Seluruh peralatan data science yang akan kita pakai sepanjang Course ini — pandas, NumPy, matplotlib, scikit-learn, hingga Jupyter — berjalan di atas satu fondasi: interpreter Python. Oleh karena itu, langkah pertama kita adalah memasang Python dengan benar dan memastikan terminal dapat menemukannya. Pada chapter ini kita akan mengunduh installer resmi dari python.org, memasangnya di Windows, macOS, atau Linux, lalu memverifikasi hasilnya lewat perintah python3 --version dan py --version. Kita juga akan membahas PATH — mekanisme yang dipakai sistem operasi untuk menemukan perintah python — karena PATH menjadi sumber kebingungan paling sering muncul pada proses instalasi.

Mengunduh Installer dari python.org #

Situs unduhan resmi Python adalah python.org/downloads. Di halaman tersebut kita akan disuguhi tombol unduh untuk rilis stabil terbaru. Course ini menggunakan Python 3.12 sebagai versi rujukan — pilih angka 3.12 atau lebih baru; jangan memasang Python 2 karena cabang tersebut sudah lama tidak dikembangkan dan seluruh library data science modern menuntut Python 3.

Berkas installer yang kita pilih bergantung pada sistem operasi:

Sistem operasiBerkas yang diunduhIsi installer
Windows 64-bitWindows installer (64-bit) berekstensi .exePython, pip, peluncur py, dan IDLE
macOSmacOS 64-bit universal2 installer berekstensi .pkgPython, pip, dan IDLE; mendukung chip Intel maupun Apple Silicon
Linuxumumnya tidak perlu installerSebagian besar distribusi sudah membawa Python bawaan

Di Windows, jalankan berkas .exe tersebut lalu ikuti layar instalasi. Satu kotak centang patut mendapat perhatian khusus: Add python.exe to PATH. Kotak centang tersebut membuat perintah python dapat dipanggil dari terminal mana pun tanpa pengaturan tambahan.

Di macOS, cukup klik ganda berkas .pkg dan ikuti langkah instalasinya. Sementara di Linux, Python biasanya sudah terpasang sejak awal; kita hanya perlu memastikan versi dan paket pendukungnya melalui manajer paket distribusi:

bash
# Debian/Ubuntu
sudo apt update && sudo apt install python3 python3-pip python3-venv

# Fedora
sudo dnf install python3 python3-pip

Paket python3-venv terakhir pada Debian/Ubuntu akan kita perlukan pada chapter berikutnya untuk membuat virtual environment.

Memverifikasi Instalasi dari Terminal #

Setelah proses instalasi selesai, buka jendela terminal baru — di Windows kita bisa memakai PowerShell atau Command Prompt, sedangkan di Linux/macOS cukup terminal bawaan. Verifikasi paling dasar adalah meminta Python melaporkan versinya sendiri:

bash
# Linux dan macOS
python3 --version

Output yang Dihasilkan:

text
Python 3.12.15
bash
# Windows: memakai peluncur py
py --version

Output yang Dihasilkan:

text
Python 3.12.15

Rangkuman perintahnya per sistem operasi:

Sistem operasiPerintah utamaPerintah cadangan
Linuxpython3python
macOSpython3python
Windowspypython

Versi juga dapat diperiksa dari dalam Python sendiri melalui module sys. Skrip berikut adalah contoh nyata yang kita jalankan di lingkungan pengujian materi ini:

python
import sys

print(sys.version)
print("Versi utama :", sys.version_info.major)
print("Versi minor :", sys.version_info.minor)
print("Versi patch :", sys.version_info.micro)

Output yang Dihasilkan:

text
3.12.15 (main, Oct  9 2026, 15:22:32) [Clang 22.1.3 ]
Versi utama : 3
Versi minor : 12
Versi patch : 15

Mari kita bedah baris-barisnya:

  1. Baris 1 (import sys): memuat module sys dari standard library. Module ini menyimpan informasi tentang interpreter yang sedang berjalan.
  2. Baris 3 (sys.version): sebuah string panjang berisi nomor versi, tanggal pembuatan, dan kompiler yang dipakai untuk membangun interpreter tersebut.
  3. Baris 4-6 (sys.version_info): sebuah named tuple yang memisahkan versi menjadi komponen major, minor, dan micro — angka 3.12.15 berarti Python 3, rilis ke-12, tambalan ke-15. Bentuk terpisah seperti ini lebih mudah dibandingkan secara program daripada string panjang.

Kita juga perlu memastikan pip — alat pemasang library yang akan kita pakai di chapter Instalasi Library Data Science — ikut terpasang. Installer resmi dari python.org sudah membawa pip:

bash
# Linux/macOS
python3 -m pip --version

# Windows
py -m pip --version

Output yang Dihasilkan (jalur pada baris keluaran akan berbeda di komputer Anda):

text
pip 25.0.1 from /home/z/.venv/lib/python3.12/site-packages/pip (python 3.12)

Memahami PATH #

Saat kita mengetik python3 --version lalu menekan Enter, terminal tidak serta-merta tahu di mana berkas python3 berada. Terminal mencari berkas tersebut satu per satu di daftar direktori yang tersimpan pada environment variable bernama PATH. Bila direktori instalasi Python terdaftar di PATH, perintah ditemukan dan dijalankan; bila tidak, terminal melaporkan command not found (Linux/macOS) atau 'python' is not recognized (Windows).

Untuk melihat lokasi berkas Python yang sedang dipakai terminal, kita bisa bertanya langsung:

bash
# Linux dan macOS
which python3

Output yang Dihasilkan (contoh di Linux; jalur di komputer Anda dapat berbeda):

text
/usr/bin/python3
bash
# Windows (PowerShell)
where.exe python

Output yang Dihasilkan (contoh; jalur di komputer Anda dapat berbeda):

text
C:\Users\Budi\AppData\Local\Programs\Python\Python312\python.exe

Bila perintah python3 tidak ditemukan padahal Python sudah terpasang, ada dua jalan keluar. Jalur pertama adalah memperbaiki PATH lewat installer seperti pada callout sebelumnya. Jalur kedua, khusus Windows, adalah memakai peluncur py: peluncur tersebut mencari instalasi Python di lokasi standar sehingga tetap berfungsi walau PATH belum diatur.

Referensi Resmi #

Rangkuman #

  • Unduh Python dari python.org/downloads; Course ini merujuk Python 3.12, dan cabang Python 2 sudah tidak relevan.
  • Di Windows, centang Add python.exe to PATH saat instalasi; di Linux, pastikan python3, python3-pip, dan python3-venv terpasang.
  • Verifikasi instalasi dengan python3 --version (Linux/macOS) atau py --version (Windows), lalu periksa pip dengan python3 -m pip --version.
  • Dari dalam Python, module sys menyediakan sys.version dan sys.version_info untuk memeriksa versi interpreter.
  • Terminal menemukan perintah python melalui daftar direktori pada environment variable PATH.

Python kini terpasang dan terminal dapat menemukannya. Namun satu hal masih mengganjal: seluruh library yang kita pasang akan menumpuk di satu tempat yang sama untuk semua proyek, dan dua proyek dengan kebutuhan versi berbeda bisa saling mengganggu. Kita menuntaskan masalah tersebut dengan virtual environment pada chapter berikutnya.