu tercatat:", suhu, "derajat Celsius")

print("Pencatatan suhu selesai.")

Output yang Dihasilkan:

text
Suhu tercatat: 27 derajat Celsius
Suhu tercatat: 29 derajat Celsius
Suhu tercatat: 31 derajat Celsius
Suhu tercatat: 28 derajat Celsius
Pencatatan suhu selesai.

Terdapat dua tingkat indentasi pada skrip di atas: baris yang berimpit di kiri dan baris yang menjorok empat spasi. Bedah singkatnya:

  1. Baris 3 (for suhu in suhu_kota:): perintah perulangan mengambil satu per satu nilai dari daftar suhu_kota. Materi perulangan kita bahas tuntas pada chapter Perulangan; saat ini cukup kita pahami strukturnya.
  2. Baris 4 (menjorok): karena terindentasi di bawah for, baris ini adalah isi perulangan — dijalankan sekali untuk setiap suhu, sehingga tercetak empat baris.
  3. Baris 6 (tidak menjorok): indentasinya kembali ke tingkat awal, sehingga baris ini berada di luar perulangan dan hanya dijalankan sekali setelah perulangan selesai.

Kesalahan Umum Pemula #

Dua kesalahan paling sering dijumpai pemula Python adalah lupa tanda kutip pada teks dan indentasi yang tidak konsisten. Kita buat keduanya terjadi di depan mata, lalu kita baca pesan galatnya seperti pembacaan hasil analisis.

Lupa Tanda Kutip #

Teks di Python wajib diapit tanda kutip. Tanpa tanda kutip, Python menganggap kata tersebut nama variabel — dan bila variabelnya tidak ada, kita menerima NameError:

python
kasir = "Siti"

try:
    pelanggan = Budi
except NameError as e:
    print("Galat tertangkap:", e)

print("Kasir hari ini:", kasir)

Output yang Dihasilkan:

text
Galat tertangkap: name 'Budi' is not defined
Kasir hari ini: Siti

Skrip di atas sengaja membungkus kode yang keliru dengan try/except agar program tetap berlanjut dan menampilkan pesan galat sebagai teks biasa — teknik ini kita bahas tuntas pada chapter Penanganan Error. Pesan name 'Budi' is not defined menyatakan bahwa interpreter mencari variabel bernama Budi, tidak menemukannya, lalu menghentikan eksekusi. Perbaikannya sederhana: tulis pelanggan = "Budi".

Indentasi Tidak Konsisten #

Baris-baris dalam satu blok harus menjorok pada kedalaman yang persis sama. Mencampur kedalaman (atau mencampur tab dengan spasi) memicu IndentationError sebelum program sempat berjalan:

python
kode_salah = 'for suhu in [27, 29]:\nprint(suhu)'

try:
    compile(kode_salah, "<contoh>", "exec")
except IndentationError as e:
    print("Galat tertangkap:", e.msg)

Output yang Dihasilkan:

text
Galat tertangkap: expected an indented block after 'for' statement on line 1

Fungsi compile() di atas memeriksa sintaks sebuah potongan kode tanpa menjalankannya, sehingga galatnya bisa ditangkap oleh try/except. Pesannya menyebut penyebab secara tepat: setelah baris for, interpreter menuntut baris berikutnya menjorok. Bandingkan bentuk yang salah dan benar berikut:

text
# Salah: isi perulangan tidak menjorok
for suhu in [27, 29]:
print(suhu)

# Benar: isi perulangan menjorok empat spasi
for suhu in [27, 29]:
    print(suhu)

Referensi Resmi #

Rangkuman #

  • Kode Python ditulis pada berkas .py dan dijalankan dengan python3 nama_berkas.py; interpreter membacanya baris demi baris dari atas ke bawah.
  • print() menampilkan nilai ke terminal, dan komentar berawalan # diabaikan interpreter sebagai catatan penjelas.
  • Indentasi (konvensi empat spasi) menandai blok kode; baris-baris yang menjorok sejajar adalah isi perintah di atasnya.
  • Dua kesalahan klasik pemula adalah lupa tanda kutip (NameError) dan indentasi tidak konsisten (IndentationError); pesan galat paling informatif dibaca dari baris paling bawah.

Kita sudah bisa menjalankan kode dan membaca galatnya. Bekal berikutnya adalah cara Python menyimpan nilai: variabel dan tipe data — dua hal yang menentukan apakah sebuah kolom harga bisa dihitung serta mengapa kode pos selayaknya tetap disimpan sebagai teks. Kita lanjut ke chapter Variabel dan Tipe Data .